
Semua orang adalah pembohong.
Itu yang kupelajari dari hidupku ini. Aku tak akan pernah percaya lagi dengan satupun orang yang kutemui. Dibalik sisi baik mereka, tersembunyi sisi iblis. Mereka bebas mengganti sesuai keinginan dan keperluan mereka.
Hari ini kami tiba di kerajaan yang mereka sebut Breithorn jika aku tidak salah ingat. Seperti biasanya kami dijadikan sebagai 'hadiah kecil' untuk merayakan hubungan baik kerajaan. Apapun lah itu, kami dijadikan selayaknya beda mati.
Setiba di kerajaan ini, dari pintu gerbang masuk tubuhku tiba-tiba terasa aneh, tidak enak dari biasanya. Aku merasakan hawa panas di tubuhku, sepertinya aku sakit. Tapi rasa ini lebih aneh dari rasa sakit biasanya yang sering aku alami. Panas ini serasa membara di dalam tubuhku.
Sepertinya aku tidak berhasil menyembunyikan kondisi sakitku ini, itu karena aku tiba-tiba terjatuh dari barisan dan seluruh orang langsung memfokuskan pandangan mereka kepadaku.
Aku bisa mendengar bentakan keras dari seseorang dan aku juga bisa merasakan seseorang sedang menarikku untuk bangun. Tapi apa daya, tubuhku sangat lemas tak bisa digerakkan walaupun kupaksakan. Dan perlahan-lahan kesadaranku menghilang, meninggalkan keributan yang disebabkan. Aku pingsan.
......................
Aku terbangun di sebuah ruangan yang sangat asing bagiku. Aku tak pernah ke sini sebelumnya. Diterangi oleh cahaya redup, tampak ada seorang yang terlihat seperti dokter dan seorang lagi disampingnya. Mereka tampak berbicara sesuatu yang penting, dan mungkin saja topik yang mereka bahas adalah tentangku yang terbaring di kasur keras ini.
Melihat bahwa aku sudah tersadar, pria di samping si dokter langsung mendekatiku, dan tanpa memberikan penjelasan langsung menarikku untuk bangun. Walaupun tubuhku sangat lemas, kupaksakan menurut apa kemauan pria itu meski rasanya sangat tidak enak. Kulihat sesekali si dokter melihatku dengan wajah kasihan dan langsung menolak pandangan denganku. Terbangun dari kasur keras itu aku langsung diseret paksa untuk keluar dan kembali ke dalam kerumunanku sebelumnya.
Hari demi hari berlalu, kondisiku tak kunjung membaik melainkan bertambah buruk. Sekarang aku sudah memecahkan rekor enam kali pingsan dalam sehari, dan kurasa kondisiku bertambah buruk. Di tengah penderitaan karena rasa sakit ini, tak ada satupun orang di sekitarku peduli. Aku merasa sangat sendirian, aku ingin setidaknya sebuah pelukan hangat.
meringkul di pojok ruangan gelap, tanpa kusadari ada keberadaan seseorang di depanku. Dia tak berkata apa-apa, namun langsung sibuk berurusan dengan besi-besi yang mengikat tanganku. Aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan padaku, jadi aku menyerahkan saja nasibku pada sang takdir. Setelah selesai berurusan dengan besi-besi itu, ia langsung menarikku dengan keras untuk mengikutinya. Walaupun dengan kondisi tubuhku yang lumayan bugar kali ini, aku tak dapat mengikuti pergerakannya, oleh karenanya aku terjatuh beberapa kali.
Tiba diluar aku dituntun mengikuti sebuah lorong. Lorong ini sangat bersih berbeda jauh dengan yang selama ini kulewati biasanya. Aku dapat melihat beberapa wajah marah dan kesal dari beberapa orang karena telah mengotori lantai itu dengan kaki kotorku ini.
__ADS_1
Lumayan jauh, sepertinya kami telah tiba di tempat tujuan, itu adalah sebuah pintu yang tampak indah, ini pertama kalinya aku melihat hiasan pintu seindah itu. Pintu itu terbuka dan di dalamnya aku bisa melihat tiga orang sedang duduk bersama.
...****************...
Aku akhirnya dibawa oleh dua pemuda yang tadi berada di ruangan itu. Mereka tampak berbeda dari orang-orang di kerajaan bila dilihat dari pakaian mereka. Apa mungkin mereka bukan salah satu bagian dari kerajaan? Jadi nasibku akan bagaimana?
Aku dapat memperhatikan dari dua pemuda ini, salah satunya mencoba untuk mendekatkan dirinya kepadaku dan yang satunya sepertinya sedang merenungi sesuatu. Aku ingin meresponnya namun aku masih belum bisa mempercayai siapapun.
Diajaknya aku ke suatu tempat di luar kerajaan. Apa aku bebas? Aku melihat orang-orang dan keramaian yang belum pernah sekalipun kurasakan di hidupku, karena banyak waktu kubuang untuk berdiam diri di dalam rumah. Ugh, sebenarnya aku tak ingin mengingat masa laluku karena itu akan sangat membuatku kesakitan. Aku sudah berjanji untuk melupakannya dan menyerahkan segalanya kepada sang takdir.
Semakin lama ini terasa semakin seru karena aku merasakan kebebasaku, namun perlahan-lahan menyakitkan pada bagian telapak kakiku karena tidak beralaskan apapun. Setidaknya aku harus menahannya kali ini.
Itu pikirku, namun tiba-tiba salah satu pemuda yang dari tadi berjalan di sampingku muncul di depanku dan mengulurkan kedua tangannya ke hadapanku. Kubiarkan dia bertindak dan akhirnya aku berada di posisi ini, aku digendong olehnya. Apa dia kuat? Aku tak ingin merepotkannya.
Pada akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami ke tujuan yang tak kuketahui.
......................
Dua pemuda yang dari tadi berjalan mulai memelankan jalan mereka dan berbelok menuju ke arah suatu tempat. Tempat itu... Aku tidak tahu. Mungkin tempat ini sudah dicantumkan di papan itu tapi aku tak bisa membacanya. Walaupun aku tak mengetahui tempat apa ini, namun aku mengetahui bahwa di dalam sana tidak ada banyak orang. Mungkin ini tempat tinggal mereka.
Mereka membuka pintu tempat itu dan melanjutkan langkah mereka masuk ke dalam tanpa rasa ragu.
Pemuda itu berseru untuk menunjukkan keberadaannya, dan itu direspon dari dalam oleh seseorang. Dia kedengarannya seperti sedang melaju mengarah kemari.
__ADS_1
Tak lama berselang, seseorang muncul dari dalam. Dia seorang perempuan, dia kelihatan sebaya denganku, tapi mungkin lebih tua lagi. Dari parasnya aku bisa menebak dia adalah seorang perempuan yang ceria.
Saat dia menoleh ke arahku dia terlihat Dangan kebingungan dan keheranan karena aku adalah orang asing. Melihat reaksi darinya, pemuda yang menggendongku secara perlahan dan hati-hati mencoba menurunkan dari gendongannya. Sekarang aku bisa melihat perempuan di depanku dengan lebih baik, dia lebih tinggi dariku, mungkin saja dia lebih tua dariku.
Dari wajahnya aku bisa melihat pertanyaan yang ada di wajahnya, 'siapa dia?' Aku sudah sering berhadapan dengan wajah yang seperti itu.
Tak hanya dia saja, selanjutnya muncul seorang wanita yang tampak tua datang dari belakangnya.
Tak ada yang memulai perkenalan. Jadi aku harus memperkenalkan diriku sendiri ya?
Perkenalkan aku adalah budak kerajaan, dengan kehormatan kedua pemuda ini adalah tuanku.
Mungkin itu yang harus kukatakan. Sejujurnya aku sangat kesulitan untuk mengatakan satu kata sekalipun, namun aku harus membalas kebaikan yang mereka berikan padaku.
Kedua pemuda ini adalah orang yang baik.
Baiklah, satu dua tigaー
"Kami membawa seorang anak yang tampaknya tersesat di jalan sewaktu kami kembali dari kerajaan. Melihat kondisinya yang tidak berdaya, aku dan Noland memutuskan untuk membantunya mencari orang tuanya ataupun orang yang dia kenal, namun tidak membuahkan hasil sedikit pun. Jadi, untuk sementara kami ingin anak ini untuk tinggal sesaat di penginapan ini," ucap salah satu pemuda.
Tiba-tiba duniaku terasa retak dan aku ditampar oleh kehidupan. Tamparan itu sangat keras hingga mengingatkanku secara paksa kepada masa laluku dan sifat dari manusia.
Aku salah menilai. Pemuda ini adalah pembohong.
__ADS_1