Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Ada Apa dengan Penginapan ini?


__ADS_3

Beberapa percakapan terjadi dengan Chloe berikutnya. Melihat kondisinya yang masih belum begitu membaik secara keseluruhan, aku menyuruhnya untuk istirahat dahulu demi kesembuhannya, sambil menunggu kepulangan Nenek, Milin, dan Noland.


Ngomong-ngomong mereka sudah pergi cukup lama, apa mereka berhasil menemukan dokternya? walaupun Chloe sudah sadar, lebih baik biarkan sang ahli yang memeriksanya lebih lanjut untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Aku kurang memiliki wawasan tentang penyakit di era ini.


Dan setelah dia sudah membaik, aku akan menanyakan maksud sikapnya yang sebelumnya.


Aku pergi meninggalkan Chloe agar dia bisa beristirahat dengan tenang di kamar Nenek, dan aku pergi menuju ruang tengah untuk menunggu kepulangan mereka.


Tanpa disangka-sangka, setiba di ruang tengah aku sudah bisa melihat mereka semua yang kutunggu berada di depan pintu. Noland, Milin, dan Nenek sekarang ada di depanku dengan wajah amat kebingungan dengan kondisi di depan mereka.


"Halo kalian semua, selamat datang kembali," sambutku dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Pintu jebol, lantai retak, meja hancur, mungkin hal-hal itu yang ada dipengelihatan mereka. Huh, kita mulai lagi.


"Arthur... Apa yang terjadi?" tanya Noland pertama melontarkan pertanyaan sambil melihat sekitarnya.


Aku terkaget karena Noland yang bertanya pertama, bukan Milin yang biasanya sering bertanya-tanya. Dia sekarang hanya melihat yang terjadi dan sedikit menunduk. Nenek di belakangnya hanya bisa tertegun diam.


Dari sikap mereka, bisa jadi benar bahwa hal ini sudah sering terjadi bagi mereka namun mereka tidak mengetahui siapa yang melakukannya secara jelas. Aku sedikit kasihan pada mereka. Mereka tidak mengetahui pelakunya, tidak mempunyai barang bukti, dan uang untuk melakukan laporan.


Belum sempat menjawab pertanyaan dari Noland, Nenek yang berada di belakang tiba-tiba langsung berjalan maju dan menundukkan kepalanya.


"Maafkan kami Tuan Arthur, karena telah memperlihatkan sesuatu yang tidak pantas," ucap Nenek meminta maaf dibarengi oleh sikap Milin yang mengikuti Nenek.


Tak tega untuk melihat mereka menunduk, aku cepat-cepat membuat topik supaya sikap mereka normal.


"Eh?! Tidak apa-apa. Lagi pula aku belum mengatakan hal yang terjadi kan? Jadi belum pasti ini kesalahan kalian?"


"Tidak Tuan Arthur, ini sudah pasti kelalaian kami dalam memberikan kenyamanan bagi Tuan," jawab Milin.


"Em, ada apa sebenarnya ini?" tanya ulang Noland.


Melihat Noland yang tampaknya tidak mengetahui apapun, aku akhirnya menceritakan apa yang terjadi tadi, dengan sedikit mengubah-ubah beberapa kejadiannya.


"HAH?! Ada yang ingin menjarah penginapan ini?" seru Noland terkaget setelah kuceritakan beberapa bagian.

__ADS_1


Sedangkan Nenek dan Milin hanya terdiam.


Sekarang kami semua berada di depan meja agar pembicaraan menjadi lebih nyaman dan santai.


Setelah selesai kuceritakan semuanya aku melihat ke arah Nenek dan Milin dan mulai bertanya kepada mereka.


"Nek, dan Milin. Apa hal ini pernah terjadi sebelumnya?" tanyaku dengan berusaha tidak terlalu keras.


"Ya, Tuan Arthur. Kami beberapa kali mengalami hal ini," jawab Milin. "... Tapi saat itu tidak ada barang yang rusak, hanya berantakan saja. Ini pasti lebih parah dari biasanya," lanjut ucap Milin.


Yah sebenarnya jika aku tidak memancing amarah mereka tadi untuk mengetahui yang sebenarnya, bisa saja tidak ada kerusakan seperti ini. Jika dipikir-pikir ini juga salahku sih.


"Untung saja, mereka kabur saat melihat Tuan Arthur, jadi setidaknya itu tidak membahayakan nyawa Tuan," ucap Nenek bersyukur.


"Untunglah, Arthur." Noland yang sudah mengetahui cerita yang kuubah beberapa bagian juga mempercayainya. Mereka semua mempercayaiku.


Jika kuingat-ingat, hari ini aku sudah banyak berbohong ya. Hatiku serasa tidak enak.


"Jadi, Nek. Bila saya boleh tahu. Sebenarnya apa yang diincar oleh para penjarah itu? tampaknya mereka terus berulang-ulang kali berusaha untuk mencari suatu di sini," tanyaku menanyainya topik utama.


"Mungkin untuk Tuan Arthur dan Tuan Noland tidak apa-apa," ucap Nenek setelah bertukar pandang dengan Milin.


"Maaf, Karena Nenek tidak memegang barang itu sekarang, jadi Nenek hanya bisa memberitahu dengan kata-kata," lanjut ucap Nenek.


Mereka bukan tidak mempercayaiku, tapi sepertinya tempat sesuatu yang berharga itu sangat sulit bahkan akan sangat repot bila mengambilnya dan hanya memperlihatkan kepadaku dan Noland.


"Tidak apa-apa Nek, saya sudah sangat berterima kasih jika nenek ingin memberitahukan hal yang sangat berharga itu kepada kami," jawabku.


"Seperti yang Tuan Arthur dan Tuan Noland tahu. Kami pernah diundang ke kerajaan untuk meminta beberapa nasihat untuk penginapan kami. Tentu saja kami diberikan nasihat yang sangat detail dan bukan hanya itu saja. Kami diberikan sebuah hadiah. Sebuah kalung emas yang seperti tertanam berlian berharga yang hanya ada beberapa di kota ini," jelas Nenek.


"Jadi, kemungkinan besar... Itu yang menjadi incaran para penjarah itu..."


Nenek mengangguk dan melanjutkan kata-katanya.


"Kemungkinan besar. Karena kalung itu bila dijual harganya bisa sampai membeli seperempat luas kota ini."

__ADS_1


Hadiah yang sangat luar biasa! Kenapa kerajaan, em... putri. Kenapa putri kerajaan itu memberikan hadiah yang sangat spektakuler itu kepada Nenek dan Milin. Yang bahkan belum selama seharian penuh bertemu dengannya? Bukannya menjadi solusi, hadiah itu malahan mengancam kehidupan Nenek dan Milin.


Jika hadiah itu tidak diberikan kepada tangan yang tepat, itu malahan akan sangat membahayakan. Apa yang terjadi dengan otak putri itu?


"Terima kasih penjelasannya, saya sudah mengerti secara keseluruhannya Nek. Dan Oh-ya, untuk perbaikan semua ini saya yang akan membayarnya."


"Heh?!! Jangan Tuan Arthur! ini semua tanggung jawab kami." Milin yang dari tadi diam mendengarkan pembicaraan kami, tiba-tiba berdiri dan menolak ucapanku. Dia juga mewakilkan Nenek yang terkejut di sampingnya.


"Hehe, aku sudah menghubungi toko peralatan dan sudah membayar mereka untuk membenahi semua ini... Hal yang seperti ini tidak masalah kok! benar kan Noland?"


"Iya! Tidak apa-apa kok! ini juga untuk ucapan terima kasih atas makan malam yang sebelumnya!" ucap Noland dengan senang hati.


"HeーHeeh?!" Milin tampaknya kebingungan di sana.


Tanpa memberikan kesempatan mereka untuk menolaknya lebih jauh lagi, aku langsung mengganti topik.


"Oh ya, bagaimana dengan dokternya? sudah ketemu?" tanyaku.


"Ah ya, Beliau akan datang beberapa jam lagi. Bagaimana kondisi Chloe?" tanya Noland.


"Hihihi, kamu gak akan mempercayainya! Dia sudah sadar dan dia sudah bisa berbicara banyak hal. Tapi kondisi masih kurang baik, jadi ajak dia berbicara dengan pelan-pelan."


"HEH?! BENARKAH?!" seru Milin. "Aku ingin melihatnya!" Setelah mengatakan itu, Milin langsung Loncat dari tempat duduknya dan berlari menuju tempat Chloe.


"Hei, pelan-pelan Milin!" ucap Noland mengikuti Milin dibelakangnya agar Milin tidak melawati batasnya.


Maaf Chloe, tapi kamu akan berurusan dengan dua orang itu.


Setelah mereka berdua pergi, sisalah aku dan Nenek di sini. Kami saling memandang dan nenek mulai berucap.


"Kuucapkan lagi, terima kasih banyak, Tuan Arthur."


"Tidak masalah, Nek."


Setelah aku menjawab lagi ucapan terima kasih Nenek, aku langsung meminta izin untuk pergi dari penginapan untuk mengurus apa yang kukatakan tadi.

__ADS_1


__ADS_2