Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Pendekatan di Restoran


__ADS_3

Hari pertama terbilang cukup sukses untuk mengambil rasa kepercayaan mereka kepada kami, sehingga kami hanya tinggal mempertahankannya saja, dan perlahan-lahan masuk lebih dalam ke kehidupan mereka. Satu hari tidak cukup untuk itu. Fakta bahwa mereka adalah lima bersaudara akan sangat membantu kami untuk memperkuat ikatan kami sekaligus. Hingga nanti, suatu saat, muncul momen yang tepat untuk menanyai tentang hal itu.


Tentu saja kami tidak terlalu bergantung pada harapan abu-abu yang masih tidak jelas itu. Selain mencoba mencari 'hal itu' di restoran itu, kami dibantu oleh Mr.Wolf mencari banyak informasi mengenai penjarahan harta itu. Pelaku, waktu dan rute... Semuanya kami selidiki. Namun sayangnya, tidak ada yang spesial dari itu. Informasi-informasi itu pasti sudah diketahui juga oleh pihak kerajaan. Yang kami lakukan adalah mempelajari dan mencari pola-pola yang mungkin dapat membantu.


Ada satu hal yang aneh, yang baru kuketahui. Di suatu malam, Chloe berterus terang kepadaku dan Noland bahwanya dia sangat senang melakukan pencarian ini bersama kami, karena sebelumnya dia merasakan hal aneh di dalam tubuhnya dan pingsan berkali-kali karenanya. Jadi, dia tidak masalah bila pencarian ini memakan banyak waktu.


Dia pingsan berkali-kali?! Aku menjadi sedikit khawatir... karena munculnya dugaan alasan diberikannya Chloe kepada kami untuk membantu pencarian kami, hanya semata-mata untuk membuang sampah tak berguna... Seperti apa yang dikatakan oleh Mr.Wolf.


Tapi untung saja, kondisinya sudah normal saat ini, dan semoga saja akan tetap normal. Walaupun ada sikap aneh yang muncul sebelumnya yang mengarahkan kami kepada harapan abu-abu yang sedang kami hadapi saat ini.


Aku menyerah untuk menyembunyikannya lebih lama. Alhasil kucoba berterus terang kepada Mr.Wolf mengenai alasan kami menduga restoran itu memiliki harta yang hilang itu.


Mendengar penjelasan kami, Mr.Wolf hanya tertawa lepas dan berkata satu kata 'Menarik!' kutanyai lebih lanjut, namun Mr.Wolf menjawabnya dengan hal yang tidak begitu berarti.


"Arthur, apa kamu tahu sebutan lain dari kerajaan ini, lebih tepatnya kota Breithorn? ...Kota keajaiban."


Apa untungnya aku mengetahui pengetahuan umum seperti itu? Itu tidak berguna untuk masalah kami saat ini.


Mr.Wolf memerintahkan kami untuk fokus mencari harta itu di restoran kecil itu, sedangkan untuk mencari informasi, serahkan kepadanya. Dia semakin hari bersikap selayaknya bos kepada kami, yah itu lah realita saat ini.


Kami mematuhinya.


Pada akhirnya hanya ada satu jalan, yaitu menunggu dengan sabar dan bergantung pada harapan abu-abu itu.


......................


Hari berikutnya di Restoran. Kondisinya tepat seperti apa yang telah diduga oleh Jack kemarin malam. Alhasil, kami harus bekerja keras lagi dan lagi. Aku masih memegang jabatan sebagai pengelola laporan keuangan sebagai pekerjaan utamaku. Namun sesekali aku membantu untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan, sambil berusaha mendekatkan diri kepada rekanku saat ini.


Rekanku saat ini adalah Elli. Seorang gadis yang bertugas di dapur. Umurnya tidak terlalu jauh denganku, hanya satu tahun di bawahku. Jadi, kami dapat berbicara selayaknya kawan sebaya.

__ADS_1


"Elli, aku penasaran kenapa kamu mengambil tugas di dapur? apa kamu sangat suka memasak?"


"Ya aku suka memasak! karena sewaktu aku masih seorang anak kecil yang cengeng, ibuku sangat suka dengan makanan yang kubuat dan selalu memujinya."


Aku sangat ingin menanyakan mengenai tentang ibunya, namun itu adalah langkah yang sangat amat buruk. Karena aku tidak melihat ada satupun orang tuanya yang berada di restoran. Kemungkinan besar...


"Kalau Kak Nick bagaimana? dia juga tampaknya suka memasak?" lanjutku bertanya.


"Kak Nick juga suka memasak... cih! malu mengakuinya, namun ia lebih hebat dariku. Aku bersumpah akan mengalahkannya suatu saat nanti! Aku hanya kalah di umur! jika aku sebaya dengannya, aku pasti akan menang."


Terus buat dia bercerita! itu adalah cara terbaik untuk membentuk suatu hubungan!


"Bukankah menurutmu, Kak Nick sedikit tampan?"


"Hah? kamu juga berpikir begitu? ...Bukan hanya kamu yang berpikir begitu, banyak juga dari pelanggan kami... dan sebagian besar adalah wanita. Apa kamu tahu? Sebelumnya kami pernah menarik pelanggan dengan ketampanannya, dan anehnya itu berhasil. Sudahlah daripada membahas itu, lebih baik kita mampir ke sana!"


"Emm bukankah kita harus membeli bahan-bahan?"


......................


Keesokannya aku mendapat kesempatan untuk membeli bahan-bahan lagi, dan kali ini aku bersama Jack, karena dia tidak punya kerjaan. Emm... dia punya beberapa waktu kosong.


"Aku menduga alasanmu menjadi pemilik restoran itu karena umurmu paling tua! benar bukan?"


"Mengatakan 'tua' itu sedikit menyakitkan, Arthur. Tapi apa yang kau katakan itu benar. Mentang-mentang umurku paling tinggi diantara yang lain, aku yang harus mengelola hal ini, hal itu, dan lainnya yang sangat merepotkan! Aku menginginkan kesetaraan!"


"Apa kamu gak pernah bosan menjadi pemilik restoran?"


"Hmm... Pada dasarnya aku bukanlah pemilik restoran, tempat itu milik kami berlima, dan kami harus berdiskusi untuk membuat keputusan untuk tempat itu. Tempat itu adalah warisan yang sangat berharga, jadi mau tidak mau kami harus menjaganya. Jika kau bertanya bosan, aku akui aku pernah beberapa kali bosan, karena aku bercita-cita untuk menjadi prajurit."

__ADS_1


"Prajurit? itu cocok untukmu."


"Terima kasih, aku bersikeras untuk membentuk otot-otot ini. Tapi sepertinya aku tidak akan pernah menjadi prajurit."


"Menurutku walaupun kamu tidak bisa menjadi prajurit, setidaknya otot-ototmu bisa mengusir preman-preman yang ingin mengganggu."


"Hahah! itu mengingatkanku sesuatu! Pernah suatu malam tempat kami di datangi orang-orang bringas yang ingin menjarah kami. Aku kesal dong! aku tak sengaja memukul mereka di beberapa titik dan membuat mereka terlempar karenanya."


"Wah! dan orang-orang itu tak pernah kembali lagi, kan?"


"Tidak, mereka kembali setiap saat. Mereka menjadi pelanggan setia kami setelah saat itu."


"..."


......................


Beberapa hari berikutnya aku mendapatkan lagi kesempatan untuk membeli bahan-bahan, rekanku kali ini adalah Foys.


"Apa kamu tahu, Arthur. Tadi pagi ada pelanggan yang sangat menyebalkan, dia membentakku seolah-olah dia adalah seorang raja! bahkan lebih buruk dari itu! padahal aku hanya melakukan tugasku seperti biasanya, namun apa yang kudapatkan? Penghinaan! Aku menahan emosiku saat melayaninya saat itu dan berusaha melupakan sikapnya kepadaku supaya tidak merembes kepada pelanggan lain. Namun saat Kak Eva yang melayaninya, dia malahan bersikap seperti bayi cengeng yang perlu kasih sayang! Apa-apaan itu coba! dasar pria mesum! Ya tuhan, jangan temukan aku dengan orang-orang semacam itu lagi! aku bisa gila! Jika kamu bertemu dengan orang seperti itu, tinggalkan saja, mereka orang-orang stress!"


"...Oke."


Ternyata dibalik sikapnya yang pendiam, dia memiliki banyak unek-unek di dalam hatinya.


......................


Sudah beberapa hari semenjak usahaku untuk mendekatkan diri dengan mereka berlima dimulai, dan tampaknya hasilnya sudah semakin jelas. Hal itu juga dilihat dari Noland yang sudah sangat dekat dengan semua pemilik restoran.


Noland memang jangan dilawan jika dalam urusan ini. Dia membentuk hubungan sangat cepat dan baik.

__ADS_1


Chloe juga sudah merasa nyaman saat ditanyai oleh beberapa orang bahkan pelanggan yang berkunjung di sini. Mungkin tempat ini cocok untuk melatih skill komunikasi.


Kami tetap bekerja keras sambil mendekatkan diri hingga suatu hari seperti yang dijanjikan. Saat pendapatan kami stabil, kami akan berpesta. Untuk itu saat ini kami semua berada di gudang bahan makanan.


__ADS_2