
Kami sudah dibebaskan oleh para prajurit keamanan pada saat sore hari menjelang malam.
Inginnya saat ini aku langsung pergi menuju penginapan untuk beristirahat di ranjang yang empuk... menenangkan diriku dari hari yang membosankan dan menyebalkan ini.
Tapi tak ada hujan, tak ada angin... Mr.Meinhard tiba-tiba menanyaiku tentang alat yang aku gunakan untuk melarikan diri bersama Evelyn kemarin malam.
Dari mana mana dia tahu? ... Evelyn.
Yah, menang sudah menjadi resiko untuk menunjukkan alat itu...
Aku sudah berusaha untuk menolak secara halus dengan membuang muka untuk menolak topik itu.
Seakan-akan menghancurkan harapanku untuk kedua kalinya... saat ini aku sedang digiring untuk pergi bersamanya, tentu saja hanya aku seorang diri.
Kenapa Mr.Meinhard begitu penasarannya?! Sudah tentu untuk meraup keuntungan!
Ah sudahlah, aku akan mengikutinya... Sambil nanti aku tanyai dia tentang kerajaan untuk perjalanan kami selanjutnya.
Aku memerlukan gudang informasinya.
Alat yang aku gunakan saat itu adalah stun gun yang masih tersimpan di salah satu sakuku.
Aku merakitnya saat sedang membuat parfum saat berada di pabrik kecil kemarin.
Tiba-tiba terpikirkan olehku untuk membuat alat itu karena di atas meja kerja, terdapat beberapa baterai sederhana dan juga serta komponen-komponen yang mendukung cara kerja stun gun.
Aku tak menyangka alat itu akan dipakai begitu cepat.
Sejujurnya, aku belum sama sekali mengujicoba alat itu... Atau dalam kata lain, aku masih belum menyempurnakan settingan pada stun gun ini.
Jadi saat aku membela diri kemarin, aku hanya berharap agar orang-orang yang aku kenai dengan alat ini tidak mati ditempat karena kekuatan tegangan listrik yang belum disetting.
Untunglah saat itu mereka baik-baik saja... Yang aku lihat.
Jika mereka baik-baik saja, seharusnya mereka sudah diamankan saat ini.
Aku sedang berada di dalam kereta kuda mewah yang sedang berjalan ke Asosiasi Pedagang dengan menyusuri jalanan kota.
Kondisi kota sudah agak gelap, namun berbagai penerangan dipasang dimana-mana.
Yang paling terang terletak di samping jalan, di tengah-tengah lapangan yang beralaskan rerumputan.
Walaupun berada di dalam kota, lapangan itu kira-kira hampir setara dengan lapangan sepak bola di kehidupanku sebelumnya
Di atas rerumputan sambil diterangi dengan penerangan seadanya, terdapat banyak orang yang berkerumun untuk melihat sekelompok orang menari dan menyanyi dengan indahnya di tengah-tengah lapangan.
Aku memandangi sekumpulan orang-orang itu dari dalam kereta tanpa mulai berbicara dengan Mr.Meinhard di depanku.
Aku tak pernah menoleh ke arahnya sejak kami masuk ke dalam kereta
Mr.Meinhard, mulailah sebuah topik!
__ADS_1
Tak kusadari, kereta kuda tiba-tiba melintas pada jalur yang salah, jalur yang tidak menuju Asosiasi Pedagang.
Aku kira kita akan ke Asosiasi Pedagang, namun sepertinya salah. Akan kemana kita sebenarnya?
Kereta kuda terus menjauh dari keramaian, dan mulai memasuki jalanan yang agak sepi.
"..."
Tak lama setelah itu, kereta kuda memasuki sebuah jalanan agak sempit, dan berhenti.
Sambil terus melihat ke arah samping jendela, aku akhirnya menyadari.
Bahwa, kita tidak akan kemana-mana. Kita akan tetap berada di dalam kereta.
Sempat aku menduga bahwa aku akan digiring ke tempat yang istimewa! tapi... akhirnya aku digiring di jalan seperti gang kecil yang sangat sepi dan rahasia. cih.
"Baiklah Arthur, bisa kamu jelaskan semuanya kepadaku?" tanya Mr.Meinhard dihadapanku memulai percakapan.
Aku mulai secara perlahan-lahan mengarahkan pandanganku ke wajahnya.
"Tentang apa?" tanyaku pura-pura tak tahu.
"Tentang apa lagi? Tentang alat yang kau gunakan untuk melarikan diri bersama nona Evelyn."
Sudah kuduga! memang karena alat ini! Sudahlah Mr.Meinhard, biarkan aku istirahat hari ini.
"Bukan alat yang begitu istimewa..." ucapku coba menyakinkan Mr.Meinhard.
"Jadi... Alat yang dapat melumpuhkan delapan orang dewasa adalah alat yang tidak istimewa?."
Syukurlah mereka hidup, aku tak ingin menjadi pembunuh pada umurku yang masih sangat muda ini.
"... Iya... Menurutku."
"Menurutmu? Berarti masih ada alat yang lebih hebat lagi dari alat yang kau gunakan kemarin?" ucap Mr.Meinhard sambil berusaha untuk mengintimidasiku.
Ah! Aku kelepasan! Kenapa aku sangat mudah untuk membuat kesalahan fatal seperti itu?!
"Kenapa engkau sangat begitu peduli?"
"Jika aku mejawab 'karena penasaran saja.' bagaimana?"
"Jadi ini semua untuk memuaskan rasa penasaranmu?"
"Ya."
Dia tahu bahwa aku membawa alat yang dapat melumpuhkan delapan orang dewasa atau bisa saja lebih... Tapi kenapa dia sangat percaya diri sekali dengan berhadapanku serta membawaku ke tempat sesepi ini.
Sepertinya Mr.Meinhard ingin membuktikan kepercayaannya kepadaku.
"Sungguh?"
__ADS_1
"Perlu berapa kali aku mengulanginya?"
"Sekali lagi, dengan sangat rinci."
"Huh?! ...Aku sungguh-sungguh ingin mengetahuinya karena penasaran."
"Hal ini tidak gratis, bukan?"
"Huh... Iya. Apa yang kamu inginkan?"
Ini dia!
"Aku hanya ingin informasi tentang kerajaan yang memerlukan tenaga kerja saat ini."
Setelah mengatakan permintaanku, tubuh Mr.Meinhard seketika diam seperti membeku.
"Mr.Meinhard pasti akan terkejut..."
Ingatan tentang ucapan Evelyn tiba-tiba terlintas di kepalaku. Sepertinya Evelyn benar.
Perlu beberapa detik untuk Mr.Meinhard melanjutkan percakapannya kembali.
"Tenaga kerja di kerajaan? Untuk apa?"
Aku harus hati-hati mulai dari sini.
"Aku dan Noland ingin bekerja di kerajaan, mewujudkan tujuan awal kami untuk memulai perjalanan berkelana ini."
"Kenapa harus kerajaan? Di sini saja sudah cukup, kan?"
"Iya... benar, di sini memang sudah sangat-sangat cukup, melebihi ekspetasi awalku. Aku juga sangat berkeinginan untuk dapat sementara menetap di kota ini, tapi aku harus mengejar tujuan awalku... Tujuan yang memulai semua hal ini."
"..." Tidak ada tanggapan dari Mr.Meinhard.
Hei, respon lah sedikit, aku sudah menyiapkan kata-kata ini sejak dari tadi pagi !
"... Aku tak bisa menghalangimu dan Noland untuk meraih tujuan kalian. Tapi ada satu hal yang penting... Kerajaan sangat berbeda seperti yang sering dikisahkan, di dalam kerajaan dipenuhi dengan orang-orang yang sangat licik," ucap Mr.Meinhard denhan nada sebal.
Bukankah itu sama denganmu, Mr.Meinhard?
Saat ini Mr.Meinhard sedang memasang pose melipat tangan sambil duduk dengan mata tertutup dan menghadap ke arah bawah, seperti merenung.
"Iya, aku dan Noland sudah mengetahuinya."
"Memang mungkin kalian sudah mengetahuinya, tapi menurutku kalian masih belum siap dengan kehidupan yang sangat berbeda itu."
"Mengapa seperti engkau sangat mengetahuinya betul? Apa engkau pernah mengalaminya langsung?"
Tiba-tiba tubuh Mr.Meinhard menegang.
Ada apa? Apa tebakanku benar? Jika kupikir-pikir Mr.Meinhard bisa saja memiliki pengalaman yang buruk dengan kerajaan, karena dia adalah pengelolaan Asosiasi Pedagang yang sangat terkenal.
__ADS_1
"Itu mungkin adalah salah satu alasanku untuk mengetahui barang yang kau gunakan kemarin."
"Huh?"