
Toko baju pusat kota. Sesuai dengan namanya, sebuah tempat di area pusat kota yang dimana sekelompok orang membeli berbagai macam pakaian berkualitas tinggi dengan harga yang sebanding.
Lokasinya hampir dekat dengan air mancur tempat aku, Evelyn, dan Ms.Ariadna bertemu beberapa hari yang lalu... Agak jauh dari penginapan.
Area pusat kota Monte Rosa dilalui oleh berbagai macam orang-orang dengan berbagai macam kebudayaan dari seluruh penjuru dunia. Suasana jalan pusat kota berwarna-warni karena pakaian yang dipakai para pejalan kaki serta dekorasi toko-toko sekitar.
Aku dan Evelyn sedang berjalan di atas jalanan yang memiliki lebar hampir tiga panjang mobil dan sedang menyatu dengan orang-orang lainnya.
Kondisi tidak terlalu ramai, masih ada jarak antara satu orang dengan orang lain.
Anak kecil yang berkeliaran berkelompok ataupun sendirian mungkin sudah di anggap wajar di sini. Buktinya aku dapat melihat beberapa anak-anak yang hampir sebaya denganku sedang terlihat bekerja mengantarkan barang.
Mereka bekerja keras, tapi mungkin tidak bekerja pintar.
Evelyn yang menggunakan pakaian penyamarannya tampak sukses menipu orang-orang di sekitarnya... Tidak ada yang menyadarinya. Padahal foto-fotonya terpajang di beberapa papan pengumuman yang kami lalui.
Sepertinya Evelyn semakin memiliki banyak penggemar. Itu adalah hal yang menguntungkan bagi Mr.Meinhard.
Evelyn dan Mr.Meinhard telah berhasil menjalan kerja sama. Aku tidak tahu detailnya, tapi aku turut bahagia dengan itu.
Berbicara tentang Mr.Meinhard, sepertinya dia telah menjadikan Noland sebagai salah satu orang yang dipercayainya. Jadi Noland nanti akan diberikan beberapa tugas penting... Semoga dia tidak mengacaukannya.
Jika aku... Aku tidak tahu apa tugasku! Apa aku akan menjadi beban? Kutunggu besok saja.
Kami berdua sedang dilatih untuk dapat bekerja dengan Mr.Meinhard dan akan mendapatkan uang dari itu untuk biaya berangkat kami nanti.
Aku tak menyangka akan memakan waktu selama itu.
Sambil terus memikirkan itu, aku akhirnya menyadari bahwa toko baju yang dimaksud Evelyn telah ada di depan mataku.... Hanya tinggal beberapa langkah lagi untuk mencapai pintu masuk.
Tampak depan toko itu dihiasi dengan jendela yang terbuat dari kaca serta ornamen yang sangat unik yang memunculkan efek mewah.
Dari luar, aku dapat melihat karpet kulit dibentangkan di dalamnya dengan motif yang tak bisa aku jelaskan... Aku tak mengerti seni, itu tampak abstrak.
Kami sudah sampai di pintu masuk, ada beberapa penjaga yang mengawasi dikedua sisinya.
Aku masih melihat-lihat sekitar dengan penasaran... Sedangkan pandangan Evelyn lurus ke depan. Evelyn telah terbiasa dengan suasana ini, dia pasti sering ke tempat ini.
Ada beberapa orang di dalamnya, tidak seramai yang aku bayangkan.
Dari pakaiannya yang rata-rata sangat mencolok, aku dapat mengetahui jika mereka berada di kelas yang berbeda denganku.
Karena perbedaan kelas itu, setelah kami melewati pintu masuk yang terbuat dengan kaca... Pandangan awal orang-orang yang tertuju ke pakaian yang dibawanya berubah ke arah kami.
Seolah-olah mendeteksi perbedaan kelas.
Apa mereka memiliki sensor?!
Menyadari itu, Evelyn mulai melepas tudung jubahnya yang berwarna kehitaman. Memunculkan rambut mulus yang tampak telah dirawat dengan baik.
Melepas kacamatanya, membuka sebagian penyamarannya.
Perlahan-lahan pandangan orang-orang ke Evelyn menghilang, namun malah berpindah ke arahku.
Hey, aku tak punya sesuatu yang bisa kulepas !
__ADS_1
Ah... Pandangan mereka semakin tajam.
Apa yang harus aku perbuat?
Sambil berjalan perlahan dengan Evelyn memanduku, kami berjalan mengarah meja panjang yang tampak seperti meja utama dengan beberapa pandangan masih terfokus ke arahku.
Kami hampir tiba di depan meja itu.
Meja yang tinggi... Atau aku yang pendek? Ah, iya... Aku masih anak berusia 12 tahun.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?"
Muncul dari samping kami seorang wanita mengunakan pakaian yang tidak kalah dari orang-orang di sini.
"Ya, saya ingin mencari beberapa jenis pakaian," jawab Evelyn dengan nada terhormat.
"Baik, bisa tunjukkan identitas kalian dahulu?"
Kenapa harus memperlihatkan identitas? Ini toko untuk publik, kan?
Menurut permintaan wanita itu, Evelyn mengeluarkan semacam kartu identitas diri dan menyerahkannya kepada wanita itu. Apa aku juga harus melakukannya juga? sepertinya harus...
Aku mencoba mencari kartu identitasku, lagi pula tidak ada yang menarik dari identitasku.
"Dengan Nona Evelyn, mengerti. Dan...?" ucapnya dan melempar pertanyaan kepadaku.
Dia tampak tenang saat mengetahui anak di depannya adalah Evelyn, dia begitu profesional.
Aku mendapatkan kartu identitasku dan memberikannya.
Kumohon jangan tendang aku.
"Iya Arthur Gunther! Seorang yang melakukan kontrak dengan Mr.Meinhard!"
Yang mengucapkan itu adalah Evelyn dengan bersemangatnya.
Dia membongkarnya di depan banyak orang.
Padahal aku berusaha untuk merahasiakan itu demi keamanan kami.
Tapi dengan pernyataan itu... Membuat seisi toko tiba-tiba riuh.
Padahal aku menyukai ketenangan sebelumnya.
Mewakili seluruh perasaan orang di dalam toko, wanita yang bekerja secara profesional di depan kami terlihat sedikit terkejut. Dia tak dapat menahan rasa terkejutnya.
Kenapa semua orang sangat terkejut? Sampai terlihat seperti dilebih-lebihkan.
Beberapa milidetik berikut, wajah wanita itu kembali tenang.
"Baik, dengan tuan Arthur... Saya mengerti."
Mungkin karena yang menyatakan itu adalah Evelyn, wanita itu tidak menanyai lebih detail dan langsung percaya.
Ini pertama kalinya aku dipanggil mengunakan tambahan 'tuan' di depan namaku.
__ADS_1
Orang-orang yang memandangku sebelumnya pun telah sibuk kembali dengan urusan mereka masing-masing.
Setelahnya, Evelyn mengutarakan tujuan dengan detail kepada wanita di depannya.
Wanita itu mungkin bekerja sebagai pelayan di sini.
Seperti yang diharapkan, pelayan itu mengerti dan mengarahkan Evelyn ke suatu titik yang berada lebih dalam di toko tersebut.
Di dalam toko baju ini terdapat sebuah besi yang diikat tegak lurus dengan pilar-pilar... Menjadikannya tempat untuk memanjang berbagai jenis kain.
Kami diarahkan ke sebuah titik yang dimana dibentangkan banyak kain dengan warna aneka ragam yang cantik dan mencolok.
Evelyn mulai mencari kain yang cocok dengan kostumnya dibantu dengan pelayan.
Aku dengan kebingungan melihat kain-kain yang dipajang sambil mencoba mengerti dengan motifnya.
Aku tidak mengerti...
Beberapa saat setelahnya, Evelyn sepertinya telah menentukan jenis kain yang akan dia pakai.
Pelayan mengerti dan berpisah dengan kami.
Evelyn menanyaiku tentang pendapatku tentang kain-kain di sini.
Aku menjawabnya dengan jujur...
Evelyn tertawa kecil.
Tak lama kemudian, pelayan itu kembali dengan membawa beberapa pakaian di tangannya yang tampak terbuat dengan jenis kain yang dipilih oleh Evelyn.
Evelyn tampak kegirangan.
Dia menunjukkan pakaian-pakaian itu kepadaku dan menanyai pendapatku.
Jangan menanyai cara memanjat kepada seekor ikan...
Pakaian itu memiliki motif serta jenis kain yang sama, tapi dengan warna yang bervariasi.
Aku tak tahu harus memilih yang mana... Semuanya tampak bagus. Tapi kami harus mengambil satu!
Susah bagiku untuk menentukan, karena tidak ada hitung-hitungan yang pasti tentang hal ini. kami bebas memilih yang manapun...
Kebebasan itu mengerikan.
Dengan bantuan pelayan dan sedikit pendapatku... Akhirnya Evelyn yakin dengan salah satunya dan mengambilnya.
Setelahnya, pelayan itu yang mengurus sisanya, kami hanya tinggal menunggu di tempat awal kami bertemu.
Untunglah ada pelayan di sini.
......................
Setelah beberapa saat menunggu, pelayan itu datang dan memberikan semacam bukti pembelian kepada Evelyn.
Untuk pakaiannya akan dikirimkan nanti ke tempat tinggal Evelyn.
__ADS_1
Dengan itu... Masalah kostum telah selesai, dan akhirnya kita akan pergi ke perpustakaan.