Kembali Ke Awal

Kembali Ke Awal
Mencari Kepastian


__ADS_3

Benar saja, malam ini malahan menjadi malam kompetisi makanan antara Nick dan Eli. Mereka berdua harus menyepakati tiga jenis makanan yang akan mereka buat terlebih dahulu, dan selanjutnya di serahkan kepada dewan juri. Ngomong-ngomong, dewan jurinya adalah kami semua yang tidak terlibat di dalam pertandingan mereka berdua.


Nick dan Milin sudah berada di Medan perang mereka berdua di dalam dapur sana, sedangkan kami menunggu datangnya hasil masakan mereka berdua di ruang utama sambil duduk-duduk santai.


"Kira-kira siapa yang akan menang kali ini?" tanya Eve membuka topik.


"Mungkin saja, Kak Nick seperti sebelumnya lagi," jawab Foys memberikan pendapatnya.


"Tapi bukankah Eli memiliki kesempatan pada malam ini?"


"Hmm, kalau dilihat dari peningkatan kinerjanya... Dia sudah melewati banyak masalah dan rintangan dalam masak-masak selama ini. Pasti kemampuannya akan meningkatkan dengan itu. Mungkin saja dia akan menang kali ini."


"Kesempatan... Kalau benar begitu, ini akan menjadi sejarah baru di sini, benar bukan?"


"Tapi jangan meremehkan Nick. Kemampuannya juga pasti ikut meningkat."


"Kalau begitu, kita lihat saja hasilnya nanti."


"Kalau kalian mendukung siapa?" tanya Foys mengarah ke arahku dan Noland.


"Selama ini, kami masih belum pernah mencoba masakan mereka berdua secara terpisah. Jadi kami masih belum jelas tentang itu."


"Siapapun yang menang, aku hanya ingin makan secepatnya," jawabku jujur.


"Ha! Kamu tertular olehku!" ucap Eve datang mendekatiku dan langsung memeluk dari samping dan bertingkah seperti guru telah menyelesaikan tugasnya.


"Jangan terlalu percaya diri! aku hanya sedang lapar sekarang. Kira-kira mereka akan selesai dalam berapa menit?"


"Jangan mencari yang pasti saat ini. Mereka bisa saja menghabiskan waktu setengah jam lebih untuk menyelesaikan satu makanan."


"Yーyang benar saja... Kalau hanya untuk tiga makanan menghabiskan banyak waktu, bagaimana dengan makanan yang lainnya?"


"Tenang saja soal itu, kali ini mereka sedang membuat makanan terbaik mereka, jadi pantas menghabiskan waktu yang cukup lama. Tapi untuk makanan yang lainnya, mereka bisa menyelesaikannya secepat kilat. Itu pekerjaan mereka sehari-hari," jelas Jack.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang? hanya menunggu?"


"Tak usah khawatir, aku sudah membawakan beberapa jajanan untuk masalah itu!" ucap Eve sambil mengangkat keranjangnya ke atas meja.


Eve mengeluarkan beberapa benda dari dalam keranjangnya itu. Di situ ada...


"Em... Apa maksudnya jajanan? bukankah semuanya itu hanyalah minuman keras?" tanya Noland menyadarinya.


Foys mengeluarkan banyak jenis minuman keras ke atas meja dan berada di dekat Jack.


"Ah, ya... Kalian masih di bawah umur ya..."

__ADS_1


"Eve, selama ini kamu menganggap kami apa?"


"Dia memang seperti itu," ucap Foys seperti sudah terbiasa.


"Tenang-tenang, untuk kalian aku memiliki sesuatu."


Eve kembali mengulik-ngulik isi dari keranjangnya untuk mencari sesuatu yang dapat dinikmati oleh kami para bocah-bocah.


"Ini dia!" ucap Eve menemukan apa yang dia cari-cari.


Eve mengeluarkan botol panjang berisi cairan berwarna oranye di dalamnya dan menaruhnya di hadapan kami.


"Ini... Apa?" tanya Foys menanyakan minuman yang ada di depannya.


"Itu minuman dari sari jeruk, yang sedang trend sekarang. Kalian cocok dengan hal itu!"


"Apa kamu yakin ini baik untuk di minum, warnanya mencolok."


"Tidak apa-apa, aku baru saja membelinya siang tadi. Sayang jika kubuang."


"Buang? Kenapa dibuang?" tanya Noland penasaran.


"Saat kubeli, kukira rasanya akan sesuai ekspektasiku saat membacanya di koran. Tapi... Sepertinya aku kurang menyukainya. Itu lebih cocok untuk kalian!"


"Tapi, bukankah minuman keras lebih parah dari itu?" tanyaku kepada Eve.


"Hhh, sepertinya dunia orang dewasa sangat berbeda," keluh Foys.


"Tunggu sebentar, ini hanya aku, atau kalian bisa melihat Chloe tampak berbeda sekarang?" ucap Jack.


Ah ya! Chloe, aku sampai lupa dengannya. Aku harus memperhatikan supaya dia tidak merasa kebosanan dan menganggap dirinya sangat jauh dari kami.


Aku menoleh ke arah tempat duduk Chloe di sampingku untuk melihat kondisinya. Namun terkejutnya aku saat melihat hal yang sudah lama tak kulihat beberapa minggu ini.


Sikap misteri Chloe kambuh lagi.


Dia diam dengan tatapan kosong-sekosongnya sambil melihat ke arah sesuatu di depannya.


Dia begini, saat seperti ini.


Noland yang juga tampaknya menyadari dan terkejut dengan penampilan misterius Chloe dan mulai melakukan sesuatu yang dia bisa.


"Chloe, apa kamu mendengarku?" tanya Noland memastikan keberadaan Chloe.


Beberapa detik berlalu, namun tidak ada balasan. Chloe benar-benar sudah tidak ada di sana.

__ADS_1


"Ada apa dengannya? apa dia merajuk karena kebosanan?" tanya Foys kebingungan dengan penampilan Chloe.


"Chloe, kami memperhatikanmu kok! Jadi ayo bersenang-senang bersama!" ucap Jack bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah Chloe.


Baru setengah perjalanan, aku dengan paksa menghentikan pergerakan dari Jack untuk mendekati Chloe karena aku tidak tau apa yang akan terjadi bila ada yang mengganggunya saat keadaan seperti itu.


"Ada apa, Arthur? Kenapa kauー"


"Maaf, Jack. Tapi untuk sekarang, jangan mendekatinya dahulu. Aku akan memberitahukan alasannya nanti. Mohon pengertiannya."


Kondisi misterius Chloe diperlukan saat ini untuk mencari kepastian yang kami cari-cari. Baiklah, siapapun itu di dalam Chloe, berikan kami jalan harapan.


Dari menatap kosong, mata Chloe mengarah ke padaku dan menatapku tajam. Ini baru pertama kalinya aku ditatapnya saat kondisi seperti ini.


"Hey-hey ada apa sebenarnya ini?!" ucap Foys kebingungan.


"Apa Chloe baik-baik saja? dia berbeda dari yang biasanya," ucap Eve.


Tidak terpengaruh dengan pertanyaan dari mereka berdua Chloe tetap menatapku tajam dan seketika mengatakan satu kata.


"Lambat."


Satu kata terlontar dari mulutnya. Kukira awalnya dia tidak bisa berbicara, ternyata dia bisa ya... dan apa-apaan kata yang keluar pertama kali 'lambat' entah kenapa aku merasa tersinggung dengan kata itu.


Tampa banyak menghabiskan waktu lagi, Chloe loncat dari tempat duduknya dan berjalan menuju suatu tempat dengan kami semua kebingungan dengan sikapnya.


Chloe berjalan seolah-olah tidak akan ada orang yang menghalangi jalannya, bahkan tidak ada orang yang berani mendekatinya.


Chloe tetap berjalan, masuk kedalam area kasir restoran dan menuju sebuah laci di lemari panjang.


"Kalian..."


Chloe menatap tajam laci itu beberapa saat dan memutar tubuhnya ke arah kami yang menontonnya dari kejauhan. Dia berdiri disampingnya dan sambil menunjuk laci itu dengan jarinya yang mungil.


"Frontida."


Lagi-lagi Chloe mengatakan satu kata yang asing bagiku. Mencari penjelasan aku melihat ke sekelilingku. Noland, Foys, Eva hanya diam menonton.... Dan Jack...


"Kalian benar-benar... Aku tak menyangka ini... Apakah selama ini kalian mengincar itu?! Siapakah kalian sebenarnya?"


Ada apa ini? Apa itu benar?! Itu harta kerajaan yang hilang??! YEAHH!


Ekm, tapi sebelum itu kita harus menyelesaikan hal ini terlebih dahulu. Sepertinya laci itu terkunci sangat rapat, oleh karenanya kami tak dapat langsung mengambilnya dan langsung pergi dari sini. Jadi, kita harus berbicara hati ke hati terlebih dahulu untuk meminta izin dari mereka.


Aku tak tau mereka penjahat atau bagaimana... Aku harus berhati-hati dengan kemungkinan yang bisa terjadi. Kira-kira kami akan kabur lewat jalan mana bila ada hal yang berbahaya?

__ADS_1


"Tak mungkin... Apa kalian benar-benar orang dari kerajaan?!" ucap Foys di sampingku.


"Maaf, kami bukan orang dari kerajaan manapun. Untuk saat ini. Kami hanyalah orang biasa yang kebetulan lewat."


__ADS_2