
malam ini setelah mandi da bersih-bersih aku memutuskan membuat spaghetti untuk aku makan sendiri, disela-sela makan handphone ku tiba-tiba berdering... ku biarkan saja karena sudah kebiasaanku tidak akan mengangkat nomor telepon tidak ku kenal dan tanpa nama..karena biasanya nomor-nomor telepon tak jelas itu hanya dari agen asuransi atau para pinjaman online menawarkan produk dan jasa mereka, mengganggu! ucapku sambil berlalu membiarkan telepon terus berdering.
setelah selesai makan dan mencuci piring aku menuju keruang tengah menyalakan tv dan tiduran di sofa yang lagi-lagi terganggu karena handphone yang berdering, aku pun mengambil handphone dengan malas, menunggu panggilan itu mati dengan sendirinya dan mengecek.
astaga... apa ini 11 panggilan tak terjawab dengan nomor yang sama, siapa sih ganggu malam-malam? penasaran aku pun menunggu telepon selanjutnya siapa tahu sang penelepon belum menyerah pikirku, kemudian telepon ku benar-benar berdering ku putuskan mengangkatnya.
"hallo.."
__ADS_1
"hallo....bi...." suara yang ku kenal, Indra!
"Indra, Hay ada apa?"tanyaku ragu
"bisa tolong aku bi? aku butuh bantuanmu sekarang, kamu bisa kesini?"
"kamu kenapa ndra? iya-iya aku kesana" jawabku langsung mematikan telepon mengambil jaket dan tasku lalu melaju mengendarai motor ku ke apartemen Indra, dijalan aku tak berhenti mengutuk tingkah bodohku yang mau saja datang ketempat ini... kenapa sih aku **** banget maki ku pada diriku sendiri yang mendapat tatapan heran dari satpam apartemen yang suda mengenalku kemudian menyapa "selamat malam bu Indra", "hehe malam pak" jawabku sekenanya, apa-apaan lagi kok manggilnya Bu Indra sih, aku berjalan dengan kesal.
__ADS_1
"Hay bi..." ucap Indra dari dalam kamar yang pintunya tak tertutup.
"Hay... kamu gak apa-apa?" tanyaku yang langsung masuk ke kamar, ku sentuh kepala dan pipi nya, ya Tuhan Indra demam. aku lalu berlari mengambil kotak obat, air hangat untuk kompres dan handuk.
"minum obat dulu ya, habis ini kita makan bubur"
"makasii bi" Indra menurut meminum obatnya dan kembali tidur, aku memilih kembali ke dapur dan memasak bubur untuknya sambil berlari-lari kecil membersihkan sampah di meja dan membersihkan ruangan tamu. tak lupa aku mencuci pakaian kotor nya lalu menyiapkan bubur dan susu hangat di meja sebelah ranjangnya, semua beres tapi Indra tak jua terbangun. ku putuskan untuk pulang badanku pegal semua lagi pula ini sudah jam 11 malam, besok aku harus bekerja.
__ADS_1
aku menulis memo kecil yang ku tempelkan dipintu kulkas #jangan lupa makan buburnya, minum obat dan istirahat... cepet sembuh yaa. B :).
aku memasuki kamar itu lagi mengganti kompresnya lalu berlari kecil keluar dari kamar itu sebelum ide gila untuk memeluk pria yang masih ke cinta itu benar-benar kulakukan. aku bergidik ngeri... sudah usai bi, semua ini kamu lakukan karena kasihan bukan cinta! aku menenangkan diriku dan pulang.