Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 25


__ADS_3

Rombongan Aurora sudah sampai di rumah Adrian. Sudah banyak orang yang hadir. Kehadiran mereka menjadi pusat perhatian. Aurora sampai gugup.


Reyhan yang merasa Aurora gugup menenangkannya.


" Rileks kak... kami kan bersama kakak," kata Reyhan .


" Bener kak... ada Reyna juga. Entah paman Raka sama Tante Ratna kemana?"


" Sudah pasti menyapa kenalan mereka."


" Untung ada kalian berdua. Terimakasih."


" Kita juga harus berterimakasih sama kakak udah ngajak kami. jadi bisa tau rumah kak Adrian yang udah kayak istana."


" Kamu mah lebay dek," kata Reyhan yang menggandeng tangan Aurora.


Jika diperhatikan Reyhan dan juga Aurora sangat serasi . Wajah imut Aurora nampak seperti remaja .


" Nggak boleh berdebat... lebih baik sekarang masuk," lerai Aurora.


" Tentu saja."


" oke!"


Selain mereka Salsa, juga sudah datang. Dia datang bersama Romi. Mereka berdua belum mengetahui acara apa sebenarnya. Mereka hanya tahu kalau tuan Arya mengadakan acara syukuran.


Aurora melihat om Arya berjalan menuju podium. Wajahnya nampak cerah. Senyumnya pun tak lepas dari wajahnya.


" Assalamualaikum warahmatulloh."


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


" Selamat malam semuanya. Terimakasih telah hadir di acara ini. pasti kalian ingin tahu , apa yang menyebabkan saya mengadakan acara tasyakuran ini."


" Untuk itu biarkan saya memperkenalkan seseorang untuk naik ke atas panggung. Adrian Hadi Kusuma!"


Para tamu undangan langsung geger begitu mendengar nama Adrian. Bukankah dia sudah tewas dalam kecelakaan itu. Bagaimana bisa terjadi?


Begitupun dengan Salsa dan Romi. Romi sampai tersedak minuman.


" uhuk uhuk uhuk uhuk "


Dengan cekatan salsa menepuk punggung kekasihnya. Salsa sudah resmi menjadi kekasih Romi sejak tiga bulan yang lalu.


" Apakah kamu baik-baik saja?"


" Hem... bagaimana dengan mu?"


Pertanyaan Romi tidak terjawab, Dia melihat Adrian yang turun dari tangga. Tampilan Adrian malam ini sungguh mempesona. Tidak ada wanita yang tidak terpesona dengannya.


Sebenarnya Adrian agak risih melihat tatapan para wanita yang seolah ingin melahapnya. Tapi dengan wajah datarnya tidak ada seorang pun yang mampu menafsirkannya.


Adrian dengan gagah menghampiri ayahnya. Lalu berdiri di samping ayahnya. Dia melihat kearah tamu semua.


Romi yang melihat itu mengepalkan kedua tangannya. Rahangnya pun mengeras. Dia berpikir bagaimana dia masih bisa hidup dari kecelakaan maut itu.

__ADS_1


Tidak ada yang menyadari tatapan Romi kecuali satu orang. Dia mengerutkan keningnya saat menyadari tatapan kebencian yang mendalam dari Romi untuk Adrian. Siapa orang itu?


" Di samping saya telah berdiri Adrian Hadi Kusuma. Dia berhasil selamat dari tragedi kecelakaan itu. . Untuk itulah saya mengadakan pesta tasyakuran ini."


" Kenapa baru sekarang tuan Adrian muncul?"


" Karena kecelakaan yang ia alami cukup parah. Untung saja masih ada orang yang baik hati menolong putra saya hingga sembuh."


" Siapa dia?"


" Maaf saya tidak bisa menyebutkan nama orangnya. Karena dia tidak ingin diekspos," jawab Adrian setelah melihat Aurora menggelengkan kepalanya.


" Baiklah... silahkan nikmati acaranya!"


Adrian dan juga tuan Arya turun dari podium. Satu persatu orang menghampiri mereka untuk mengucapkan selamat. Sedangkan Aurora langsung mencari tempat makan. Dia diikuti Reyhan dan juga Reyna.


" Sepertinya desert itu rasanya enak," tunjuk Aurora.


" Jangan terperdaya dengan penampilan kak. Belum tentu tampilan yang cantik rasanya enak ."


" Betul juga sih , tapi tidak ada salahnya kita coba bukan?"


" Benar kak... sebenarnya kak Reyhan ma cuma iri."


" Ngapain kakak iri?


" Sebab kak Reyhan nggak bisa makan desert."


" Kenapa?"


" Kok bisa?"


" Seperti yang kak Rey katakan. Terbuai dengan penampilan yang cantik, tidak mengetahui itu terbuat dari strawberry. Langsung deh mukanya banyak ruamnya."


" Jadi kamu alergi strawberry"


" Ya gitu deh kak."


" Uh... kasian!"


" Ya Alloh... dek dek aku cari-cari ternyata disini!"


" Kenapa bang ?"


" Kok nggak nyamperin Abang sih?'


" Abang kan masih sibuk. Terus nih perut minta diisi. Abang sudah makan belum?"


" Belum sih."


" Kalau gitu makan dulu saja," kata Aurora sambil memakan desert yang berhasil ia ambil."


" Ternyata enak loh Rey!"


" Bener kak... coklatnya lumer di mulut. Kak Reyhan bisa coba ini bukan strawberry tapi coklat," jawab Reyna.

__ADS_1


Reyhan yang tergiur langsung mengambil desert yang sama seperti Aurora dan Reyna. Adrian merasa dicuekin langsung cemberut.


" Dek!"


" Iya Abang sayang... mau coba ini ?"


" Boleh!"


Aurora menyuapkan satu sendok desert dari sendok yang sama. Tingkah mereka menarik perhatian orang-orang. Apalagi dua orang .


" Gimana rasanya?"


" Enak," jawab Adrian dengan tersenyum.


" Kini giliran Reyhan kak yang disuapin."


" Ha?"


" Kamu kan sudah punya sendiri , ngapain minta disuapin Rara?" protes Adrian tidak terima.


" Aduh kami ganggu ya... kok dari tadi kakak lihat seru amat?"


" ....?"


Reyhan, Reyna dan juga Aurora memandang orang itu dengan intens. Sampai Saskia merasa gugup.


" Mandang nya biasa aja kali. Kok kayak mau makan kakak."


" Emang kakak siapa sih kok sok kenal banget?" tanya Reyhan tanpa rasa malu.


" Ini ma kak Saskia ... kakak aku," Jawab Adrian.


" Maaf kak nggak ngerti," jawab Aurora yang merasa tidak enak sendiri.


" Kamu cantik deh," puji Saskia .


" Kakak lebih cantik. Sebentar deh kak kok kayaknya aku pernah lihat kakak ya?" tanya Reyna.


" Di mana?"


" Di rumah sakit."


" Kamu sakit?"


" Tidak kak... waktu ngasih bekal ayah."


" Ayahmu sakit."


" Ayahnya seorang Dokter."


" Kalau gitu sama dong. Siapa nama ayahmu?"


" Dokter Ardan."


" Oh _"

__ADS_1


" Adrian!"


__ADS_2