
handphone ku berbunyi... membuatku terbangun dan kulirik jam, huuhh ini bahkan baru jam 05.00 pagi kenapa ada yang iseng menelponnya sepagi ini.
"hallo.." suaraku serak khas orang yang baru bangun tidur
"hallo... bi... kamu dimana?"
"Indra kamu uda bangun, gimana uda enakan badannya? makan dulu buburnya. maaf yaa aku ga bisa nemenin soalnya harus kerja pagi ini" jawabku seadanya berharap Indra cepat menutup telepon nya karena aku masih sangat mengantuk.
"bi hari ini bisa makan siang bareng? please aku mau ngomong makasi langsung"
"okedeh aku tutup dulu ya, semangat sembuh yaa ndra" tanpa menunggu jawaban dari nya aku menutup telepon, kalah lagi deh lagi-lagi aku mengambil keputusan terburu-buru mengiyakan mau nya Indra, dasar bucin... otak mau move on tapi hati rindu setengah mati *aku memaki diriku sepagi ini so sad.
pukul 07.00 pagi aku sudah berada di kantor. bahkan OB saja baru datang... semua ini gara-gara si mantan yang bikin gak bisa tidur lagi tadi pagi padahal masih ngantuk banget! *lagi-lagi pagi ini aku sangat kesal dibuatnya.
"bianda.... pagi sekali" ucap seseorang dibelakang ku saat aku sedang berada di pantry kantor. kaget dan segera berbalik ternyata Rega, keren sekali Bos besar sudah datang sepagi ini "selamat pagi pak... kebetulan saja saya berangkat pagi hehe... mau sekalian saya buatkan kopi pak?" tanyaku basa-basi.
"boleh, tanpa gula ya... terimakasih"
aku hanya tersenyum kikuk, yang benar saja sepagi ini minum kopi tanpa gula... "ini pak kopinya, saya duluan ke ruangan dulu permisi"
"saya kira kita bisa berbincang sedikit, ini masih sangat pagi belum ada yang bisa kita kerjakan"
__ADS_1
"eehh iya pak" aku pun duduk di kursi berhadapan dengan Rega.
"bagaimana bianda apa kamu nyaman kerja disini?"
"iya pak saya betah, teman-teman baik dan mau membantu mengajari saya"
"jangan panggil pak, panggil Rega saja sepertin yang lain"
"ahh jangan pak saya gak enak"
Rega tertawa "emang aku keliatan tua ya? iyasih ada beberapa uban hehe"
sepertinya aku salah bicara semoga tidak menyinggung hati pak bos*kataku dalam hati.
huuuuufftt.... akhirnya, entah kenapa setelah semua yang ku lalui aku seakan tak ingin dekat-dekat dengan pria, siapa pun... entah karena sudah mulai nyaman sendiri atau karena hati yang masih terluka ini.
waktu pun berlalu hingga tak terasa sudah waktunya istirahat makan siang, aku ingat janjiku pada Indra namun dia tak juga memberi kabar, ku putuskan keluar kantor mencari makan siang terdekat... kemudian handphone ku berdering.
"hallo bi.. aku di depan kantormu" kata Indra diseberang sana.
"iyaa aku samperin kamu, tunggu ya" kenapa baru ngabarin sih, untung belum beli makan... nyebelin!
__ADS_1
segera setelah melihat mobil Indra aku langsung berlari dan duduk manis jok depan sebelah sang pengemudi.
"mau makan dimana?" tanyaku basa-basi.
"ayo kita cari udon, sudah lama ga makan itu" kata Indra sambil tersenyum.
aku hanya dia dan berusaha meyakinkan diriku untuk tidak lagi tergoda dan luluh, walau sikap Indra sangat manis sekarang.
setelah sampa di sebuah resto bernuansa Jepang kami pun memesan makan dan mulai makan, tanpa ada pembicaraan lebih lanjut kami terhanyut dalam pikiran dan perasaan masing-masing... tidak, sepertinya bukan kami tapi hanya aku.
"kamu sekarang kerja di WO?" Indra membuka pembicaraan.
"heemm... begitulah"
"bi.... aku minta maaf..."
deg... tidak, jangan sekarang aku tidak mau mendengar kata-kata itu, susah payah aku berada sejauh ini, tertatih meraih posisi ini, kenapa dia baru datang dengan maaf itu sekarang? it's too late darling
"udahlah ndra aku yakin apapun yang kamu lakukan ada alasannya, aku sudah sangat menerima, kita juga sudah punya hidup masing-masing dan aku harap kamu bahagia, jangan sakit lagi, semangat!!" lagi-lagi aku dapat menutupi kesedihanku. aku berdiri dari kursi dan beranjak pergi.
"aku harus kembali ke kantor, masalah ini kita gak usah lagi yaa ndra ,dan aku minta maaf kalo selama hampir dua tahun ini selalu menyusahkan, well... aku gak bisa ganti apa yang sudah kamu lakukan atau kasih ke aku, pelan-pelan ku cicil sedikit-sedikit, biar gak ada rasa bersalah di hatiku, aku balik yaa ndra" aku langsung melangkah pergi.
__ADS_1
"bi... bentar bi.. aku belum selesai..." teriakan Indra masih sangat jelas terdengar, tidak aku tak boleh lemah dan menyerah, sulit bagiku bertahan di posisi ini. ini awal titik balik dalam hidupku awal hari baruku.