Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 77


__ADS_3

Akhirnya setelah tiga hari dua malam , Aurora dan teman-temannya sudah waktunya untuk pulang. Tubuhnya lelah banget. Semua barang-barangnya sudah masuk kedalam ransel dan kardus. Tinggal menunggu jemputan.


" Lo pulang sama siapa Ra ?" tanya Rahma yang duduk di samping Aurora. Mereka duduk dengan beralaskan karpet milik Bella.


" Sama Reyhan lah ," jawab Aurora dengan santai.


" Anak manajemen?"


" Yup !"


" Dia sebenarnya siapa Lo sih Ra?" tanya Bella penasaran.


" Adek gua lah. Kenapa emangnya... naksir ?"


" Siapa sih yang nolak jadi pacarnya. Tapi kok yang dari saya lihat Lo malah cocok jadi adiknya."


" Ya iya lah .... muka gua imut gitu." dengan PD nya Aurora menjawab.


" Terus kalau kak Reno?" kini giliran Sintia yang penasaran.


" Dia juga adik gue."


" Nggak percaya gua ." jawab Exel. Setelah dia selesai beberes dia berkumpul bersama .


" Lah .. tanya aja sama orangnya langsung. tuh !" tunjuk Aurora pada Reno yang sudah berjalan menghampirinya.


" Ada apa kak kok nunjuk Reno?"


" Mereka pada tanya Lo tuh siapa gua ?" Aurora memberikan penjelasan singkat.


" Oh ... kenalin , gua pacar kak Rara!" Reno tidak mengaku jika dia adik sepupu Aurora. Tentu saja Aurora yang melihatnya tidak terima.

__ADS_1


" Eh dodol ... mana ada pacar panggil kakak," protes Aurora.


" Lah kan panggilan kesayangan."


" Jadi yang bener ini yang mana . Terus kalau kak Reno pacar Aurora terus tuan Adrian itu siapa?"


" Calon suami Rara."


" Suami masa depan ."


Adrian dan juga Aurora menjawab secara bersamaan. Entah sejak kapan Adrian berada di situ. Yang jelas tidak ada yang sadar akan kedatangannya. Aurora langsung malu saat kepergok langsung oleh Adrian. Wajahnya langsung merah.


" Yang blushing ni ye !"


" Sweet sweet... cie cie."


" Apaan sih kalian nih."


" Sudah sehati loh !"


" Sejak kapan ya .....?" goda Adrian dengan tersenyum .


" Kami tadi datang bersamaan dengan kak Reno ,kak," jawab Diandra yang ternyata ada di belakang Adrian.


" Loh ... Andra ada disini juga ?"


" Benar sekali ... kak Rara harus tahu suami masa depan kakak, sudah tidak sabar bertemu sama kak Rara. Sampai-sampai nih ya, gua diseret kesini . Katanya takut kak Rara pulang duluan."


" Soo sweet banget sih tuan Adrian!" puji Diana dengan suara yang dibuat-buat.


" Lo mau juga an ?" tanya Exel.

__ADS_1


" Ya mau lah ... kali cowoknya macam tuan Adrian."


" Kali sama gua gimana ?" Exel menaik turunkan alisnya dengan tatapan menggoda .


" Ya Alloh ya Robbi.... kok teman gua gini amat sih ?"


" Gua nggak kalah cakep loh An dari tuan Adrian, betul nggak bos!"


" Ya ... sebelas dua belas lah."


" Tuh dengar kata tuan Adrian. Kita ini _"


" Bagaikan raja dan kasimnya uhui ....!" potong Rahma dengan tawa yang berderai dari mulutnya.


" Jauh amat neng .... Emang gua apaan kok di samain sa Kasim sih."


" Udah selesai kan dek ?" tanya Adrian yang sudah pengen banget pergi dari sini.


" Sudah bang, Kenapa?"


" Kalau sudah yan pulang dong !"


" Nunggu Reyhan sebentar bang ."


" Pulang sama Abang aja , yuk !"


" Kasian Diandra bang . Lihat dia udah lelah banget loh. Lagian arah kita kan nggak searah. Lebih baik adek pulang sama Reyhan. Tuh anaknya sudah nongol!"


" Ya udah deh .... tapi kali udah nyampe rumah jangan lupa telpon Abang loh !'


" Beres.... kalau nggak lupa. Biasa , penyakit lama ."

__ADS_1


" Di usahakan dong dek !"


" Iyaaaa ."


__ADS_2