
Setelah acara selesai, aku memilih beristirahat sambil menggenggam botol air mineral yang baru saja habis ku minum...
"waahh... nyangka suaramu apik" kata bunga sambil menggoyangkan jempolnya dan berjalan mendekati ku.
"mbak...aku minta maaf ya, mungkin habis ini aku dipecat kali ya, ngambil keputusan sendiri gak pake tanya-tanya dulu" ucapku sedih.
"apaan sih ga mungkin lah, malah kamu nyelamatin kita loh bi.. ntar kalo sampe Rega mecat kamu aku yang pasang badan" bunga kemudian menepuk dadanya dan tertawa, lalu pergi untuk mengecek keadaan katanya.
"hallo mbak bianda... haus banget??" suara Candra membuyarkan lamunanku, kemudian tertawa.
"mas Candra aku mau berterima kasih tadi sudah batuin banget, gak tau deh kalo gak ada mas Candra bisa gak aku sendirian, tapi aku juga kayaknya gak mampu bayar masnya" ucapku.
"waah gak apa-apa, itung-itung juga bantuin kakak aku..gak bisa bayangin ntar resepsi nya ini sepi kayak kuburan gak ada music gak ada yang nyanyi hahaha" Candra tertawa lepas yang memancing ku pun ikut tertawa.
"tapi serius suara mbak bianda bagus... punya band atau sering nyanyi dimana? aku mau kapan-kapan lihat mbak nyanyi, anggap aja aku fans garda depan mbak bianda" hahahaha lalu kami tertawa bersama.
__ADS_1
setelah selesai dengan urusan di venue aku, mbak bunga dan team kembali ke kantor.
terdengar tepuk tangan yang membuat kami semua berbalik dan mencari sumber suara.
"waah... bianda terimakasih sudah menyelamatkan kita semua, saya sudah dengar dari teman-teman di menit-menit terakhir kamu menawarkan diri untuk mengisi acara, terima kasih banyak... lain kali kita bisa kali ya karaoke bareng atau buat band gitu? gimana gengs?!" kata pak Rega yang disambut suit an dan persetujuan dari mereka, membuat wajah malu dan berubah Semerah tomat... ku lirik mbak bunga yang langsung merangkul ku... ahh aku lega disini aku seperti menemukan keluarga baruku.
sore hari ketika akan pulang samar-samar terdengar suara seperti memanggil, kurasakan dari arah belakang ada seseorang mendekat ku toleh ternyata Candra, untuk apa dia kesini?
"aku tadi nyari kamu ternyata uda pulang ya udah aku samperin ke kantor aja, ini souvernir pernikahan dan tasmu yang ketinggalan" kata Candra lagi-lagi dengan senyum merekah membuat lesung pipinya semakin dalam.
"ahh ya ampun kok bisa lupa sih tasku, makasii yaa mas Candra, ini souvernir nya juga saya terima dan nanti saya bagikan keteman-teman" kataku.
"oke makasii ya, pulang naik apa?? aku antar??"
"heemm... jangan, merepotkan biar saya naik taxi online saja" tolak ku secaa halus.
__ADS_1
"gak apa-apa, saya juga mau pulang yuk bareng aja" kata Candra menganyungkan tangan menuju mobilnya, aku pun mengikuti berjalan dibelakang nya dan masuk ke mobil.
di dalam mobil kulihat seragam seperti seragam papa ku, apa Candra ini seorang polisi? ketika aku mulai bertanya dalam hati Candra memulai percakapan.
"iya, aku polisi... mau nanya itu kan? soalnya dari tadi kamu liatin seragam yang digantung an itu mulu sih, hehe... tentang aku gak galak kok gak suka nembak" kata Candra mulai mengutak- ngatik audio dalam mobilnya yang tak lama terdengar alunan beberapa lagu dari the overtunes, yang sangat terdengar nyaman di telinga.
aku tertawa " apaan sih aku gak takut sama polisi, dah biasa lihat dirumah" jawabku.
" suami kamu polisi?"
"bukan... papaku, jadi dari kecil uda gak takut sama polisi"
kami berdua ber O ria dan kemudian tertawa bersama, sambil sesekali aku menunjukkan arah menuju kerumahku.
"mau mampir dulu?" kataku setelah sampai di depan rumah.
__ADS_1
disambut gelengan kecil dari Candra "gak deh uda malam takut di grebek hehe"
aku pun tersenyum kemudian Candra pamit pulang, setelah yakin mobil Candra sudah pergi aku mulai membuka pagar dan berjalan masuk kedalam rumah sebelum terhenti ketika mobil Jeep Rubicon hitam berhenti di depan rumah, aku sangat tahu ini mobil Indra.