
" Jadi kamu sekarang pacaran sama bule?" tanya Oma dengan raut wajah kaget.
" Belum juga sih Oma, tapi _"
" Kok malah bahas bule sih... bagaimana kalau sekarang kita makan saja dulu, lapar nih!" kata Opa memotong ucapan Rara.
" Kalau masalah makan aku nggak akan nolak opa, asal bukan batu sama kayu."
" Kalau rumput bagaimana kak?"
" Kalau rumput masih boleh sih, kakak juga pernah nyobain rumput sih."
" What!? kakak emang bener-bener nih."
" Bener-bener apa?"
" Beneran kocak abis ha ha ha ha!' kata Azka yang langsung tertawa.
" Azka ma bisa aja. Katanya mau makan kok nggak ada yang beranjak?"
" Oke..... let's go!"
Mereka pun menuju ruang makan bersama. Bagi opa Doni dan Oma Ratna ini adalah hari yang sangat membahagiakan. Cucu yang selama ini dinanti kehadirannya Ternyata telah kembali .
Sedangkan di rumah Adrian , Nyonya Dania sedang sibuk merencanakan acara untuk mengadakan pesta syukuran , kembalinya Adrian dengan keadaan yang baik meskipun masih amnesia.
Tuan Arya dan juga Siska masih ada di tempat kerja masing-masing. Faisal memilih cuti , sedangkan Diandra pulang pagi karena gurunya sedang rapat .
" Siapa saja yang akan di undang ma?" tanya Diandra.
"Kita akan mengundang semua keluarga dan juga anak-anak panti. Sekaligus orang-orang terdekat kita. Sekarang kalian hubungi saja mereka, sedangkan untuk anak-anak panti mama akan ke sana sebentar lagi."
" Bolehkah jika Rian undang adek?'
" Adek siapa ?"
" Aurora."
__ADS_1
" Tentu saja harus... kamu tahu nomernya tidak?"
" Nomer apa?"
" Nomer telepon atuh kak. Masak nomer sepatu."
" Siapa tahu saja mama mau nanyain nomer sepatu Rara."
" Memangnya kak Rian tahu nomernya?"
" Ya tidak juga sih!"
" Sudah kok malah bercanda. Kalau gitu gimana kalau kalian undang langsung ke rumahnya.”
" Sebenarnya dari kemarin pengen ke sana Ma, tetapi _"
" Tetapi apa?"
" Aku nggak hafal jalan ke rumahnya."
" Baik Ma."
" Aku ikutan dong, masak di tinggal."
" Oke... sekarang ganti baju dulu baru berangkat!"
" Siap laksanakan!"
Setelah bersiap mereka bertiga langsung berangkat. Faisal duduk di depan bersama Adrian, sedangkan Diandra duduk di kursi belakang.
" Apa kak Rian akan mengundang kak Salsa?"
" Siapa Salsa?"
" Oh... saya lupa. Bukankah kak Rian sedang amnesia. Kak Salsa kan kekasih kakak. Terakhir kali kami jumpa saat pemakaman. Setelah itu kami tidak pernah lagi bertemu."
" Oh..."
__ADS_1
" Apa kak Rian ingat sesuatu?"
" Tidak ada ingatan apapun sih."
" Sudahlah tidak perlu kak Rian pikirkan. Nanti biar say yang hubungi sekaligus sahabat-sahabat kak Rian. Mereka Pasti kaget."
" Terserah deh , kakak malah pusing memikirkannya."
" Oke!"
Akhirnya mereka sampai juga di rumah Aurora. Begitu melihat ada mobil , penjaga langsung menanyai mereka.
" Cari siapa ya?"
" Saya paman... Rara ada di rumah?"
" Oh... den Rian toh. Silahkan masuk den," kata penjaga gerbang itu sambil membukakan pintu gerbang.
Faisal pun membawa mobilnya masuk melewati gerbang. Dia memarkirkan mobilnya di garasi. Ternyata banyak mobil yang sudah terparkir rapi di sana.
" Ini beneran rumahnya kak?"
" Iya kenapa?"
" Besar loh kak... kok malah tinggal di pinggiran hutan?"
" Mana saya tahu. Kalau mereka nggak tinggal di sana ... mungkin aku beneran mati dimakan binatang buas."
" Kok kak Adrian malah ngomongin mati."
" Kamu sih yang membuat gara-gara."
" Sorry!"
Terimakasih atas dukungan teman-teman semua 🙏😘😘
Jangan lupa like, vote, favorit dan komentarnya 🙏😘😘😘😘
__ADS_1