
Apa tidak apa-apa membicarakan permasalahan harta kerajaan di depan Milin? Pada awalnya aku dan Noland hanya menyembunyikan identitas Chloe yang sebenarnya dari Milin. Jadi mungkin tidak apa-apa Milin tahu tentang hal ini, dan juga siapa tahu dia mengetahui sesuatu yang dapat membantu.
"Yah... kami tidak berhasil lolos dari seleksi awal."
"Tidak mungkin, sayang sekali," ucap Milin dengan nada sedih.
"Pasti ada alasannya bukan?" Nenek ikut dalam percakapan dengan langsung memancing topik utama.
"Ya itu pasti," balas Milin.
"Yah itu semua tentang persepsi sosial."
"Huh? Persepsi?" Milin tampak kebingungan dengan jawabanku.
"Itu... Pandangan kerajaan tentang para orang asing yang baru memasuki wilayah kota. Kerajaan sangat hati-hati dan waspada terhadap orang asing seperti kami jadi mereka tidak mempercayai kami seutuhnya sebelum kami dapat membuktikan kalau kami tidak berniat apa-apa yang merugikan kerajaan," jelas Noland.
"Jadi intinya kerajaan menolak kami karena kami adalah orang asing dan kami harus membuktikan diri pada mereka jika ingin tetap melamar," jelasku ulang.
"Jadi kalian masih memiliki kesempatan untuk lolos dari seleksi itu?" tanya Nenek.
"Iya, kami masih bisa. Jika kami dapat membuktikan diri," jawab Noland.
"Membuktikan diri? Bagaimana caranya?" tanya Milin.
Chloe tampaknya tak memiliki bahan diskusi, oleh karenanya dia menyimak dan berdiam diri berusaha untuk tidak menggangu.
"Harta Kerajaan. Kami disuruh untuk menemukan dan mengembalikan harta kerajaan yang hilang."
"Harta yang hilang? Harta Karun?! Jadi seperti pemburu harta Karun yaa," ucap Milin mendapat kejelasan.
"Ya mungkin seperti itu."
"Woah kedengarannya seru! Milin ingin ikut! Bagaimana Chloe? Apa kamu mau ikut juga?"
Ditabrak dengan pertanyaan itu, Chloe kembali kebingungan untuk mengambil keputusan baginya.
"Ya, itu mungkin seru, tapi sayangnya kami tidak tahu harus mencarinya di mana. Apa kalian mengetahui sesuatu?" tanyaku.
Semoga saja kamu mendapatkan sebuah informasi penting yang dapat membantu pencarian ini. Aku sangat berharap pada Nenek karena tampaknya beliau lebih mempunyai banyak informasi dari orang biasanya.
"Hmm jadi seperti itu. Memang benar kerajaan sebelumnya pernah dijarah oleh orang asing dan membawa harta kerajaan ke antah berantah. Jadi mereka masih belum menemukan semuanya ya," ucap Nenek dengan mengingat masa lalu.
"Apa Nenek mengetahui sesuatu tentang lokasi harta yang hilang itu?" tanya Noland.
Nenek menghela nafas berat, selanjutnya disertai dengan gelengan kepala.
"Maaf, aku tidak mengetahuinya."
Sayang sekali, kami tidak mendapatkan informasi tentang lokasi harta kerajaan yang hilang. Yah itu wajar, jika kerajaan saja tidak tahu, apalagi penduduk biasa.
"Tidak apa-apa Nek. Tapi apa Nenek bisa menjelaskan tentang harta kerajaan itu? Bagaimana bentuk dan rupanya?" tanya Noland.
__ADS_1
"Ya, ini mungkin dapat membantu. Harta kerajaan adalah harta berharga yang selalu dijaga dan diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini. Sebuah pelecehan rasanya bila mendapati harta kerajaan itu hilang. Harta kerajaan itu berupa koin emas, perhiasan, dan surat perjanjian. Surat perjanjian mungkin penting, tapi tidak sepenting koin emas dan perhiasan. Jadi mungkin jenis harta yang kalian cari adalah yang berupa dua hal itu. Koin emas dan perhiasan juga ada berbagai macam karena berasal dari jarahan kerajaan lain atau hadiah persahabatan antar kerajaan. Sebelumnya, aku ingin bertanya pada kalian."
Di sela-sela penjelasan itu, Nenek tiba-tiba memberikan tanda akan muncul sebuah pertanyaan untuk aku dan Noland.
"Ya, apa itu Nek?" jawab Noland.
"Selain kerajaan Breithorn, kalian sudah datang ke berapa kerajaan?" tanya Nenek.
Nenek mencoba menggali informasi tentang kami.
"Em... Sejauh ini kami... Desa Alpen, Kota Monte Rosa, dan Breithorn. Em... jadi ini pertama kalinya kami berurusan dengan kerajaan," jelas Noland.
"Hmm... Kalau begitu akan sulit bagi kalian."
Lebih sulit lagi?!
"Semua kerajaan memiliki ciri khasnya tersendiri. Jadi mungkin mustahil untuk kalian mengidentifikasinya untuk saat ini."
"Jadi Nenek akan membantu seingat Nenek saja. Saat kejadian penjarahan itu, kerajaan telah mengambil tindakan cepat untuk mengamankan dan menutup beberapa area. Area yang di prioritaskan adalah Utara dan Barat, sisanya mengikuti arah jarum jam. Informasi itu menyebar secara luas, jadi mungkin saja para penjarah itu mengetahuinya juga. Jadi kemungkinan besar mereka akan melalui area di sebelah selatan."
"Selatan? Kalau tidak salah, kita sedang berada di area..." ucap Noland mengingat peta kota.
"Timur," jawabku.
"Ya benar, kita di timur dengan kerajaan di berada di tengah," jelas Nenek lebih lanjut.
Informasinya sangat minim sekali. Jika memang para penjarah itu melalui area bagian selatan, masih ada kemungkinan bukan itu yang kami cari. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi di dunia ini. Ayo lah... Berpikir seperti penjahat. Jika aku penjahatnya, kemana aku akan pergi?
"Nek, apa boleh tau alasan kenapa area wilayah Utara dan barat yang lebih diprioritaskan dari pada area yang lain?" tanyaku.
"Jadi, area bagian selatan adalah jalur menuju kerajaan yang sudah memiliki hubungan baik dengan kerajaan Breithorn ya?" tanya Noland.
"Ya benar."
"Satu kali lagi Nek, area bagian mana yang paling banyak berhasil menangkap para penjarah?" tanyaku.
Nenek diam dan tampak menutup matanya untuk berpikir sejenak, dan setelah itu ia membuka kembali matanya dan menghela nafas ringan.
"Area Selatan."
"Kebanyakan itu berhasil ditangkap oleh kerajaan sahabat," lanjut ucap Nenek.
Luar biasa. Dari mana Nenek mendapatkan informasi yang sebanyak itu? Apa itu semua sudah dimuat oleh koran di sini? Apa mungkin kerajaan membiarkan aib mereka diketahui oleh penduduk? Sebenarnya, siapakah Nenek ini?
Jalan buntu, aku tak bisa berpikir secepat biasanya bila informasi yang diberikan sangat sedikit dan saling bentrok. Setidaknya aku harus mengetahui beberapa informasi lagi.
"Nek apa boleh bertanya satu kali lagi?" tanyaku.
"Ya, tanyalah sepuasmu."
"Apa saja nama harga kerajaan yang dirampas? Yang Nenek tahu saja."
__ADS_1
Setidaknya biarkan kami mengetahui nama dari harta yang dirampas itu untuk menanyainya ke penduduk lain nantinya.
"Hmm... Kalau tidak salah... Yang terkenalnya ada Chora, Ethos, file, dan yang paling berharga Exousia."
"Exousia?!!"
Tiba-tiba ditengah percakapan, Chloe yang dari tadi diam menyimak tiba-tiba berteriak keras memecah kesepian malam. Sontak seluruh orang di sekitarnya kaget termasuk aku juga yang sedang mendengar ucapan Nenek dengan fokus. Ini tidak biasanya dari Chloe.
"Ada apa Chloe? kamu mengagetkanku," ucap Milin disampingnya.
"Chloe, apa kamu mengetahui sesuatu?" lanjut tanya Noland.
"Uh... Itu... Ugh... UGHHH! AHHHH!"
Chloe menggeram kesakitan dengan memegangi kepalanya.
"Chloe! Ada Apa?!?!" ucap Milin panik.
Noland langsung bangun dari tempat duduknya dan mencoba untuk menenangkan Chloe.
"Tenaga Chloe," ucap Noland menenangkan Chloe sambil memegangi tubuh Chloe, begitupun Milin.
"Tuan Arthur, tolong ambilkan minuman di dapur," ucap Nenek meminta tolong.
"Baik Nek." Tanpa berpikir panjang aku langsung bergegas menuju dapur untuk mengambil minuman seperti yang diperintahkan oleh Nenek karena minuman di atas meja sudah kosong.
Dari kejauhan aku dapat mendengar erangan dari Chloe sudah mereda dari sebelumnya.
"Chloe, kamu tidak apa-apa?" tanya Milin khawatir.
"Exousia. Itu... Uhh..."
Selanjutnya Chloe mulai berbicara aneh tanpa makna. Itu tidak terdengar seperti bahasa yang biasanya aku jumpai sebelumnya.
"Hah?! Itu..." Nenek tiba-tiba kaget seperti mengerti apa yang Chloe katakan.
"Milin, ambilkan peta yang ada di lemari sana," perintah Nenek kepada Milin.
"Iya Nek!" ucap Milin mengikuti perintah.
Aku yang sudah siap dengan minuman yang disuruh, bergegas kembali secara hati-hati karena sedang membawa minuman.
Aku dapat melihat dan mendengar Chloe yang sedang berbicara aneh dengan tatapan kosong. Kondisi ini sungguh aneh di dunia nyata. Apa dia memiliki kelainan pada psikologinya? Mungkin saja, karena dia berlatarbelakang menjadi budak sebelumnya.
Aku tiba di meja dan langsung menaruh minuman yang kubawa di atas meja dan bersamaan dengan datangnya Milin sambil membawa gulung kertas di tangannya.
"Terima kasih Tuan Arthur. Milin, coba buka peta itu di depan Chloe," ucap Nenek.
Tampa bertanya, Milin menuruti apa yang dikatakan oleh Neneknya dan langsung membuka gulungan peta itu tepat di depan Chloe. Jika dilihat, cangkupan peta itu lebih luas dari peta yang sebelumnya aku dan Noland lihat di pelabuhan.
Chloe yang dari tadi berbicara aneh, seketika langsung diam dan menatap peta dengan raut wajah serius. Tangan kanannya mulai bergerak dan langsung menghantam suatu tempat di daerah peta. Setelah melakukan hal itu, tiba-tiba tubuh Chloe ambruk ke samping seperti kehabisan tenaga. Untung saja Noland yang berdiri di sampingnya dengan sigap langsung menangkap Chloe yang tampak lemas.
__ADS_1
"Panas!" ucap Noland setelah menangkap Chloe yang hampir terjatuh.
Aku melihat peta dan melihat area yang ditunjuk oleh Chloe sebelumnya... Dan area yang ditunjuk oleh Chloe adalah area bagian selatan kerajaan.