Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Undangan Phoenix


__ADS_3

Hari ini adalah hari perpisahanku dengan Milin untuk sementara, dia terlihat sangat sedih akan hal itu. Sesuai dengan perjanjian, aku akan mengikuti Arthur dan Noland untuk membantu mereka mencari harta kerajaan. Di dalam pencarian itu kami harus berjalan kaki beberapa kilometer untuk mencapai area selatan sesuai dengan nasihat Nenek Milin... dan mungkin juga karenaku.


Jujur saja, aku tidak mengetahui akan apapun yang terjadi pada tubuhku saat aku pingsan itu, aku tak memiliki ingatan tentang saat itu. Ingatan yang kuingat adalah detik-detik sebelum aku pingsan yaitu saat tubuhku panas dan kepalaku pusing dan saat aku terbangun, itu saja.


Karena menjadi salah satu alasan itu, aku menjadi sangat terlibat dan mengambil peranan penting di pencarian ini. Ini membuatku sedikit cemas, aku tak ingin membuat mereka melakukan sesuatu yang sia-sia.


Sore hari turun hujan, namun lagi-lagi aku kehilangan kesadaran dan malah menuntun mereka ke restoran yang asing. Tanpa ada petunjuk yang membantu sedikitpun, kamu hanya bisa menyantap makanan sambil menunggu hujan reda. Pencarian hari ini berbuah hasi Nol kosong! Aku semakin cemas karena tidak yakin dengan diriku sendiri. Tapi mereka tampaknya masih tetap berusaha hanya dengan minim petinjuk dan ketidakjelasan akan kebenarannya.


Malam ini kami berencana untuk mencari penginapan untuk beristirahat, namun di tengah diberhentikan oleh orang aneh berpakaian gelap yang memanggil kami dari belakang di kondisi jalan yang sepi ini, kami akan kesusahan untuk meminta tolong bila dalam kondisi ini. Aku sangat takut. Apa ini adalah pengalaman buruk kami? Kami baru saja memulai pencarian harta kerajaan, diriku menjadi amat sangat cemas. Mendapati hasil nol untuk hari ini, aku tak ingin mereka terkena musibah lainnya.


Begitulah yang kupikirkan awalnya, namun anehnya setelah melakukan beberapa percakapan yang tak kumengerti dengan sikap lawan bicara kami semakin aneh dan mendesak kamiー Setelah si Penyihir Pembohong Payah menyebutkan nama 'Mr.Meinhard' sikap lawan bicara kami berubah drastis, mereka bersikap akrab seketika seperti sedang di sihir. Dia memang pantas disebut Penyihir!


Beberapa percakapan lagi namun dengan suasana yang akrab, kami diundang oleh pemilik perusahaan itu ke rumahnya. 'Bukankah ini mencurigakan?' pikirku. Namun tampaknya bagi Noland dan Penyihir Pembohong Payah, itu adalah kata-kata yang ditunggu-tunggu mereka. Mereka menerima tawaran itu dengan senang hati dan senyuman lebar. Dengan terpaksa, aku harus mempercayai orang-orang ini dan ikut bersama mereka. Kita akan kemana? Ini sudah malam loh.


Kami kembali ke jalan biasanya yang ramai dengan orang yang berlalu-lalang di temani dengan cahaya lampu jalanan. Perlu beberapa menit untuk sampai di tujuan yang ia maksud, ia juga sudah mengatakan bahwa rumahnya dekat dari sini.


Dia berkata itu rumah, tapi Hei! Rumah apa yang sebesar ini?! Dari pada dibilang rumah, ini lebih mirip istana bagiku! Bangunan ini sangat luas dan tinggi dan dengan taman mengelilinginya! Apa rumah orang sekarang sudah seperti ini semua?!


"Uwa... Mansion!" ucap Kak Noland terpukau dengan bangunan di hadapannya.


"Kamu cukup tau juga ya... Memang tak dapat diragukan," puji pemilik bangunan ini.


"Hehe tidak, aku hanya mengetahuinya dari cerita orang-orang... Ini pertama kalinya aku melihatnya dengan mataku sendiri," jelas Kak Noland.


Kak Noland nampaknya sangat senang sekali karena bisa melihat bangunan mewah ini yang dikatakan sebagai rumah. Sedangkan si Penyihir Pembohong Payah hanya terdapat, apa dia sampai-sampai tak dapat berkata-kata setelah menantang orang itu? Dia pasti sangat malu.


Memutuskan untuk masuk, kami memasuki mansion dengan menoleh kanan-kiri seperti orang yang sedang melihat tempat penuh dengan permata mengkilap. Di dalam masion ini juga ternyata banyak dihuni oleh orang lainnya.

__ADS_1


"Ini para pelayan kami," jelas pemilik mansion dengan percaya diri. "Baik, semuanya... beri salam kepada tamu kita yang spesial hari ini," lanjut ucapnya memberikan perintah.


Aku yang baru pertama kali diberikan salam penghormatan, sangat merasa aneh dan menjadi gugup karenanya.


Perjalanan kami masih belum berhenti, kami harus berjalan beberapa langkah lagi di lantai yang putih bersih dan mengkilap ini dan menaiki beberapa anak tangga.


Kami tiba di lantai dua mansion ini, dan kondisinya masihlah sangat luas. Kami dituntun untuk menuju meja yang berisi meja yang tampaknya sangat mewah dan mahal. Apa kamu benar-benar boleh duduk di atasnya? apa aku tidak akan dimarahi.


Bimbang karena hal itu, disaat mereka semua sudah duduk dan mengambil posisi yang nyaman bagi mereka, aku masih berdiri terpatung sambil merasa tertekan dengan kondisi sekitar ini.


"Ada apa Nak? Ayo duduklah, anggap saja rumah sendiri. Kamu juga termasuk tamu spesial kami," ucap pemilik mansion memerintahkanku untuk mengambil tempat di atas sofa di depanku.


"Ayo, Chloe. Sini duduk," ucap Kak Noland menawariku tentang di sampingnya.


Pasrah dengan hal itu, aku memutuskan untuk menduduki sofa ini. Diluar ekspektasiku sofa ini sangatlah empuk dan sangat nyaman untuk diduduki. Aku rela menghabiskan puluhan tahunku untuk berada di sofa ini. Namun dengan itu pula membuat ini semakin memperburuk kondisi.


Kak Noland di sampingku terlihat kuat menghadapi kondisi seperti ini, dia masih berbicara dengan santainya dengan pemilik mansion ini. Aku penasaran dengan si Penyihir Pembohong Payah, dia sudah berani untuk menantang orang seperti ini? dia pasti sudah malu dan ketakutan setengah mati.


Penasaran dengan responnya tentang hal yang terjadi sekarang aku menolehkan pandanganku ke samping, melihat ke tempat di mana ia duduk.


Sangat terkejut, aku diam membeku beberapa saat setelah melihatnya. Si Penyihir Pembohong Payah, ia duduk di satu sofa dengan kami dengan mengambil sedikit jarak dan kondisinya saat ini ialah tertidurnya pulas?!?! Dia tampak tertidur di sisi sana dengan melipatkan tangannya di depan dadanya dan memasrahkan tubuhnya di sandaran sofa.


Dia tertidur seperti tempat mewah ini adalah tempatnya sehari-hari. Dia tidur? Dia benar-benar tidur sekarang?!?! dengan banyak tekanan ini?!


"Dia langsung tertidur di sana hahah!" tawa pemilik mansion.


"Maafkan kami, ia sepertinya sudah sangat kekalahan karena perjalanan kami sebelumnya," jelas Kak Noland meminta maaf.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku mengerti. Anak asuhan Mr.Meinhard memang sangat menarik."


"... Semuanya, kalian tolong pergi sebentar dari sini," lanjut ucap pemilik masion.


"Tuan? Apa anda yakin?" tanya salah satu orang yang berdiri di dekatnya.


"Tidak apa-apa, tinggalkan kami di sini, " ucapnya mengkonfirmasi.


"Baiklah, kami izin pergi."


Semua orang yang berdiri di sekitar kami tadinya sudah mulai berjalan keluar meninggalkan kami dengan pemilik mansion.


Sambil terkejut, kami melihat orang-orang yang satu persatu meninggalkan kami.


"Aku tak ingin membuat kalian tertekan karena hal itu," jelas pemilik mansion.


"... Terima kasih, Mr.Edwiyn," ucap terima kasih Kak Noland.


"Tidak masalah."


Terlihat sedikit menakutkan, tapi tampaknya dia adalah orang yang benar-benar baik. Aku menyesal penilaianku yang terlalu cepat.


"Ngomong-ngomong, kamu, Noland... dan Arthur adalah rekan kontrak Mr.Meinhard, dan aku mengakui akan hal itu. Jadi, jika boleh tahu, siapakah anak itu?"


Tiba-tiba pemilik masion itu memberikan sebuah pertanyaan kepada kami, dari arah pandangan matanya dan tunjukkan tangannya, aku bisa mengetahui bahwa 'anak' yang dimaksudkannya itu adalah aku.


Mengetahui bahwa aku menjadi topik pembicaraan, rasa takut dan gugup-ku muncul kembali.

__ADS_1


Bagaimana ini? Apa kami harus berbohong lagi tentang identitasku?


__ADS_2