Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Tiga Bulan


__ADS_3

Hari berikutnya, aku bergantian dengan Noland untuk pergi ke Asosiasi Pedagang... Mencari tahu pekerjaan apa yang akan diberikan kepadaku oleh Mr.Meinhard.


Tiba di ruangan Mr.Meinhard, aku dipersilahkan untuk duduk di sofa yang terletak di tengah-tengah ruangan. Duduk di sofa, aku langsung melihat beberapa kertas serta dengan pena klasik dan... mesin tik?


Aku menunggu instruksi dari Mr.Meinhard, tapi instruksi itu tak muncul-muncul dari mulutnya. Dia sibuk dengan urusannya di mejanya.


"Em... Mr.Meinhard, apa pekerjaanku?" tanyaku.


"Bukankah sudah jelas? kamu akan bekerja di sana," ucap Mr.Meinhard tanpa memalingkan pandangannya dari atas meja.


"Aku bekerja di sofa? ...Bisa jelaskan lebih detail?"


"Iya, benar... kamu akan bekerja di sofa itu. Kamu lihat benda-benda di atas meja itu, kan?"


"Iya..."


"Tugasmu adalah isi seluruh kertas itu dengan ide-ide di kepalamu. Jangan sampai ada bagian yang kosong."


"..."


Yah, memang Mr.Meinhard sekali.


Pekerjaan yang diberikan Mr.Meinhard termasuk pekerjaan yang sangat sulit. Aku tak boleh membocorkan ide-ide inovatif dari masa depan.


Apa aku harus melakukan ini setiap hari?


Dengan bersusah payah mengembangkan ide-ide dasar aku akhirnya dapat menyelesaikan tiga lembar kertas penuh, tanpa bagian kosong menggunakan pena klasik.


Setiap aku menuliskan kalimat-kalimat di atas kertas itu, aku selalu berdebar-debar karena jika aku salah menulis, aku tak dapat mengulangi lagi...


Oleh karenanya, aku menuliskan beberapa ide untuk mengembangkan pensil di dalam kertas tersebut. Mungkin tidak masalah.


Saat aku selesai dengan tiga kertas itu, aku menyadari bahwa hari telah menuju sore hari.


Sudah hampir sore... Hanya karena tiga kertas?! Jika aku bekerja di era modern, aku mungkin sudah dipecat saat hari pertama.


Teknologi memang sangat membantu umat manusia.


Aku menyerahkan kertas yang berisikan rancangan ide pada Mr.Meinhard yang masih berada di mejanya... Sedari tadi dia tidak berpindah sedikitpun.


Dia menerimanya dan mempersilahkan aku kembali ke penginapan untuk beristirahat, dan besok aku dan Noland harus kemari lagi.


Saat kuperhatikan meja Mr.Meinhard, aku menyadari bahwa di sana terdapat sebotol parfum... Yang sedari tadi dia semprotkan ke sekitarnya.


Selamat Mr.Meinhard, mungkin sebentar lagi anda akan mendapatkan inovasi baru.


Omong-omong tentang parfum, Mr.Meinhard sudah memproduksi beberapa untuk tahap penjualan awal. Mr.Meinhard mengimprovisasi resep awal menjadi resep yang lebih murah dan berkualitas... Seperti yang diharapkan dari Mr.Meinhard.


Beberapa hari lagi adalah acara utamanya.


Aku pamit undur diri dari ruangan Mr.Meinhard dan kembali ke penginapan.


......................


Beberapa hari telah berlalu, jika lebih tepat... hampir satu minggu.


Hari ini adalah hari puncak dari rencana yang dibuat oleh Mr.Meinhard untuk mulai mempromosikan parfumnya.


Hari yang sama dengan tampilnya Evelyn di sebuah pentas. Yah, sebenarnya dia selalu tampil setiap hari sih.


Tapi hari ini adalah hari spesial.


Penampilan Evelyn dimulai pada pagi hari menjelang tengah hari di semacam gedung teater yang nantinya pasti akan dipenuhi dengan banyak orang.


Kondisi yang sangat sesuai untuk memulai melakukan promosi.

__ADS_1


Aku dan Noland sudah siap pada posisi khusus di dalam gedung. Kami datang dan mengambil tempat duduk barisan kedua dari depan, seperti yang sudah direncanakan.


Hanya menunggu beberapa menit, seisi gedung sudah terisi penuh dan aku masih melihat banyak orang yang kecewa di luar gedung.


Sepertinya Evelyn sudah memiliki banyak penggemar mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Keputusan yang tepat untuk bekerja sama lebih awal dengannya.


Beberapa saat, muncul pengumuman dari atas panggung yang menyatakan bahwa acara akan segera dimulai dan para penonton diharapkan tenang.


Mengikuti perintah tersebut, secara perlahan-lahan para suara penonton mengecil hingga sunyi.


Dan acara pun dimulai.


Sama seperti acara lainnya... Acara ini diisi oleh banyak artis dari yang masih belum terkenal hingga sudah sangat terkenal. Mereka bergiliran naik keatas panggung dan menunjukkan hasil jeri payah mereka. Setelah selesai menampilkan penampilan mereka, akan ada sesi tanya jawab dengan penonton untuk beristirahat.


Beberapa artis mulai naik keatas panggung dan menampilkan penampilan... Ada yang solo dan ada yang duet serta berkelompok.


Untuk Evelyn, saat ini dia akan bermain solo.


Sepertinya urutan artis menggunakan urutan acak. Jadi aku dan Noland menunggu giliran Evelyn sambil menikmati penampilan dari artis yang lain.


Akhirnya setelah aku merasa agak pegal pada posisi dudukku, munculah Evelyn di atas panggung.


Dia selalu menggunakan kostum yang berbeda-beda pada setiap penampilannya.


Menyadari keberadaan Evelyn, orang-orang mulai bertepuk tangan dan beberapa ada yang bersorak. Hal ini membuktikan berapa besar pengaruh dari Evelyn.


Dia mempunyai penggemar sebanyak ini pada umumnya yang masih 12 tahun? Masih tak bisa aku bayangkan.


Tepuk tangan serta sorakan penonton mulai mereda dan Evelyn memulai penampilannya.


Dia bernyanyi sebuah lagu dengan tema peperangan, atau lebih tepatnya lagu duka tentang peperangan.


Dengar-dengar tema itu sedang menjadi tema yang hits karena belakangan ini peperangan lebih sering terjadi dan menewaskan banyak orang, menenggelamkan orang-orang dalam lautan kesedihan.


Evelyn yang setiap harinya penuh senyuman, saat ini sedang menyanyikan lagu sedih. Sangat kontras dengan dirinya... Itu hebat.


Lagi pula watak anak-anak masih belum terbentuk secara pasti.


Selesai dengan penampilannya, para penonton bertepuk tangan seperti biasanya.


Beberapa orang-orang muncul dari pinggir panggung membawakan tempat duduk untuk Evelyn.


Sambil duduk di atas tempat duduk yang telah disiapkan, Evelyn mulai menyemprotkan cairan dari botol bening di tangannya ke arah tubuhnya. Itu adalah parfum.


Rencana sudah dimulai.


Melihat hal itu semua penonton kebingungan dan mulai berbisik-bisik, aku dapat mengamatinya dari tempat dudukku saat ini.


Setelah Evelyn selesai dengan itu, muncul aroma wangi yang berpusat darinya.


Penonton bertambah kebingungan dan sangat ingin bertanya-tanya.


Evelyn membuka sesi tanya jawab sambil beristirahat di atas panggung.


Dia sudah terbiasa dengan hal itu.


Para penonton sangat ingin menanyakan tentang hal itu, namun masih ragu-ragu.


Seolah-olah menjadi perwakilan dari penonton, seseorang di sebelahku mengangkat tangannya... Itu adalah Noland.


"Em... Nona Evelyn, kenapa nona menggunakan wewangian? Bukankah itu dipakai pada hari-hari istimewa saja?" tanya Noland dengan nada kebingungan yang sangat alami.


Tentu saja untuk urusan semacam ini diserahkan kepada Noland yang sangat ahli, dan bahkan bisa dikatakan menjadi bakat alaminya.


Jika aku yang melakukannya... Sudah jelas akan tampak jelas settingan-nya.

__ADS_1


Merasa terwakilkan, para penonton mulai memandangi Evelyn, mulai dari anak-anak, wanita, hingga pria. Mereka semua penasaran.


"Ah! Apa benda ini yang kamu maksud?" ucap Evelyn sambil mengambil lagi parfum di sakunya.


"Benar, ini adalah sejenis wangi-wangian, tapi yang kupegang saat ini sering disebut dengan parfum. Aku selalu menggunakan ini pada hari-hari istimewa... Karena menurutku, hari-hariku bertemu dengan kalian semua termasuk hari yang sangat istimewa."


Mendengar pernyataan yang mengejutkan dari Evelyn itu, para penonton mulai bersorak ringan.


Sepertinya beberapa orang mulai tertarik dengan parfum, terkhususkan untuk para wanita... Sepertinya mereka memiliki naluri mereka sendiri.


Dengan ini, aku harap akan berpengaruh langsung dalam penjualan parfum... Agar aku dan Noland dapat bertahan hidup selama tiga bulan.


Menghargai artis-artis yang lain, aku dan Noland menyaksikan acara ini hingga selesai.


Rencana awal telah sukses!


......................


Seperti yang sudah kuduga, aku dan Noland tak bisa lagi membayar biaya penginapan. Uang kami telah mencapai batas tertentu.


Kami belum mendapatkan gaji dari Mr.Meinhard Karena masih belum waktunya. Mengetahui hal ini, Mr.Meinhard tertawa kecil tanpa memberikan solusi.


Mr.Meinhard tak dapat diandalkan saat ini... Hanya ada satu-satunya jalan untuk masalah ini.


Dengan terpaksa, aku akhirnya meminta pertolongan Evelyn serta Ms.Ariadna untuk menginap sementara di rumah mereka.


Tanpa pikir panjang Ms.Ariadna mengizinkan kami untuk tinggal bersamanya. Apa Ms.Ariadna sudah menduganya?


Jadi mulai hari itu aku dan Noland menginap di rumah Evelyn dan Ms.Ariadna, yang pada akhirnya kami tidak pernah pergi dari rumah itu.


Awalnya Noland sangat ragu untuk tinggal bersama Evelyn dan Ms.Ariadna... Namun, seiring berjalan waktu, Noland menjadi orang yang lebih mendominasi percakapan di dalam rumah itu.


Dia sudah semakin sering bercakap-cakap dengan Evelyn.


Dalam suatu waktu tertentu, kami dijadikan kelinci percobaan oleh Ms.Ariadna untuk mencoba berbagai bentuk fashion.


Berbicara tentang fashion, produk kami yaitu parfum telah dipakai banyak orang dan sampai masuk ke surat kabar. Penjualan parfum menjulang tinggi. Sangat laku keras di pasaran.


Itu pun membuat kami mendapatkan banyak uang dalam sekejap. Walaupun begitu, kami harus tetap menunggu selama tiga bulan untuk dapat memulai perjalanan kami berikutnya.


......................


Tiga bulan telah berlalu, hari ini dalam hari pertengahan dalam musim semi.


Aku dan Noland sudah diakui oleh Mr.Meinhard, dia mengizinkan kami untuk melanjutkan perjalanan.


Sudah bersiap sejak kemarin malam, hari ini kami sudah siap dan akan berangkat menggunakan kapal besar menuju ke kerajaan di arah timur kota Monte Rosa... Kerajaan Breithorn.


Keberangkatan akan dimulai pada pagi hari menjelang tengah hari.


Mr.Meinhard, Evelyn, dan Ms.Ariadna menggiringi kepergian kami dari kota ini.


Aku dan Noland telah berpamitan dengan mereka semua.


Dengan cuaca yang sangat cerah serta dengan sedikit awan kami berada di atas kapal. Dan bila menengok ke bawah, kami akan melihat Mr.Meinhard, Evelyn, Ms.Ariadna menyaksikan kepergian kami.


Beberapa saat kapal mulai bergerak, perlahan-lahan menjauh dari daratan.


Sambil menyatu dengan orang-orang lain di bawah, aku dapat melihat mereka berjalan mendekat dan melambaikan tangan... Evelyn yang berada di paling depan berlari kecil sambil melambaikan tangannya.


Merespon mereka semua, Aku dan Noland membalas balasan lambaian tangan mereka.


"Terima kasih untuk hari-hari yang menyenangkannya"


Kapal semakin menjauh dari daratan dan mulai menyatu dengan lautan.

__ADS_1


Melihat ke arah lautan yang sangat luas...


Saatnya menyebrangi samudera!


__ADS_2