
" Memangnya siapa mereka?" tanya Diandra penasaran.
" White si harimau putih, wolf serigala jantan dan wolfy serigala betina ," jawab Aurora santai.
" What!" teriak Diandra dan juga Faisal bersamaan.
" ... "
Diandra dan juga Faisal melotot kaget ke arah Aurora. Mereka memandang Aurora horor. Ni gadis apa nggak ada takut-takut sama hewan buas.
" Kamu serius dek?" tanya Adrian tanpa menghiraukan keterkejutan adik-adiknya.
" Serius apanya?" tanya Aurora.
" Serius mau ambil dan melihara mereka."
" Ya serius dong bang ... kalau lama takutnya nanti ada pemburu yang datang. Kalau sampai dibawa pemburu gimana coba ?"
" Emangnya umur kamu berapa sih Ra ... nggak mungkin delapan belas tahun kan?" tanya Faisal penasaran.
" Kenapa kalau delapan belas tahun?"
" Nggak kenapa-napa sih, cuma heran saja. "
" Sebenarnya umur aku sudah dua puluh empat tahun sih , jadi kalian berdua harus panggil aku Mbak."
" Jangan bercanda dong... mukamu imut gini masak sudah dua puluh empat tahun," protes Diandra.
" Memangnya kenapa, nggak masalah kan?"
" Ya nggak masalah juga sih. Hanya saja curang loh... kok muka kakak lebih imut dari muka ku sih," kata Diandra dengan cemberut.
__ADS_1
" Ish... jangan cemberut atuh. Nanti cantiknya hilang loh. Sekarang Diandra kelas berapa?"
" Sudah kelas dia belas sih. Tinggal beberapa bulan lagi sudah lulus."
" Rencananya mau lanjutin Kuliah dimana?"
" Fakultas Tunas Bangsa... sama kayak bang Faisal."
" Kok kayaknya kamu manggil dua kakak mu berbeda?"
" Ia sih... kak Adrian sama bang Faisal. Biar beda gitu. Nanti kalau sudah punya suami beda lagi , mas."
" Wes ... ternyata adik Abang yang satu ini sudah pengen nikah loh," goda Aurora.
" Nggak gitu juga kali. Itu kan cuma rencana masa depan."
" Sudah calon imam dong."
" Ha ha ha ha ."
"Kapan adek mau ambil white?"
" Assalamualaikum..."
" Wa alaikum salam warahmatulloh.. ."
Aurora bangun dari duduknya dan menghampiri tamunya. Ternyata ada dokter Ardan dan keluarganya. Nampaknya mereka sudah siap untuk pergi ke desa .
" Sudah siap untuk berangkat Dok?"
" Sudah nona, sekarang saya tidak bisa lama-lama . Titip Reyhan sama Reyna. Jika mereka ada salah tolong dinasehati."
__ADS_1
" Tenang dokter.... mereka sudah saya anggap seperti keluarga sendiri."
" Jika seperti itu saya bisa tenang. Rey...ikuti semua persen Kak Rara. Jika kalian kangen bisa mengunjungi mama dan papa di sana "
" Reyna mau ikut papa sama mama ," kata Reyna.
" Katanya tadi mau nurut sama mama. Dosa a nggak ada televisi, hp dan harus jalan kaki selama dua jam. Apa Reyna sanggup."
" Ya sudah Reyna sama bang Reyhan tinggal sama kak Rara."
" Gitu dong anak cantik mama. Mama sama papa sayang kalian. Jaga diri baik-baik. Kami berangkat sayang. Assalamualaikum."
" Wa alaikum salam warahmatulloh."
Reyna, Reyhan dan juga Rara melihat kendaraan yang dipakai Dokter Ardan menjauh. Kemudian Rara mengambil koper Reyna untuk dibawa kedalam.
" Ayo kita masuk!"
" Biar saya saja kak yang bawa koper Reyna."
" Tidak perlu .. punya kamu saja sudah berat."
" Baiklah kalau begitu , terimakasih."
" Sekarang kita langsung masuk . Di dalam ada bang Adrian sama adik-adiknya."
" Baik kak."
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah. Di dalam Adrian dan adik-adiknya mempunyai kesibukan masing-masing dengan hp mereka. Jika Faisal main game, Diandra sibuk wa an dengan teman-temannya dan Adrian sibuk belajar menggunakan HP.
" Diandra!"
__ADS_1