
Setelah Evelyn senang dengan pakaian yang akan dia jadikan kostum saat pertunjukannya nanti, kami mulai pergi dari toko baju dan mandangin langit.
Langit masih cerah namun mulai sedikit redup, tidak seterang saat kami mulai berjalan dari penginapan. Ini menandakan sore akan segera tiba.
Kenapa waktu terasa sangat cepat ?!
Menyadari itu aku langsung berbicara dengan Evelyn tentang janjinya dengan sedikit buru-buru.
Tentu Evelyn masih mengingatnya.
Evelyn menepati janjinya, kami segera pergi ke perpustakaan yang terkenal akan kemegahannya yang mampu menandingi perpustakaan kerajaan.
Menurut informasi yang kudapat, perpustakaan ini berada di arah timur air mancur dengan jarak yang lebih jauh dari pada toko baju yang kami masuki tadi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa perpustakaan ini berada hampir diluar area pusat kota. Oleh karena itu kami sekarang berjalan agak cepat serta menyalip beberapa orang dengan kecepatan yang lebih rendah dari kami.
Jalanan kota masih terisi dengan orang-orang dengan jenis pakaian beraneka ragam dengan warna yang mencolok... Menyembunyikan Evelyn dengan penyamarannya.
Beberapa menit setelah melewati air mancur alun-alun kota, kami akhirnya tiba di depan perpustakaan yang dimaksud.
Bangunan yang disebut sebagai perpustakaan itu memiliki tinggi seperti bangunan tingkat dua, dengan banyak jendela kaca di dinding-dindingnya.
Mungkin bangunan dengan banyak jendela kaca sedang menjadi tren saat ini.
Aku sepertinya sudah terbiasa dengan era saat ini, jadi aku terpukau dengan kemegahannya... Walaupun aku tahu ada yang lebih megah lagi di era yang akan datang.
Aku tak memperhatikan wajah Evelyn dengan jelas, jadi aku tidak tahu ekspresinya saat ini.
Secara tak sabar, aku langsung melangkah ke dalam bangunan itu, dan Evelyn mengikutiku dari belakang.
Setelah masuk, aku akhirnya mengetahui tujuan dari banyaknya jendela kaca yang dipasang di dinding bangunan... Yaitu untuk memaksimalkan cahaya yang masuk.
Pencahayaan era ini masih menggunakan lentera dan lilin... Jadi mereka ingin menghemat biaya penggunanya.
Aku disambut dengan besarnya lemari buku yang ditaruh di setiap sisi ruangan. Lemari buku itu penuh dengan buku-buku yang baru serta tampak usang.
Karena tingginya lemari itu, orang dewasa perlu tangga untuk meraih buku yang berada di paling atas lemari.
Di tengah ruangan terdapat meja besar yang dibentuk melingkar... Sepertinya itu meja utama.
Orang-orang yang berada di dalam ruangan ini sebagain besar menggunakan pakaian dengan warna netral, tidak terlalu mencolok. Mereka tampak begitu sibuk dan serius dengan urusan mereka masing-masing sehingga tidak ada yang menyadari kehadiran kami berdua.
Baiklah, mari kita cari informasi!
"Bagaimana pendapatmu, Evelyn?"
"Ya... Tempat ini bagus. Aku tak pernah masuk ke dalam sini, aku hanya sering melewatinya saja."
"Jadi begitu... Ayo kita ke meja utama di sana," ucapku sambil menunjuk ke arah depan.
Sepertinya sebelum mengambil beberapa buku, kami harus mendaftar di meja utama.
Tentu hanya akan aku saja yang mendaftar di sini, Evelyn hanya menemaniku.
Setelah mengurusi banyak hal di meja utama untuk mendaftarkan menjadi anggota, akhirnya kami dapat mengambil buku-buku di sini.
Dengan sangat riang aku mencari-cari buku yang kuinginkan dengan mencarinya di kategori yang telah dikelompokkan.
Aku ingin mencari informasi tentang kerajaan yang berada di timur kota ini... Jadi kami mencarinya pada kategori kerajaan.
Setelah mengobrak-abrik beberapa lemari buku di kategori kerajaan... Kami akhirnya mendapatkan barang yang dicari.
Aku mendapatkan peta kerajaan dan Evelyn menemukan buku yang sangat tebal, yang berisikan karekteristik seluruh kerajaan yang diketahui.
Kami pun berpindah tempat ke salah satu meja yang kosong di sekitar kami.
Kami memilih meja kosong yang memiliki pencahayaan yang lumayan bagus karena jendela kaca di depannya.
__ADS_1
Aku menggelar peta kerajaan di atas meja itu, dan memperhatikannya dengan seksama... Mencari kota Monte Rosa.
Dengan bantuan Evelyn, kami menemukannya.
Itu benar, Kota Monte Rosa terletak di arah utara dari wilayah Alpen dengan jarak yang jauh... Dan bagian timur kota Monte Rosa terdapat kerajaan...
Sepertinya kerajaan ini yang dimaksud oleh Mr.Meinhard.
Aku memperhatikan kerajaan yang paling dekat dengan kota Monte Rosa, dan yang paling tampak meyakinkan...
"Kerajaan Breitーhorn...?"
"Iya, kerajaan Breithorn," ucap Evelyn mengkonfirmasi.
"Breithorn ya..."
Itu keren !
Dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu aku meraih buku tebal yang tampak seperti kitab yang didalamnya terisi dengan informasi dan karakteristik kerajaan yang diketahui.
Semoga saja ada tentang kerajaan Breithorn...
Aku mencari di dalam buku tersebut dengan cara memilih bagian kerajaan yang memuat huruf 'B' di depannya. Dan aku menemukannya... Di bagian paling akhir.
Untunglah ada! Tapi, kenapa ada di bagian paling akhir? Bukannya seharusnya ini berada pada halaman ke lima? Ah sudahlah...
Menghiraukan hal itu aku mulai membaca informasi yang dituliskan di sana... Evelyn ikut membaca di sampingku.
Seperti biasa... Tidak ada satupun gambar di buku ini.
...----------------...
Kerajaan Breithorn.
Kerajaan yang terletak di timur dari laut Eropa Barat, dengan kooordinat: 45.9408° N, 7.7480° E, pada peta yang terbarukan.
Kerajaan ini relatif lebih kecil dari pada kerajaan yang lainnya. Namun, karena kemahiran pengerajin untuk menciptakan desain arsitektur yang luar biasa pada bangunan di sekitar kerajaan tersebut, menjadikan kerajaan ini dapat bersaing dengan kerajaan besar lainnya.
Kerajaan ini memilih untuk mengembangkan teknologi-teknologi untuk mempermudah hidup penduduknya dari pada mengembangkan ilmu berperang. Hal ini menjadikan kerajaan ini rentan diserang oleh kerajaan lainnya.
Tapi dengan hubungan baik serta kerja sama dengan kerajaan sahabat yang sebagian besar merupakan kerajaan besar dengan daya gempur yang sangat mengerikan, menjadikan kerajaan Breithorn terlindungi dari semua mara bahaya.
Karena ambisi kerajaan ini untuk mengembangkan teknologi-teknologi, di setiap titik tertentu dan bahkan di samping jalan, para pengunjung akan melihat berbagai macam bangunan dan alat-alat aneh dan ajaib yang mengundang banyak tanda tanya.
Itulah informasi umum tentang kerajaan Breithorn. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan memperhatikan bagian di bawah ini.
Nama-nama raja yang memerintah Kerajaan Breithorn:
...
...----------------...
Jadi ini kota yang akan kami tuju berikutnya...
"Kota teknologi? alat-alat aneh dan ajaib? ...Itu. sepertinya cocok denganmu, Arthur," ucap Evelyn di sampingku.
"Ya, aku juga merasa begitu. Untunglah bukan kerajaan yang aneh."
"Bukankah itu memang kerajaan yang aneh?" gurau Evelyn.
Gurauan itu membuatku dan Evelyn tertawa kecil di pinggir ruang perpustakaan.
Dari meja kami, aku dapat mengetahui bahwa cahaya yang menyinari buku yang kami baja sudah berubah menjadi kemerahan... Ini berarti hari sudah sore.
"Mari sudahi, Evelyn," ajakku.
"Ya. Sebelum itu kita harus mengembalikan barang-barang ini di tempat awalnya."
__ADS_1
"Tentu."
Evelyn menutup buku tebal itu dan aku merapikan peta kerajaan yang tergerai di atas meja... Dan mengembalikannya di tempat aku menemukannya.
Semuanya telah kembali pada tempatnya, saatnya giliran kami untuk kembali.
Aku dan Evelyn pergi keluar dari perpustakaan yang telah diterangi oleh cahaya dari lilin yang digantung dan diletakkan di tempat strategis.
Kondisi sore Monte Rosa... seperti pasar malam.
Suara riang para anak-anak terdengar sangat jelas. Di beberapa titik akan terlihat banyak pentas seni yang digelar setiap sorenya, alunan alat musik mengiringi kami yang sedang berjalan bersama dengan beberapa orang lainnya.
"Bagaimana, Evelyn? Apa kamu senang hari ini?" tanyaku membuka topik.
"Iya! Aku sangat senang... Hari ini begitu sangat menyenangkan. Mulai dari mencari-cari pakaian dari berbagai macam jenis kain sampai mencari buku-buku dan mendapatkan informasi darinya... Itu semua sangat menyenangkan! Aku berharap hari-hari seperti ini tetap terjadi setiap harinya."
"Syukurlah bila begitu."
"Bagaimana denganmu, Arthur?" tanyanya balik.
"Tentu, aku sangat senang."
Evelyn membalasnya dengan senyuman manis.
Tapi ada satu hal yang aku ingin aku tanyakan padanya saat ini. Bukankah setiap harinya dia sangat sibuk dengan jadwalnya? Kenapa dia tampak seperti memiliki satu hari tanpa jadwalnya?
Aku ingin menanyakannya, namun setelah melihat wajahnya yang sangat bergembira sambil melihat boneka dan patung imut di pinggir jalan... Lebih baik aku tidak menanyakannya.
Itu akan merusak mood-nya.
Satu hari tanpa jadwal yang merepotkan... Bukankah itu hal yang bagus?
Saat ini aku menemani Evelyn untuk kembali ke rumahnya, rumah yang hanya ditinggali olehnya dan Ms.Ariadna.
Evelyn disampingku menuntunku sambil bercerita tentang pengalamannya bermain salah satu permainan di sini bersama Ms.Ariadna.
Evelyn memang benar-benar tidak memiliki teman selain Ms.Ariadna saat itu... Saat ini dia senang karena memiliki teman lainnya, yaitu aku. Dan mungkin Noland di masa depan.
Beberapa menit telah berlalu, dan Evelyn menyatakan bahwa kami telah sampai.
Dia menunjuk ke salah satu rumah...
Aku mengikuti arah tunjukkannya... Dan yah, memang rumah yang besar dan bertingkat.
Di depan rumah itu tampak Ms.Ariadna dengan... Pakaian santainya?!
Dari pakaiannya, dia dapat membuktikan bahwa dia memang benar-benar ahli dalam urusan fashion.
Menyadari kehadiran Ms.Ariadna, Evelyn langsung bergegas ke arahnya.
Di dalam perjalanan Evelyn menuju ke teras rumah... Ms.Ariadna menatapku dengan pandangan tajam. Seperti menanyakan hal yang terjadi hari ini.
Aku membalas dengan ibu jariku, menyatakan bahwa semuanya baik-baik saja sambil berusaha tersenyum natural.
Ms.Ariadna melepas tatapannya dan langsung menyambut kepulangan Evelyn.
Saat Evelyn dan Ms.Ariadna melihatku aku melambaikan tanganku untuk pamit pergi ke penginapanku kembali.
Tampak ragu-ragu, tapi Evelyn akhirnya melambaikan tangannya dengan Ms.Ariadna ikut di belakangnya.
Setelahnya aku memutar badan dan mulai berjalan kembali ke penginapanku.
Dan dengan begitu hari ini pun berakhir.
Sebentar lagi aku akan membuka lembaran baru hariku...
Entah apa yang akan terjadi di hari berikutnya.
__ADS_1