Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Masalah Mr.Meinhard


__ADS_3

"Jadi apa itu? Apa itu berhubungan dengan kerajaan?" tanyaku penasaran sambil mencoba menebak.


"Huh... Aku tak mau mengakuinya, tapi memang itulah yang terjadi sebenarnya."


Ini pertama kalinya aku merasakan seperti Mr.Meinhard telah dikalahkan oleh seseorang.


"Mumpung kau pintar menebak... Bisakah kau menebak apakah aku masih memiliki ikatan keluarga?"


Apakah Mr.Meinhard masih mempunyai ikatan keluarga dengan seseorang? Mana mungkin aku tahu.


Aku baru saja mengenalnya beberapa hari, aku pun tak tahu nama lengkapnya dan umurnya secara pasti... Tapi tentang keluarganya...


Mr.Meinhard sangat ahli untuk menyembunyikan privasinya dengan rapat. Mungkin saja para pekerjanya pun tidak mengenalnya dengan jelas.


Dari yang aku amati selama ini... Mr.Meinhard masih agak kikuk di hadapan wanita, contohnya saat bertemu Ms.Ariadna kemarin. Pada percakapan mereka, aku bisa merasakan adanya sedikit jeda sebelum Mr.Meinhard membalas percakapan dari Ms.Ariadna.


Seolah-olah dia masih belum terbiasa untuk berbicara dengan wanita. Jadi kemungkinan besar dia masih belum memiliki istri untuk saat ini.


Selanjutnya, dari percakapanku dengan Evelyn saat kami berada di dalam kereta kuda. Evelyn menjelaskan bahwa Mr.Meinhard terkenal akan semangat kerjanya. Dia dikatakan sering menginap di ruang kantornya untuk menyelesaikan seluruh tugasnya. Hal ini disaksikan dan disebarkan oleh para pekerjanya.


Serta tidak pernah cuti untuk pulang ke kampungnya.


Jadi dengan ini, aku sudah memutuskan jawabku.


Mr.Meinhard, kamu...


"... Masih punya ikatan keluarga dengan seseorang, bukan?"


Mana mungkin aku bisa yakin dengan informasi seminim itu!


"Wow... Aku tak menyangka kau bisa menjawabnya dengan benar," ucap Mr.Meinhard dengan wajahnya yang terkejut.


"Huh! Itu hal yang mudah."


Hah!!! Serius? Aku benar?!


Aku mungkin harus mencoba memainkan lotre.


"... dan dengan sempurna," lanjut Mr.Meinhard.


Sempurna?


"Kenapa sempurna?"


"Karena kau mengatakan 'seseorang' dan itu sangat tepat... Aku hanya memiliki seseorang yang terikat dengan hubungan keluarga denganku..."


Adik? Saudara kandung?


"... Seorang sepupu."


Seorang sepupu? Jadi... Bagaimana dengan keluarganya?


Aku ingin menanyakan itu, tapi sepertinya kondisi ini masih belum mendukung, jadi aku lanjutkan saja.


"Apa hubungannya sepupumu dengan kerajaan yang sedang kita bahas sekarang?"


"Dia bekerja di salah satu kerajaan, sebagai seorang pelayan."


"Apa yang aneh dari itu?"


"Huh... usianya jauh lebih kecil dariku dan sepertinya lebih besar dari usianya..."


Sepertinya? Usia kami tidak terlalu jauh?


"... Dia gadis yang lugu, tapi karena keluguannya... Dia secara tidak sadar telah menyetujui kontrak yang tidak masuk akal. Yaitu untuk bekerja di sana seumur hidupnya."


"Kenapa kerajaan repot-repot untuk menjebaknya?"


"Karena kerajaan telah mengetahui bahwa dia berhubungan keluarga denganku... Mereka mengancamku."


"... Jadi bagaimana kondisi sepupumu itu?"


"Awalnya dia begitu bahagia karena dapat bekerja di sana... Tapi sekarang, dia menderita."


"Bagaimana cara membebaskannya?"


"Kerajaan akan membebaskannya apabila aku memberi mereka uang dengan jumlah yang konyol."


"Jadi itu alasanmu untuk bekerja begitu giat?"


"... Iya, mungkin."


Jadi ini pengalaman pahit yang dirasakan oleh Mr.Meinhard dengan kerajaan. Sehingga sekarang dia sudah tak pernah mempercayai kerajaan.

__ADS_1


"Terus... untuk apa kamu ingin mengetahui tentang alatku?"


Ini adalah topik utama.


"Aku ingin mengetahui tentang alat itu untuk dapat melindungi sepupuku itu di sana. Mungkin saja dia masih mendapatkan perlakuan normal, tapi aku tak tahu untuk kedepannya."


Akhirnya dia mengucapkan tujuan utamanya.


"Itu alasan yang begitu kuat. Aku ingin membantumu... Tapi sepertinya itu tidak mungkin... Sumber energi untuk alat ini susah untuk di dapat dan tidak mungkin menemukannya di dalam kerajaan," ucapku menjelaskan.


"..." Mr.Meinhard tak dapat berkata-kata, wajahnya sedikit kecewa.


Haha! Itu balasanku untuk mu!


"Tapi setidaknya, aku akan memberitahukanmu struktur dan cara kerja alatnya," ucapku sambil meraih alat yang dibicarakan ke salah satu sakuku.


Aku mendapatkannya dan langsung menariknya keluar seperti pertunjukan sulap.


Setelah melakukan itu, aku memberikan alat itu ke tangan Mr.Meinhard yang sudah terbuka.


Seperti biasa, dia terlihat begitu antusias.


Aku berkata jujur, alat itu memang sudah tidak memiliki energi lagi... Karena aku sudah mengeluarkannya.


"Jadi bagaimana cara kerjanya?" tanya Mr.Meinhard tak sabar.


Ini saatnya giliranku!


"Tapi sebelum itu, bisakah kamu memberitahuku tentang kerajaan yang memerlukan tenaga kerja?" ucapku sambil tersenyum.


"Huh, baiklah! Dari timur kota ini, terdapat sebuah kerajaan yang sepertinya memerlukan tenaga kerja. Tapi..."


"Tapi...?"


"Tapi, untuk menuju ke kerajaan itu kalian harus melalui lautan yang luas."


"Jadi kami perlu menaiki kapal?"


"Tak perlu ditanya lagi, sudah pasti kalian memerlukan kapal."


"Oh yasudah, itu masalah mudah."


"Tidak semudah itu Nak Arthur. Apa kalian tidak memperhitungkan biayanya?"


"..."


"BーBenarkah?! Lalu bagaimana?" tanyaku mempertanyakan solusi.


"Kalian akan bekerja mati-matian denganku selama 3 bulan."


'Mati-matian' apa artinya itu?!


Aku masih belum dapat mengucapkan sepatah kata pun karena masih terkejut karena rencanaku melenceng jauh.


"Dan..." ucap Mr.Meinhard melanjutkan.


"Dan...?"


"Aku masih belum yakin dengan mental kalian, Kau dan Noland. Jadi selama kalian masih bekerja denganku, kalian akan kulatih untuk dapat bertahan dan kembali dari kerajaan itu bila kalian berubah pikiran."


"... Kamu pintar melatih, kan?"


"Kata orang-orang yang kulatih... Saat aku melatih mereka aku sama sekali tidak berperasaan."


"Hiii!"


Dan begitulah...


Setelah itu aku menjelaskan semua struktur dari alat yang sedang dia genggam dan perhatikan dengan sangat rinci.


Mr.Meinhard masih agak asing dengan beberapa istilah yang aku gunakan. Tapi lama kelamaan dia mengerti.


Seluruhnya sudahku beritahu kepadanya. Dia tampak senang akan hal itu.


Dia memberikan alat itu kepadaku, mengembalikannya kepadaku. Tapi aku menolaknya, aku mengatakan bahwa alat itu sudah tidak terlalu diperlukan lagi olehku. Jadi bawa saja untuk dipelajari.


Dan akhirnya, kereta kuda mulai bergerak kembali untuk mengantarku ke penginapan.


Sungguh, aku tak menyangka bahwa aku akan tetap menetap di sini dalam waktu 3 bulan demi mengumpulkan uang untuk perjalanan selanjutnya.


Apakah biaya kapal semahal itu?


Dan ada sesi belajar dengan Mr.Meinhard... Dia repot-repot untuk mengajar kami agar kami selamat dari liciknya lingkungan kerajaan, dan agar kami dapat kembali.

__ADS_1


Bilang saja agar dia tidak kehilangan kedua aset berharganya...


Kondisi kota sudah agak sepi, semua orang sudah beristirahat di dalam rumah mereka masing-masing.


Sudah berapa lama kami berbicara?


Noland mungkin sudah tidur sekarang.


Tak lama kemudian kereta kuda sudah tiba di dekat penginapanku. Aku turun dan berpamitan dengan Mr.Meinhard dan pengendara kereta kuda tersebut.


Kereta kuda mulai berjalan lagi dan perlahan-lahan menghilang dari pandanganku, menyisakan kesunyian dan hawa dingin.


Aku berjalan ke arah penginapan.


Perlu puluhan langkah untuk tiba di depan pintu penginapan.


Pintu penginapan tidak dikunci karena terdapat penjaga yang menjaga di depannya.


Noland pasti kesepian.


Aku memasuki penginapan dan langsung menuju ke kamarku yang berada di lantai atas.


Masih ada beberapa orang yang duduk-duduk di area tempat makan.


Dan diantara orang-orang itu... Ada Noland yang sepertinya sedang berbicara dengan sekelompok orang.


"Ah, Arthur! Kamu sudah kembali!" sambutnya dengan melambaikan tangannya.


Semua orang yang berada di sekitarnya langsung melihatku.


Yah... Tak mungkin dia kesepian.


Aku membalas lambaian tangannya.


Noland berpamitan dengan orang-orang dikelilingnya, dan mulai berjalan ke arahku.


Dan akhirnya kami kembali ke kamar kami.


Di dalam kamar aku menceritakan hal yang terjadi padaku tadi, dan tentang masalah biaya perjalanan serta tentang Mr.Meinhard yang akan melatih kami.


Tentu, Noland terkejut. Tapi dia bersyukur karena dapat tinggal lebih lama di kota ini.


Memang... Kami harus berjalan secara perlahan.


Setelah panjang lebar menjelaskan, aku akhirnya dapat merasakan empuknya ranjang tempat tidurku dan mulai terlelap.


......................


Pagi telah tiba, dan aku langsung terkejut setelah melihat ke arah sumber cahaya di ruangan ini.


Cahayanya sudah sangat terang. Aku terlambat untuk bangun dari biasanya!


Aku menengok ke arah sampingku, dan tidak ada Noland di sana.


Jika kuingat-ingat, hari ini adalah hari Noland untuk melakukan latihan untuk bekerja dengan Mr.Meinhard di Asosiasi Pedagang.


Jadi dia pasti sudah terbangun lebih awal dan langsung pergi meninggalkanku yang masih tertidur pulas.


"Huh... Kenapa dia tidak membangunkanku?" gumamku.


Aku bangkit dari tempat tidurku dan merapikannya. Aku suka kebersihan.


Setelah tidak tahu harus melakukan apa lagi, aku akan mengambil beberapa sarapan sebelum pergi ke perpustakaan hari ini!


Aku sangat bersemangat!


Aku membuka serta mengunci pintu kamarku dan bergegas ke area tempat makan yang berada pada lantai dasar.


Setelah menuruni beberapa anak tangga dan berbelok sedikit aku akan tiba di area tempat makan.


Tapi tiba-tiba aku dipanggil oleh seseorang dari dapur. Dari suara ini... Dari paman koki.


Hanya paman koki yang berada di area dapur.


"Nak Arthur! sini..." panggil paman koki sambil menaikkan tangannya.


Karena terpanggil, aku langsung mendekatinya.


"Ada apa Paman?" tanyaku.


"Nak Arthur, kamu punya Tamu."


"Tamu...?"

__ADS_1


Hah?! Tamu? Aku tidak pernah membuat jadwal bertemu dengan seseorang.


Siapa lagi orang ini...


__ADS_2