Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Sejarah dan Syarat


__ADS_3

Aku dan Noland sudah tiba tepat di hadapan ketua pendaftaran, orang yang mengatur segala urusan tentang pendaftaran tenaga kerja kerajaan.


Seperti yang diharapkan dari Noland, langsung ke kepalanya.


Kami berdua dituntun ke bagian agak samping kanan ruangan yang dimana tempat itu sudah tersedia tempat duduk untuk para tamu.


"Silahkan duduk," ucapnya mengizinkan sambil menunjuk tempat yang dimaksud dengan tangan yang terbuka.


Seperti tamu yang sopan pada umumnya kami memilih duduk di tempat yang telah ia tentukan. Noland di kanan dan aku di kiri.


Selesai duduk dengan sempurna, kupandang pria muda dengan seragam militer coklat di depanku. Ia duduk dengan kedua kakinya menyentuh lantai dengan jarak antara keduanya sedikit direnggangkan, tubuhnya tegap namun terlihat rileks, pergelangan tangan kirinya ditaruh di pahanya membuat telapak tangannya seolah-olah tergantung, sedangkan tangan kanannya memegangi kertas baru yang diberikan oleh penjaga, bibirnya terus mempertahankan senyuman kecil, dan matanya fokus membaca isi dari kertas di tangan kanannya, kedipan matanya teratur.


Sikap tubuh awal yang bagus, memperlihatkan bahwanya ia yang menguasai seisi ruangan ini, tidak ada tanda-tanda yang aneh hingga saat ini.


Untuk menghormatinya, aku memasang sikap tubuh merendahkan diri.


Kulihat Noland disampingku, sikap tubuhnya netral, sama seperti Noland pada umumnya.


Beberapa saat setelahnya, ia menyodorkan kembali kertas yang diterimanya kepada penjaga di belakangnya, penjaga itu mungkin akan ada di ruangan ini sepanjang percakapan.


Pria muda itu melihat kami berdua secara bergiliran dengan senyum kecil di wajahnya, dan bersiap untuk memulai percakapan.


"Jadi, kalian Noland dan juga Arthur."


"Benar Tuan, saya atas nama Noland dan..." ucap Noland dengan menunjuk dirinya dengan tangan yang terbuka.


"Dan saya atas nama Arthur," ucapku mengambil inisiatif.


"Saya senang sekali mengetahui jika kalian sangat ingin bergabung dengan kerajaan ini, dengan usaha untuk datang ke sini, saya sangat menghargai itu."


Ada jeda beberapa detik dari perkataannya.


"Namun kami secara berat hati untuk tidak menerima pendaftaran kalian sementara waktu ini."


Sementara waktu...


"Jika dibolehkan, saya ingin bertanya alasan penolakan kami," ucap Noland menanyakan inti masalah.


"Kalian ditolak kerena banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah bahwanya kalian adalah orang asing yang baru tinggal di kota beberapa hari yang lalu. Kalian sudah sempat berjalan-jalan berkeliling kota dan berinteraksi dengan penduduk kan? Apa informasi yang kalian dapatkan?" ucap pria itu menanyai kami.


"Ya, kami sudah sempat berjalan-jalan dan berinteraksi dengan para penduduk, dan kami rasa para penduduk sangat berhati-hati dengan orang asing," jawab Noland percaya diri.


Sepertinya aku sudah melihat benang merahnya.


"Benar, itulah yang terjadi saat ini. Kami dari pihak kerajaan dan juga penduduk kota sangat berhati-hati dengan orang asing seperti kalian. Sulit rasanya meloloskan kalian orang-orang yang bahkan belum tinggal seminggu pun di kota," jelas pria itu.


Saatnya mengulik informasi.

__ADS_1


"Tuan, apakah kami boleh tahu kenapa kalian sangat berhati-hati terhadap orang baru? Pastinya ada awalnya kan?" tanyaku.


Sekejap tatapan matanya mengarah ke arahku, memandangku begitu dalam seolah-olah mengulik isi pikiranku.


"Mungkin informasi ini tak apa-apa untuk disebarkan..." gumamnya.


Sekarang sikap tubuhnya bertambah rileks.


"Beberapa tahun yang lalu, sebelum revolusi kerajaan... Orang-orang asing sangat jarang ada di sekitar kota dan tempat lainnya. Ketika ada orang asing yang ingin bergabung kedalam kerajaan merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi kerajaan, orang-orang asing itu memiliki kepercayaan kami. Tapi kepercayaan itu bak pedang bermata dua. Banyak orang asing yang mengkhianati kerajaan, ada yang mencoba melengserkan raja, ada yang menyebarkan informasi rahasia negara, dan ada juga yang merampas harta serta aset negara. Untungnya persoalan itu bisa diselesaikan. Orang-orang asing yang mengkhianati kerajaan semuanya dihukum mati dan di saksikan oleh penduduk kerajaan. Dan sejak saat itu kepercayaan kami terhadap orang asing sangat menurun drastis."


Penjelasan singkat itu mengalir dalam benakku, mungkin begitu juga untuk Noland.


Jadi intinya mereka dikhianati.


"Jadi bagaimana? Apa kalian sudah menemukan alasannya?" tanya pria itu.


"Ya Tuan, kami mengerti," ucap Noland berbelas kasih.


Aku juga mulai agak hati-hati untuk menerima informasi dari kerajaan ini, sebab mungkin saja ini informasi palsu sama seperti sebelumnya.


Baiklah mari kita mulai.


"Jadi apakah ada cara agar kami bisa bergabung dengan kerajaan dalam maktu singkat? Keluarga kami sudah sangat membutuhkan uang," ucapku.


Lagi-lagi pria muda itu memandangku, bukan... Dia menatapku.


"Ada syarat yang bisa kalian penuhi dalam waktu singkat," ucapnya sambil tersenyum.


Pria muda di depan kami mengubah sikap tubuhnya.


Dia menyilangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya mengarah ke depan, kedua tangannya ditumpuk di atas tempurung lutut bagian kaki paling atas. Kepalanya agak teleng ke kanan.


Jadi ini tujuannya.


"Kalian harus terlibat dalam urusan kerajaan."


Aku akan mengikuti permainannya.


"Bagaimana caranya terlibat Tuan?" tanyaku.


"Saya pernah bercerita tentang peristiwa beberapa tahun yang lalu bukan? Pengkhianatan orang asing. Kerajaan pada saat itu mengalami keterpurukan. Karena melihat ada kesempatan itu, para orang asing merampas harta benda dari kerajaan dan membawanya keluar. Orang-orang yang menjarah kerajaan semuanya sudah tertangkap hidup maupun mati. Namun tidak dengan benda jarahannya, banyak benda yang masih hilang di luar sana termasuk benda-benda yang sangat penting..."


"Jadi kalian dapat mencari benda-benda itu untuk dapat terlibat dalam urusan kerajaan. Oh ya, minimal tiga."


Mencari benda-benda yang hilang? Itu adalah pekerjaan yang sangat sulit karena posisi benda-benda itu pun tak diketahui, terlalu banyak probabilitas yang akan terjadi.


Dalam waktu singkat? Tidak masuk akal! Bahkan menemukan satu saja akan memakan seluruh umurku.

__ADS_1


Huh...


"Tuan, apakah ada informasi atau semacamnya untuk membantu kami menemukan ketiga benda-benda itu? Jika kami bekerja tanpa petunjuk sedikit pun, sampai kapan pun kami tidak akan menemukannya."


Apa aku salah lihat atau bagaimana, tapi aku sempat melihat sudut senyumannya bertambah beberapa saat setelah aku menyampaikan pertanyaanku.


"Tenang, kalian akan diberikan bantuan..."


Belum selesai mengeluarkan kalimat secara lengkap, pria muda itu memanggil prajurit di belakangnya dan membisikan sesuatu.


Penjaga itu mengangguk mengerti dan berjalan ke pintu lain di ruangan ini, itu bukan pintu saat pertama kali kami masuk, melainkan pintu lain yang berada di kanan ruangan ini.


Tidak ada topik, beberapa saat ruangan hening menunggu prajurit itu kembali.


Apa sebenarnya yang akan terjadi?


Kemungkinan besar prajurit itu akan membawa setumpuk dokumen informasi dan data-data lainnya. Itu akan sangat membantu.


Tapi apakah mungkin akan ketemu, bisa jadi benda berharga itu ditemukan lebih dahulu oleh orang lain dan dibawanya pergi atau terseret arus atau juga tertanam jauh di dalam tanah. Jika begitu, seluruh bagian bumi memiliki kemungkinan.


Sial. Ini susah.


Sambil memikirkan rencana masa depan, terdengar suara ketukan bernada dari pintu yang dilewati prajurit tadi.


Prajurit itu telah kembali.


Aku menegakkan tubuhku bersiap melihat tumpukan informasi yang dibawanya.


Noland juga begitu di sampingku, ia siap untuk memperhatikan yang akan terjadi.


Pria muda itu seperti biasa mengizinkan prajurit yang ditugaskannya untuk masuk.


Pintu pun mulai bergerak terbuka.


...


Apa maksudnya ini...?


Tebakanku salah total.


Prajurit itu sama sekali tidak membawa selembar kertas apapun, tak ada dokumen yang tertumpuk, alhasil tak akan ada informasi yang diberikan. Tapi... Di tangan kanan prajurit itu menggenggam tangan kecil. Dan jika kupandang ke arah belakang prajurit itu, tangan itu adalah tangan milik seorang anak kecil dibelakangnya. Dia ditarik.


Apa...?


Anak kecil itu dibawa ke tengah ruangan agar semua orang dapat melihatnya dengan jelas.


Jika kuperhatikan lebih seksama, anak kecil itu menggunakan pakaian kotor yang telah robek pada sebagian sisinya, kakinya tanpa alas, tangannya lemah dan dipenuhi dengan tanah, wajahnya kusam, rambutnya bergelombang tak terawat, matanya pasrah tanpa harapan.

__ADS_1


Menunggu kejelasan dari pria muda, aku menoleh ke arahnya, kami melakukan kontak sesaat sebelum akhirnya dia membuka mulutnya.


"Ini adalah budak kami, budak kerajaan, dia akan membantu kalian menemukan benda-benda berharga kerajaan... Gunakan dia sesuka kalian."


__ADS_2