Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Makan Malam Bersama


__ADS_3

"Kita akan makan malam bersama." Itu yang dikatakan oleh nenek kepada kami. Beliau mengundang kami untuk ikut dalam acara makan malam yang akan ia selenggarakan. Tapi pertanyaan utamanya adalah 'mengapa?' Apakah hari ini merupakan sebuah hari penting? Ulang tahun seseorang? Peringatan pendirian penginapan? Apa pun itu yang kubingungkan adalah 'mengapa kami diundang?' yah, aku tahu sih akan sedikit aneh jika merayakan hanya dengan dua orang saja, tapi maaf... Setelah dugaan kami mengenai mereka memberikan informasi palsu, aku sangat menaruh waspada kepada segala tindakan mereka.


Tak ada jalan lain lagi, kami mengikuti keinginan nenek. Kami bersiap-siap, menaruh berbagai barang bawaan, mengganti pakaian ringan dan kembali ke ruang tengah penginapan.


Ruang tengah terlihat terang karena disekitar ruangan itu telah disiapkan sumber penerangan, begitu pula pada jendela kaca panjang di sisi ruangan, terisi oleh sisa cahaya matahari, membantu penerangan.


Di tengah-tengah ruangan terdapat meja besar, bukan... Itu gabungan dari empat meja yang disatukan dan diberi alas di atasnya. Ini sudah di siapkan?


Aku dan Noland berjalan mendekat ke meja itu, karena meja itu terlihat mencolok.


"Duduk saja dulu." Terdengar suara yang sama dengan suara yang mengundang kami sebelum. Itu suara nenek dari dapur.


Tak merasa enak, Noland menolak perintah suara itu. Dia berjalan mendekati sumber suara itu berasal.


"Apa ada yang bisa dibantu Nek?" tanyanya sambil memasuki dapur.


Noland memilih untuk membantu nenek, sedangkan aku memilih untuk duduk seperti apa yang diperintahkan. Mengerti lah, aku orangnya memang seperti ini.


Milin sedang mengurusi anak dari kerajaan, Noland sedang berupaya untuk membantu Nenek di dapur (kemungkinan besar itu tentang makanannya) sedangkan aku duduk diam seperti seorang tamu utama yang harus dilayani. Tenang saja aku tahu apa yang kuperbuat. Kehidupan manusia memang sangat rumit.


Sepertinya terjadi beberapa obrolan dari dalam dapur. Aku sama sekali tidak dapat mendengar dengan jelas.


Setelah tadi terdengar beberapa obrolan, sekarang berganti menjadi suara piring yang berdentingan. Sepertinya sebentar lagi Noland dan Nenek akan datang ke mari.

__ADS_1


Ngomong-ngomong aku sangat penasaran dengan kondisi Milin dan anak dari kerajaan itu, apa semuanya baik-baik saja? Jika itu Milin dengan kepribadiannya yang terbuka dan selalu menyerang, aku berharap dia bisa menembus perisai hati anak itu. Itu sakan sangat membantu.


Aku agak ragu kerajaan memberikan anak itu tanpa alasan, aku masih berharap. Tapi saat itu, pemuda itu hanya tersenyum mencurigakan dan langsung menutup diskusi kami. Huh... Ini susah.


Setidaknya aku akan menanyai anak itu tentang perihal ini nanti.


Suara langkah kaki mulai terdengar samar-samar dari dalam dapur, langkah kaki itu menuju pintu dapur. Mereka akan keluar ke mari.


Sesuai dugaanku, Noland muncul dari dalam dapur dengan kedua tangannya mendorong sebuah meja dorong kayu. Setelah Noland, disusul oleh Nenek dibelakangnya. Melihat mereka berdua datang ke arahku, aku memutuskan untuk berdiri dan menyambut dengan gembira.


Di atas meja dorong itu sudah siap beberapa piring yang terisi oleh menu makan malam. Jujur saja aku masih tidak mengetahui secara lengkap tentang makanan yang ada di kota ini, selama ini aku hanya memesan makanan yang tampak familier bagiku. Makanan dari kota ini masih belum menyebar ke kota-kota lain. Mungkin sekali-kali aku akan belajar memasak makanan-makanan ini, dan menjualnya di kota lain, setelah itu buka gerai lain lagi.


Noland mulai mengambil langkah berikutnya, ia menyajikan makanan di atas meja dorong itu ke meja. Aku akan menolong.


Hari benar-benar sudah malam, sudah tidak ada secercah cahaya matahari lagi, melainkan sudah diganti dengan pantulan cahaya bulan. Jika kamu menengok ke luar, maka kamu akan melihat jalanan dihiasi oleh lentera yang dipasang di sebuah kayu, persis seperti lentera jalan di masa depan. Cahaya-cahaya dari bangunan dan rumah penduduk juga tak mau kalah.


Aku, Noland, dan Nenek sudah lengkap semuanya duduk di atas meja dengan segala menu sudah di depan mata. Sedari tadi kami membicarakan tentang anak dari kerajaan itu, mumpung Milin tidak ada di sini. Nampaknya Nenek mengerti permasalahannya. Anak dari kerajaan itu masih belum menampakkan dirinya, ia masih bersama Milin di dalam sana.


Kerajaan Breithorn ternyata kerajaan yang begitu luas, dibuktikan oleh hamparan taman di bagian depannya, aku masih belum tahu pasti luas di dalamnya, tapi itu pasti lebih luas dari taman yang dimilikinya. Seragam kerajaannya pun beragam dan tampak elegan dan mewah, seperti kerajaan makmur lainnya. Terakhir kali aku hanya melihat 3 variasi seragam yaitu seragam berwarna merah untuk penjaga di luar kerajaan, seragam berwarna perak untuk prajurit di pos gerbang kerajaan, dan seragam coklat yang sepertinya diperuntukkan oleh petinggi militer khusus dengan berbagai pin mengkilap di atas seragammya. hal-hal itu cukup menarik bagiku, oleh karenanya aku sangat ingin untuk masuk lebih dalam dan melihat lebih banyak lagi. Tapi sayang terhambat oleh paradigma buruk mereka terhadap orang asing.


Agak egois kesannya bila aku menyeret Noland dalam permasalahan ini, tapi kami sejak awal memang sudah berkomitmen akan terus melangkah menuju tujuan kami, dan tampaknya dia menikmatinya.


Di tengah-tengah pembicara kami dengan Nenek mengenai kerajaan yang menolak kami, terdeteksi dua aura baru yang berjalan menuju ke tengah ruangan. Itu mereka, mereka tampaknya sudah selesai. Tak lama kemudian Noland dan Nenek menyadarinya juga dan mulai menengok ke sumber aura itu, aku ikut bersama mereka.

__ADS_1


Aku pertama-tama melihat orang dengan aura yang paling kuat, dia Milin dengan pakaian santainya berwarna kuning terang tanpa lengan. Rambut pendek coklatnya bersinar serta wajahnya yang cerah memperkuat auranya. Ia menampakkan dirinya dengan sangat percaya diri. Ia menggenggam tangan seorang di sampingnya, ia pasti anak dari kerajaan itu.


Seperti juri kontes fashion aku memindahkan perhatian secara perlahan ke seorang di sebelahnya.


Aku baru memikirkannya...


... Dia seorang anak perempuan?


Itu dibuktikan oleh rambut lurus panjangnya yang melebihi pundaknya, dia memakai pakaian putih dengan lengan panjang, dan rok santai pemberian dari Milin. Kulitnya bersih dan terlihat halus, sangat berbeda saat pertama kali kulihat di kerajaan.


"Dia perempuan?" tanyaku ke Noland di sebelahku dan nada tak percaya.


"Kamu memang tidak peka, Arthur." jawabnya singkat.


Selama ini Noland udah menyadarinya?


"Hoho, mungkin tuan Arthur terkecoh dengan penampilan ia yang lusuh sebelumnya. Tapi ini semua berkat barang yang diberikan oleh tuan Noland kepada kami kemarin. Cairan itu memang ajaib," jelas Nenek.


"Cairan?" tanyaku berbisik dengan Noland.


"Sabun dan shampo produk kita."


"Oh."

__ADS_1


Aku mengerti sekarang.


__ADS_2