Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Keajaiban di Kerajaan Breithorn


__ADS_3

Waktu terus berlalu, aku tidak menghitungnya secara pasti, namun sampai sekarang Noland masih belum kembali membawa informasi. Apa dia baik-baik saja? Dia tidak tersesat kan?


Aku masih duduk terdiam dengan menyerahkan sebagian tubuh atasku di atas meja kayu yang sudah dibersihkan oleh Milin sebelumnya. Milin serta Neneknya sesekali berbincang-bincang denganku, namun sayangnya aku hanya bisa menjawab terbatas.


"Penginapan ini sebenarnya pernah hampir bangkrut karena sangat sedikit pengunjung yang datang ke kota ini," ucap Nenek Milin yang duduk di bangku kiriku.


"Benarkah?" responku.


"Benar Tuan!" konfirmasi dari Milin yang duduk di bangku sebelah kananku.


"Dan bukan karena itu saja, penginapan ini pun hampir pernah bangkrut karena krisis dana yang dialami kami," lanjut jelas Nenek Milin dengan nada sedikit sedih karena mengingat masa-masa pahit yang dialaminya.


"Jadi, apa yang terjadi berikutnya?" tanyaku melanjutkan topik.


"Keajaiban! Tiba-tiba kerajaan memanggil seluruh penduduk kota dan melakukan pengumuman yang isinya sangat rumit, aku tidak mengerti sama sekali," jawab Milin.


"Dan-dan! Berapa hari selanjutnya, sepertinya sekitar empat hari, tiba-tiba banyak sekali orang yang bergerombol datang dari pelabuhan dan perbatasan, ternyata mereka semua adalah pengunjung! Semua penduduk kota sangat kaget dan menganggap itu adalah sebuah keajaiban! Itu benar-benar seperti sihir pemanggil orang!" lanjutnya dengan sangat berapi-api menjelaskannya kepadaku.


"OーOh!?"


"Seperti yang dikatakan oleh Milin. Kemungkinan besar semua hal itu terjadi karena putri kerajaan yang mendapat beberapa kekuasaan saat ini," jelas Nenek Milin.


"Putri kerajaan yang mendapat beberapa kekuasaan...?"


"Saat pemanggilan seluruh penduduk kota, tentunya kami harus menghadirinya. Ada sesuatu hal yang seketika mengejutkan seluruh penduduk kota yaitu bahwa bukan Sang Raja yang memberikan pengumuman, melainkan putri kesayangannya..."


'Apa anehnya?' pikirku.


"... Kemudia Tuan Putri melanjutkan pengumumannya dengan kami berusaha mendengar dan memahami dalam diam. Seluruh isi pengumuman yang di katakannya sama sekali tidak masuk akal, tidak realistis. Itu seperti ia berusaha untuk membangun peradaban seperti dunia sihir yang diceritakan untuk anak kecil."


"Hey! Dunia sihir itu seru!" sahur Milin dengan lantang.


"Iya-iya," ujar Nenek sambil mengangguk-angguk.


"..." Aku diam memahami.


"Alhasil dari pengumuman yang tidak masuk akal itu, seluruh penduduk merasa pengunguman itu hanyalah lelucon semata dari Tuan Putri yang masih berjiwa kanak-kanak," lanjut jelas Nenek.


"Berjiwa kanak-kanak? Jika boleh tahu, berapa usia Tuan Putri itu?"


"Jika tidak salah, sekarang Tuan Putri berusia sekitar 13 tahun menuju 14."


'Hampir sebaya denganku!! Jadi dia melakukan segala hal itu pada usianya yang masih kategori kanak-kanak!?' gumamku kaget dalam hati.


"Hoh... Dia sangat pemberani sekali ya..." ujarku.


Sudah berani untuk berbicara dihadapan seluruh penduduk kota?! Itu sudah sangat luar bisa.

__ADS_1


"Ya, Tuan Putri sangat pemberani. Dan anehnya seluruh ucapannya sangat meyakinkan, pemberi harapan bagi seluruh penduduk kota. Kami semua seperti sedang disihir untuk mengikuti segala ucapannya."


"Dan akhirnya, seluruh ucapannya menjadi kenyataan dan membuat keadaan kota membaik dari sebelumnya. Walaupun pada awalnya perkataan itu hanya seperti mimpi siang bolong semata. Begitu kan?" Ucapku berusaha mengambil kesimpulan.


"Kurang lebih begitu. Sejak itu, kehidupan di kota sangat berubah seperti yang mungkin sudah kalian lihat kamarin mulai dari pelabuhan. Karena segala keajaiban itu, penduduk kota menganggap Tuan Putri sebagai titisan Dewi Kemakmuran."


"Yah, penduduk kota memang masuk akal menganggap begitu."


"Milin ingin seperti Tuan Putri!" seru Millin tiba-tiba masuk dalam percakapan. Dengan mengancungkan tangan kamannya yang kecil itu ke atas, Milin bertekad dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti jejak Tuan Putri.


"Ambisi yang bagus, Milin," pujiku.


Nenek hanya bisa tersenyum di hadapannya.


"Milin mulai bermimpi ingin seperti Tuan Putri sejak ia menyelamatkan penginapan kami ini dari krisis dana," ucap Nenek menjelaskan.


"Ya dari situ! Milin pasti akan menjadi seperti Tuan Putri!" sahut Milin dengan ambisi yang berkobar.


"Apa lagi itu?" ucapku penasaran.


"Mungkin setahun yang lalu, penginapan ini menghadapi krisis dana yang hampir membuat kami bangkrut. Jadi, kami meminta pertolongan pribadi dengan pihak kerajaan untuk membantu memberikan solusi terbaik. Dan ternyata orang yang rela untuk dimintai pertolongan adalah Tuan Putri itu sendiri, ia sedang menjadi pujaan dari seluruh penduduk kota."


"Tentu kalian sangat terkejut kan?" tanyaku.


"Tentu saja! Sampai-samlai Nenek membaca surat itu berulang-ulang dan bahkan Nenek masih menyimpan surat itu baik-baik," ucap Milin dengan nada mempermainkan Neneknya.


"Heh Milin!" "Hehe" jawab Milin dengan senang karena berhasil mengerjai Neneknya.


"Milin menggunakan gaun yang indah saat itu loh," ucap Milin memberitahuku.


Aku tersenyum dan mengangguk ringan.


"Tapi tetap saja kalah dengan pakaian kerajaan. Selanjutnya kami diarahkan masuk kedalam kerajaan yang luas dan megah."


"Kerajaan itu sangat besar dan atapmya sangat tinggi! Banyak lampu chandelier yang cantik, digantung di atas situ. Pilar-pilarnya tebal dan kokoh dan banyak penjaga menggunakan pakaian kerajaan serta senjata modar-mandir di dalamnya!" jelas Milin.


"Woah."


"Ya seperti itu, kerajaan seperti dunia yang berbeda. Singkat cerita kami bertemu dengan Tuan Putri di sebuah ruangan penuh alat-alat yang berbentuk indah. kami memberikan semacam hadiah untuk tanda terima kasih, mengucapkan hormat dan mulai berdiskusi. Apa kamu masih ingat apa yang Tuan Putri katakan Milin?"


"Milin lupa, saat itu Milin tertidur."


"Hhh... Kamu ini. Jadi inti diskusi itu adalah Tuan Putri menyarankan kami untuk membangun ruang bawah tanah yang kalian gunakan..."


?!


"... promosi, dan banyak saran perkembangan penginapan dan tentu saja ada bantuan sedikit dana dari kerajaan."

__ADS_1


"Iーitu saja? Jadi yang memberikan ide membuat ruangan bawah tanah adalah Putri Kerajaan?" tanyaku.


"Ya, Putri Kerajaan yang memberikan saran itu agar penginapan kami memiliki pembeda dari penginapan lainnya. Kalau tentang waktu diskusi, sebenarnya kami tidak terlalu banyak memakan waktu dalam berdiskusi. Namun banyak waktu, kami gunakan untuk berbicara ringan tentang keadaan kota dan penduduk lainnya."


Jadi itu tujuannya.


"Jadi, apakah Milin masih tertidur?" tanyaku bergurau.


"Milin bangun saat itu!" jawab Milin.


"Saat itu Tuan Putri membiarkan Milin untuk bermain dengannya, itu membuatku panas dingin melihat Milin bermain dengan Tuan Putri. Mungkin itu cikal bakal mimpinya ingin menjadi seperti Tuan Putri."


"Tuan Putri sepertinya sangat baik dan hebat sekali ya..." ucapku ke arah Milin.


"Iya!" ucap Milin tersenyum dan mengangguk.


Aku langsung mengingat ucapan dari Mr.Meinhard, "Orang-orang dari kerajaan tak dapat dipercaya." Setidaknya aku harus waspada.


"Jadi seperti itu kisah penginapan ini... Terima kasih Nek dan Milin karena repot-repot menceritakannya kepadaku."


"Tidak apa-apa, Nenek juga senang berbincang-bincang hoho."


"Milin juga!"


Begitulah percakapan yang kami lakukan beberapa jam lalu.


Banyak informasi yang aku dapatkan dalam satu percakapan, itu sangat bagus.


Putri kerajaan... Titisan Dewi Kemakmuran...


Hmm...


Dia pasti memiliki ide-ide itu karena ilmu yang tersimpan di dalam buku pada perpustakaan kerajaan itu! Aku harus bisa masuk ke dalam kerajaan!


Sekarang, aku sangat bersemangat.


Sambil merasakan perasaan semangat yang meluap-luap, tiba-tiba terdengar langkah kaki yang tak asing dari arah pintu masuk penginapan.


Aku menoleh ke arah suara itu dan mencoba mengenali siapa yang ada di sana.


Tak perlu mengeluarkan energi yang begitu besar, aku mengetahui bahwa itu ialah Noland, dengan... banyak benda-benda dan makanan aneh di kedua tangannya?!!


"Maaf Arthur, aku tadi berkunjung sebentar untuk mennyapa penduduk dan akhirnya aku mendapatkan semua ini, hehe," ucap Noland sambil mendekat ke arah meja tempatku berada.


"No...land..." "IーIya?!"


"Aku sudah sangat menunggumu dari tadi..."

__ADS_1


"Emm... Ehe!"


Seluruh rasa semangat membaraku tadi seketika berubah menjadi rasa kesal yang tak terbendung lagi.


__ADS_2