Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 89


__ADS_3

" Semoga kerja sama kita berjalan lancar Pak Arman ," ucap Adrian dengan ramah.


Saat ini Adrian bertemu dengan klien yang ingin memasok produk dari perusahaannya. Dia melakukan pertemuan di restoran yang dekat dengan kampus Aurora. Memang sengaja sih hi..hi ...hi ...


" Terimakasih sudah berkenan menjalin kerjasama dengan kami . Apakah nak Adrian punya janji lain ?"


" Tidak ada janji sih pak , hanya saja saya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan tunangan saya ," jawab Adrian dengan mata berbinar.


" Jadi nak Adrian sudah punya tunangan?"


" Alhamdulillah sudah pak . Saya juga sangat mencintai tunangan saya itu."


" Oh ," raut wajah pak Arman itu seperti kecewa


" Ada apa ya pak ?"


" Tidak ada apa-apa sih . Selamat atas pertunangannya," ucap pak Arman dengan tulus . Padahal dia baru ingin mengenalkan putrinya. Ternyata sudah ada yang punya. Kasihan 😔😔😔 ternyata belum beruntung 🤭🤭🤭.


" Terimakasih atas doanya pak. Kalau begitu saya pamit undur diri dahulu. Tunangan saya sebentar lagi keluar ."


" Jadi tunangan nak Adrian masih kuliah ?"


" Iya pak ... apa ada masalah ?"


" Tidak , semoga hubungan nak Adrian dilancarkan sampai pernikahan," dia pak Arman dengan tulus .


" Sekali lagi terimakasih, pak


Kali begitu saya permisi, assalamualaikum..."


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


Adrian dengan sumringah keluar dari restoran. Tak disangka dia malah berjumpa dengan salsa dan teman-temannya.


" Hai Rian ," sapa salsa dengan tersenyum lembut.

__ADS_1


" Oh.. hai !"


" Sendiri ?"


" Tidak ."


" Sama siapa?" tanya salsa sambil melihat kesekeliling untuk melihat siapa yang sedang bersama dengan Adrian. Entah kebetulan apa bagaimana, Aurora masuk ke restoran yang sama dengan mereka.


" Sama .... sayang !" panggil Adrian pada Aurora yang masih belum sadar jika ada Adrian. Meskipun kaget Aurora menghampiri Adrian .


" Abang _"


" Kenalkan ini tunangan saya ," kata Adrian begitu Aurora sudah berdiri disampingnya.


" Sepertinya tidak asing ?"


" Tentu saja mbak . Kita kan memang sudah beberapa kali bertemu."


" Oh ... kalau begitu kami pergi dulu ," ucap salsa yang tidak ingin malu dengan teman-temannya.


" Abang kok ada di sini ?" tanya Aurora penasaran. Bukankah seharusnya Adrian sedang bekerja kok bisa ada disini . Apalagi belum waktunya istirahat.


" Tadi Abang ada meeting dengan klien . Baru aja selesai."


" Terus Abang sekarang mau kemana ?"


" Tentu saja mencari makan , apa adek sudah makan ?"


" Ini baru mau makan ."


" Kali begitu ayo cari tempat lain !" ajak Adrian yang tidak nyaman berada satu tempat dengan Salsa.


" Kan disini juga banyak makanan bang . Enak -enak lagi ."


" Abang tempat yang bagus loh . Adeng nggak ada jam lagi kan ?"

__ADS_1


" Nggak adek sudah selesai ."


" Lalu begitu tunggu apalagi."


Adrian menggenggam tangan Aulia dan mengajak gadisnya itu masuk kedalam mobil . Dia sudah bisa berkendara sendiri tanpa sopir .


Adrian mengajak Aulia masuk kedalam mall yang terbesar di kotanya . Dia ingin memesan cincin pernikahan. Selain itu dia juga , dia ingin memesan baju pengantin yang akan mereka pakai .


Adrian memasuki toko perhiasan terlebih dahulu . Berbagai jenis koleksi perhiasan ada di situ .


" Silahkan... ada yang bisa saya bantu mbak ... mas !"


" Kami mencari cincin untuk pernikahan."


" Sebentar ya tuan akan saya ambilkan terlebih dahulu . " Ucap sang penjual dengan ramah.


Setelah berbicara seperti itu , pelayan toko mas itu mencari pesanan yang sekiranya cocok untuk pasangan di depannya.


" Silahkan di lihat ... mungkin ada yang cocok ," tunjuk pelayan itu menunjukkan koleksi cincin pernikahan yang menurutnya cocok .


" Boleh lihat yang ini ," tunjuk Aurora pada satu cincin yang menurutnya sederhana tetapi nampak elegan .


" Ternyata nona cukup jeli . Ini produk produk terbaru kami . Apakah nona suka ?"


" Bagaimana sayang ?" tanya Adrian.


" Abang bagaimana?"


" Tentu saja Abang .... yes !" jawab Adrian menyetujui pilihan Aurora. Karena mereka sudah cocok dengan cincin tersebut, mereka langsung membelinya


" Ok... kalau begitu kami pilih yang ini," tunjuk Adrian pada cincin yang dipilih oleh Aurora.


" Baiklah... tunggu sebentar. "


" Silahkan!"

__ADS_1


" Terimakasih."


__ADS_2