
Aurora bangun agak kesiangan. Badannya merasa lelah. Perjalanan kali ini menguras tenaganya. Sudah lama Aurora
tidak berkeliling seperti itu. Untungnya dia sedang berhalangan jadi tidak perlu khawatir untuk meninggalkan sholat.
" Semalam kalian pulang jam berapa?" tanya paman Raka begitu beliau mendudukkan dirinya di kursi yang ada di ujung.
Paman Raka sudah menjadi kepala keluarga. Meskipun mereka tidak ada hubungan keluarga tetapi baik itu Aurora, Reyna dan juga Reyhan menganggap paman Raka dan juga istrinya sebagai pengganti orang tua mereka
Reyhan dan juga Reyna sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Meskipun mereka juga tak kalah lelahnya dengan Aurora tetapi mereka berdua tidak ingin melalaikan tugas mereka sebagai seorang siswa.
Tante Ratna menyiapkan makanan dibantu oleh Bu Ida. Sejak pagi beliau memasak sesuai selera masing-masing orang.
" Sekitar jam setengah satu paman," jawab Reyhan .
" Kok tumben Rara belum juga turun?"
" Kak Rara mungkin masih lelah. Kemarin kami jalan-jalan keliling hutan. Reyna saja jika nggak mikir ada ulangan juga memilih tidur ," jawab Reyna .
" Kalau begitu biarkan Rara istirahat . Lebih baik sekarang kalian sarapan saja dahulu. Sudah semakin siang , nanti kalian bisa terlambat," ucap Tante Ratna menimpali perbincangan mereka.
Mereka pun menyantap makanan yang sudah terhidang di meja dengan lahap. Tidak ada perbincangan selama makan . Mereka hanya fokus dengan hidangan yang mereka makan.
Tante Ratna merasa khawatir dengan kondisi Aurora. Reyhan dan juga Reyna sudah berangkat ke sekolah masing-masing tetapi Aurora belum nampak batang hidungnya.
Selesai sarapan, mereka pun pergi ke tujuan masing-masing. Kecuali Tante Ratna yang tidak ingin mengikuti suaminya bekerja .
Tante Ratna langsung berjalan ke kamar Aurora setelah memastikan paman Raka, Reyhan dan juga Reyna hilang dari pandangan matanya.
Aurora masih asyik bergumul dengan selimut saat Tante Ratna mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
Tok tok tok
" Sayang ... sudah bangun belum?" panggil Tante Ratna dari luar kamar.
Tidak ada tanggapan dari dalam kamar, membuat Tante Ratna mengambil kunci cadangan yang berada di kamarnya. Setelah itu beliau langsung membuka kamar Aurora.
Tante Ratna bernafas lega begitu melihat Aurora. Beliau menggelengkan kepalanya dengan tersenyum. Kemudian Mendekati Aurora di ranjang. Beliau duduk di sisi yang kosong dan mencium kening Aurora dengan lembut.
Aurora perlahan membuka matanya. Dia langsung memeluk Tante Ratna dengan manja .
" Tumben belum bangun ?'
" Lemes Tan... memangnya ini sudah jam berapa?"
" Baru jam tujuh sih."
" Adik-adik sudah berangkat dong?"
" Ide yang bagus tuh. Kalau begitu Rara mandi dulu," kata Aurora. Dia mencium kedua pipi Tante Ratna sebelum masuk kedalam kamar mandi.
Tante Ratna keluar dari kamar Aurora dan kembali ke kamarnya. Beliau juga ingin bersiap.
Adrian sejak semalam tidak bisa tidur karena merasa bersalah karena melupakan Aurora . Kini dia sudah berada di depan rumah Aurora. Niatnya ingin pergi ke kantor. Tetapi dia sempatkan dulu untuk mampir ke kediaman Aurora.
" Rara nya ada Bu?" tanya Adrian saat Bu Ida membukakan pintu untuknya.
" Ada den... dari tadi belum juga keluar," jawab Bu Ida.
" Saya boleh menunggunya kan ?"
__ADS_1
" Tentu saja den. Mari masuk kedalam . Sebentar lagi juga keluar!'
" Terimakasih Bu!"
Adrian mengikuti Bu Ida masuk kedalam rumah. Dia juga mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu. Sedangkan Bu Ida langsung kembali ke dapur. Menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.
Tidak lama kemudian, Aurora turun dari kamarnya. Rambutnya diikat ekor kuda. Pakaian yang ia pakai juga simple .Karena dia memang tidak suka ribet. Dia langsung kaget melihat Adrian duduk di sofa rumahnya.
" Abang dari tadi kesini?" tanya Aurora begitu sampai di dekat Adrian.
Tanpa menjawab pertanyaan Aurora, Adrian langsung memeluk Aurora erat. Tentu saja Aurora kaget. Apalagi begitu mengetahui jika Adrian menangis .
" Waduh... Abang ngapain nangis ?"
" Hu hu hu hu"
Bukannya menjawab pertanyaan Aurora, Adrian malah menangis dengan keras. Tante Ratna yang kebetulan baru saja keluar dari kamar langsung melongo. Bagaimana bisa Adrian yang terkenal dingin jadi melow.
" Ehm .... ehm !"
" Eh Tante...sudah lama Tan ?" tanya Adrian sambil menyeka air matanya dan melepaskan pelukannya terhadap Aurora.
" Baru saja . Kamu sudah lama datangnya?"
" Tidak terlalu lama sih. "
" Kebetulan... bagaimana kalau kamu ikut kami?"
" Kemana?"
__ADS_1
" Salon!"
" Ha !"