Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Perjalanan Menuju Pelabuhan Breithorn


__ADS_3

Perjalanan yang panjang untuk menyebrang samudera. Kami hanya perlu melewati satu malam untuk tiba di pelabuhan Breithorn pada siang hari besok.


Tidak ada hal yang spesial yang aku dan Noland lakukan di dalam kapal. Kami hanya berbaring dan bercakap-cakap sesaat dan setelah itu keluar untuk melihat pemandangan matahari terbenam bersama penumpang lainnya.


Dari atas kapal, kami dapat melihat matahari kekuningan seolah-olah perlahan mulai tenggelam ke dasar laut, dan akhirnya meninggalkan kami untuk sesaat dalam kegelapan.


Perlu diketahui, kapal yang kami gunakan saat ini merupakan salah-salah kapal terbaik yang dimiliki oleh pelabuhan Monte Rosa. Oleh karenanya ruang inap atau ruang untuk kami tidur sebanding seperti para bangsawan.


Yah, awalnya ini memang kapal yang diperuntukkan oleh para bangsawan.


Banyak barang-barang yang tak kuketahui di dalam kamar ini... Hanya Noland yang mungutak-atik dan memberitahukan fungsi kepadaku.


Setelah Noland memberitahu fungsi dari alat-alat itu, aku sama sekali tidak memerlukannya... Jadi kubiarkan saja.


Aku tidur meninggalkan Noland yang masih belum puas mengutak-atik alat-alat itu.


......................


Pagi telah tiba, saat aku terbangun tubuhku terasa aneh. Mungkin karena aku terbangun bukan lagi berada di tempat yang sama seperti sebelumnya.


Sebelumnya aku tertidur dan terbangun pada salah satu kamar di rumah Evelyn dan Ms.Ariadna. Karena banyak kamar yang kosong, aku dan Noland memiliki kamarnya masing-masing dan bertanggung jawab dengannya.


Kami sempat ingin berhenti menginap di rumah mereka namun mereka dapat membuat alasan kuat yang dapat mempertahankan kami di tempat tersebut.


Dan pada akhirnya, aku dan Noland tinggal di rumah mereka sampai terakhir kalinya.


Aku sangat berterima kasih kepada mereka.


Saat aku terbangun, secara kebetulan Noland pada ranjang di sebelahku ikut terbangun.


Menyadarinya aku pun menyapanya. "Selamat pagi, Noland," sapaku.


Aku sedang berberes-beres di dekat meja.


"Ehm... Selamat pagi, Arthur... Heh?! Pagi?" Noland sontak langsung duduk di ranjangnya, seolah-olah melupakan rasa kantuknya tadi.


"Kenapa jika pagi?" tanyaku kebingungan.

__ADS_1


"Aku harus segera pergi ke Asosiasi!!! Banyak dokumen menunggu. Jadwal! aku harus membuat jadwal dan memberikannya kepadー Eh... Ah..." Noland akhirnya menyadarinya.


"Ahaha! Memang sudah menjadi kebiasaan ya..."


"Huh... Kamu benar Arthur, aku tadi langsung refleks memikirkan itu," ucap Noland sambil meletakkan tangannya di atas dahinya.


Noland ditugaskan oleh Mr.Meinhard untuk mengurus dan mengatur berbagai dokumennya serta jadwal dan hal lainnya... Hampir sama dengan tugas sekretaris.


Sedangkan aku... ditugaskan untuk mengawasi di lapangan. Apakah para pekerja sudah bekerja dengan baik? Apakah langkah kerja sudah benar? Apakah kandungan pada bahan sudah sempurna? dan terkadang otakku diperas olehnya untuk mendapatkan beberapa ide.


Sangat sulit agar para pekerja mau mengakuiku dalam mengawasi mereka dalam bekerja. Mereka tak mau diperintah oleh seseorang dengan umur yang beda jauh dari mereka. Namun dengan berjalannya waktu dan beberapa kejadian, akhirnya mereka lebih mengakuiku dan mulai mendengar dan mengikuti saran serta perintahku.


Mungkin ini yang disebut dengan latihan oleh Mr.Meinhard.


Untuk Noland... Aku sama sekali tidak tau hambatannya, dia tak pernah menceritakannya.


"Hey, Noland. Bagaimana bila kita mengambil beberapa sarapan di area makan sana?" ajakku kepada Noland yang masih berusaha menyadarkan total dirinya.


"Hm? Sarapan...? Ah, iya. Aku ingat itu. Aku ikut, Arthur!"


Dengan pakaian lengkap serta dengan syal abu-abu dan sarung tangan hitam yang menjadi ciri khasku, aku pergi berjalan ke arah pintu kamar untuk melihat situasi dan sambil menunggu Noland.


Mungkin karena sudah terbiasa, aku sudah tidak lagi merasakan gelombang dari dasar lantai. Aku seolah-olah sudah menyatu menjadi satu dengan kapal yang aku naiki sekarang.


Aku menunggu di depan kamar kami, di bagian luar terdapat sebuah lorong yang menuju ke arah luar kapal yang memancarkan cahaya memikat siapapun yang melihatnya.


Beberapa orang mulai lalu-lalang di depanku mulai dari para pekerja hingga beberapa keluarga kelas atas. Saat ini aku sedang bersenderan di dinding yang menjadi pemisah antara lorong dengan kamar kami untuk memantau kondisi.


Memperhatikan sesuatu menjadi lebih detail mungkin sudah menjadi kebiasaan sejak aku bekerja dengan Mr.Meinhard.


Tentu saja orang-orang yang lalu-lalang di depanku selalu memandangku sesaat, sedikit membuatku risih.


Orang yang melaluiku di depanku selalu berjalan berpasangan atau berkelompok, jarang aku melihat ada yang seorang diri.


Belum sempat berpikir lebih jauh, pintu disampingku terbuka secara perlahan yang menandakan Noland telah siap untuk pergi.


Benar saja, beberapa saat kemudian muncul sosok Noland dengan pakaian coklat lengkapnya yang sangat dia sukai.

__ADS_1


Untuk sekedar informasi, pakaian yang dia gunakan saat ini di hadapanku adalah hadiah ulang tahunnya yang dirayakan bersama Ms.Ariadna, Evelyn, dan tentu aku.


Selain sebagai hadiah ulang tahun, pakaian itu juga merupakan hadiah atas kerja kerasnya bekerja dangan Mr.Meinhard sehingga penjualan parfum semakin meningkat dan terkenal.


"Heh... Kamu sangat menyukainya?" tanyaku kepadanya yang tampaknya sudah siap untuk pergi kapan saja.


"Tentu... Aku tidak menyangka akan mendapatkan ini sebelumnya," jawab Noland senang akan hal itu.


"Bukan hanya kamu saja yang tidak menyangkanya, aku juga tidak menyangka kalau kamu melupakan hari ulang tahunmu, haha. Apa kamu benar-benar lupa saat itu?"


Saat itu aku beserta Evelyn dan Ms.Ariadna mengejutkan Noland pada hari ulang tahunnya, tapi respon Noland malah kebingungan... Dia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku lupa saat itu, Arthur! Entah kenapa saat itu aku sama sekali tidak memikirkan hal-hal semacam itu."


"Sepertinya Mr.Meinhard sudah berhasil mempengaruhimu. Noland, ayo kita langsung pergi sekarang."


Menyetujuinya Noland ikut di sampingku untuk pergi mengambil beberapa sarapan.


......................


Tiba di area makan, aku terkaget karena ramainya orang di dalam sini. Tidak seperti kemarin malam.


Jika diperhatikan sekilas aku tidak dapat melihat satupun meja serta kursi yang kosong, tapi pasti ada beberapa kursi kosong bila dicari dengan sungguh-sungguh.


Diprediksi siang nanti kami akan tiba di pelabuhan Breithorn, jadi ini adalah kesempatan terakhir kami untuk dapat menikmati makanan kapal yang berkelas bangsawan.


Sebenarnya masih ada banyak jenis kapal yang tersedia di Monte Rosa, tapi entah kenapa Mr.Meinhard mendesak kami agar menggunakan kapal transportasi ini?


Apa dia berharap akan terjadi sesuatu? ... Sepertinya tidak. Yah, walaupun sebenarnya banyak orang di sekitar kami yang tampak tak percaya bahwa kami mampu menaiki kapal ini.


Dengan pelatihan dari Mr.Meinhard, kami sudah agak tidak terlalu mempedulikannya dan tetap berjalan untuk meraih beberapa makanan yang disediakan di depan sana.


Setelah mengambil beberapa makanan yang aku kenali, kami ternyata tidak perlu repot-repot untuk mencari tempat lagi karena banyak orang telah selesai dengan makanannya dan pergi untuk menikmati sisa waktunya.


Karena kami akan melakukan penjelajahan di kerajaan Breithorn nanti. Kami saat ini sangat memerlukan energi yang sangat besar! Jadi...


Selamat makan semuanya~

__ADS_1


__ADS_2