
Masih terus berjalan dengan Noland disampingku serta penumpang lain yang masih disekitar kami, aku mengikuti jalan yang mengarah lurus ke arah depan yang masih berada di atas air laut. Di depan tampak beberapa orang berlalu lalang serta banyak kereta kuda yang sepertinya sedang menunggu seseorang.
Tampak seperti perbatasan antara dua tempat yang berbedaーJalanan ini menghubungkan pelabuhan dengan jalan pada pinggiran kota.
Jadi dapat dipastikan bahwa area itu adalah area transisi dari pelabuhan ke kota.
Tak lama lagi kami akan melihat kota yang dikatakan sebagai kota ajaib oleh orang-orang.
"Arthur, apa kamu punya tempat yang ingin kamu kunjungi lebih dahulu?"
"Em... Sepertinya tidak ada tempat yang terlalu ingin kukunjungi saat ini. Lebih baik kita mencari penginapan dulu, bagimana menurutmu?"
"Itu ide bagus. Kita harus memprioritaskan tempat tinggal dahulu supaya tidak seperti sebelumnya... Kita kesulitan untuk mencari penginapan yang kosong."
"Yup kamu benar. Ayo kita lihat di papan itu," ucapku sambil menunjuk deretan papan yang terletak tepat di samping jalan.
Untuk mencari sebuah penginapan, kami hanya perlu melihat berbagai informasi yang tercantum di papan informasi yang disediakan.
Deretan papan informasi itu terdiri dari empat papan besar yang tertempel oleh banyak kertas yang berisikan berbagai informasi umum yang diperlukan oleh orang-orang awam. Biasanya di papan itu tercantum peta geografis, iklan acara, serta berbagai penginapan yang bekerjasama dengan pemilik papan informasi ini.
Seringnya papan informasi dikelilingi oleh banyak orang yang mencari berbagai informasi di kota yang baru mereka kunjungi. Oleh karena itu, papan informasi disebar di berbagai titik di dalam kota untuk mengantisipasi keramaian pada satu titik.
Aku dan Noland tiba di depan papan informasi bersama dengan beberapa orang yang tampaknya baru pertama kali ke kota ini, sama seperti kami.
Aku mencari informasi yang kami perlukan dengan cara menengok-nengok papan yang begitu besar dan sedikit mengangkat kertas yang tertempel di sana.
Untuk mengantisipasi kejahilan dari orang-orang, biasanya ada satu atau dua penjaga yang menjaga papan informasi secara bergilir dari pagi hingga malam.
Di papan ketiga, tepat di samping petaーTercantum informasi tentang penginapan yang disusun secara berurutan berdasarkan jauh dekatnya dari lokasi kami saat ini. Disitu terdapat kurang lebih dua puluh lima penginapan.
"Hm, Noland. Yang mana yang harus kita pilih? Yang murah serta berada di pinggiran kota, atau yang mahal tapi berada di tengah-tengah kota?" tanyaku kepada Noland yang tampaknya sudah berpikir lebih dahulu.
Aku menanyainya karena dia sepertinya sudah dilatih oleh Mr.Meinhard dalam urusan semacam ini.
__ADS_1
Aku sudah lupa dengan ilmu ini, jadi kuserahkan saja kepada Noland.
"Menurutku kita harus mengambil yang ini," ucap Noland sambil menunjuk sebuah nama penginapan dari daftar di depan kami.
Penginapan yang ditunjuknya tidak berada di pinggiran kota dan tidak pula berada di tengah-tengah kota. Penginapan itu berada pada posisi ke-delapan dari daftar yang disediakan.
"Kenapa?" tanyaku menanyai alasannya.
Noland memindahkan jarinya ke arah peta yang berada di samping daftar penginapan dan menunjuk ke penginapan yang dia pilih.
"Kita akan mencoba bekerja ke kerajaan bukan? Salah satu alasanku memilih penginapan ini selain karena harganya yang terjangkau, yaitu karena penginapan ini memiliki rute yang sederhana untuk menuju ke arah kerajaan, dan juga penginapan ini kemungkinan besar berada pada area yang lumayan sepi... Jadi kita bisa beristirahat dengan nyaman," jelas Noland sambil menunjukkan rute yang dia maksud.
Memang benar, rute itu cukup sederhana... Hanya perlu beberapa belokan saja untuk menuju ke kerajaan. Itu hampir sama dengan penginapan yang berada dipusat kota.
"Bagaimana... Arthur?" ucap Noland mengarah ke arahku untuk menanyai pendapatku.
"Hm! Aku setuju, terima kasih Noland," ucapku sambil menganggukkan kepala.
Noland sudah banyak berubah, dia sangat bisa diandalkan.
Mengikuti saran Noland, kami mulai pergi dari pelabuhan dan perlahan-lahan menuju ke penginapan sambil menikmati suasana jalanan.
Jalanan di kota ini sudah banyak dilalui oleh kereta kuda, setiap beberapa menit kami pasti akan mendengar suara langkah kuda yang bergerak santai ataupun bergerak terburu-buru. Kota ini sudah lebih maju dari kota Monte Rosa.
Sama seperti kota-kota lainnya, jalanan kota ini sebagaian besar telah ditutupi oleh bata dan bebatuan untuk memudahkan kereta kuda untuk melalui jalanan, serta terkadang di pinggir jalan terlihat jalur aliran air untuk mengantisipasi banjir dari hujan.
Bagiku, ini sama sekali tidak aneh, ini adalah sistem dasar untuk perkotaan. Tapi bila dipikirkan lagi... Apakah di era ini memang sudah tercipta sistem seperti ini? ...yah, mungkin saja sudah.
"Seperti yang diharapkan dari Arthur!" ucap seseorang di sampingku, itu Noland.
"Hm? Ada apa?"
"Kamu sama sekali tidak terpana dengan semua hal ini?! Aku bisa tergila-gila di sini. Bukan aku saja, lihat itu!" ucap Noland sambil menunjuk ke sekumpulan orang yang mendekati saluran air dan mengamati jalurnya.
__ADS_1
"Mereka sampai-sampai mengamatinya dengan seksama."
Sedari tadi memang orang-orang yang berjalan bersama kami selalu menengok ke sana sambil melewatinya, ada pun orang yang tak tahan untuk mengetahui lebih lanjut mendekati dan mengamati.
Tapi masalahnya... Untuk mengamati sistem itu, orang-orang perlu mengantri dan membayar terlebih dahulu di loket terdekat untuk mendapatkan izin!? Apa-apaan itu! Arena bermain? Siapa sih yang membuat kebijakan seperti ini?
Dan juga, setiap beberapa meter dari loket satu pasti ada loket satu lagi. Mereka menjadikan ini sebagai peluang keuntungan mereka.
Cukup pintar sih...
Kota ini kecil, namun jika kulihat mekanismenya sudah mulai kompleks.
Jika kubayangkan Mr.Meinhard di sini, dia pasti dari awal masuk sudah menghamburkan uangnya untuk melihat barang-barang dan sistem di sini.
Walaupun aku merasa ini biasa-biasa saja, tapi aku cukup merasa nostalgia dengan sistem serta barang-barang di sini.
Membantu Noland agar bertahan dari giuran di sekitarnya aku terus mengganti-ganti topik pembicaraan.
Noland sudah memiliki ketertarikan dengan alat untuk membantu kehidupan manusia, dia tak ingin melihat orang-orang kesusahan dan kerepotan.
Setelah melalui beberapa tempat yang sebagian menjadi titik keramaian untuk melihat barang-barang unik dan ajaib, akhirnya kami berhasil tiba di depan pintu penginapan yang ditunjukkan di peta tadi dan serta menjadi pilihan kami.
"Em... Apa kita tidak salah tempat?" tanyaku kepada Noland yang sedang membuka peta kecil yang dijual di jalanan.
"Jika menurut peta... Memang ini tempatnya," ucap Noland mengkonfirmasi.
"Tapi kenapa penginapannya sangat terlihat kecil dari penginapan biasanya?"
"Arthur... Ingat! Jangan melihat dari liatnya, lihat dari dalamnya. Bukankah itu yang selalu kamu katakan?"
"Ugh! Kーkamu benar Noland... Ayo coba kita masuk dulu."
"Iya, Ayo."
__ADS_1