
" Akhirnya selesai juga !" gumam Aurora yang masih bisa di dengar oleh teman sekelompok.
" Hem.... capek banget gua !" Lanjut Rahma menanggapi ucapan Aurora.
" Sama !" sambut yang lainnya.
" Besok jangan ada yang lupa loh dengan barang bawaan masing-masing," kata Sintia yang ditunjuk sebagai ketua kelompok.
" Oke bos!"
Ospek hari pertama telah selesai. Aurora sudah bersiap untuk pulang. Dia dan juga teman-temannya berjalan keluar.
" Kak Rara !" teriak seseorang yang memanggil Aurora, membuatnya berhenti dan menoleh ke sumber suara.
" Siapa Ra ?" tanya Rahma penasaran.
" Adek gua. gua duluan ya !" jawab Aurora sekaligus berpamitan kepada mereka.
" Kok bisa ?" gumam Rahma lirih . Tapi dia langsung melanjutkan langkahnya bersama yang lain.
" Gimana kabarnya ren ?" tanya Aurora saat tiba di depan Reno.
" Baik ... udah lama juga kita nggak pernah bertemu. Kakak sih nggak pernah ke rumah opa."
" Siapa yang nggak pernah kesana. Kamu aja kali yang yang nggak pernah ada di rumah ."
" Kan banyak tugas kak."
" Alasan... terus kok kamu bisa ada di sini. Bukankah jurusanmu bukan kedokteran kan ?"
" Ya nggak lah... aku tau kalau Kakak ospek hari ini ."
" Kirain ganti jurusan."
" Mana ada ... kakak ada-ada saja. Sudahlah, lebih baik kak Rara ikut Reno ke rumah."
" Itu ma gampang . Tapi sebelumnya ijin dulu sama Reyhan. Nanti dia malah nyariin."
" Oke lah. Apa sih yang tidak untuk kakak ."
" Dasar!"
Reno merangkul pundak Aurora dan membawanya ke tempat Reyhan. Tetapi ternyata Reyhan juga berjalan ke arah mereka.
" Aduh .... baru pertama ospek udah dapet cowok aja," sindir Reyhan yang memang belum kenal dengan Reno. Berbanding terbalik dengan Reno yang sudah mengetahui tentang Reyhan dan latar belakangnya.
" Ya iya lah . Gimana cowok gua ... cakep kagak ? " tanya Aurora dengan menaik turunkan alisnya. Membuat Reyhan geram.
" Lebih cakep gua kemana-mana."
__ADS_1
" PD nya !"
" Jadi orang ma harus PD."
" Pendek Dewe gitu ?"
" Ya bukan gitu juga kali kak konsepnya," bantah Reyhan.
" Terus gimana dong ?"
" Sak karepe lah yang penting senang!"
" Kenalin gua Reno. Sepupu gantengnya kak Rara," kata Reno menghentikan perdebatan antara kedua saudara angkat itu.
" Eh ... sorry kirain cowok baru kak Rara. "
" Kenapa kalau kak Rara dapat cowok?"
" Ya nggak masalah sih. Tapi masak dihari pertama kuliah sih. Kan nggak banget gitu loh."
" Kok gitu?"
" Waduh ...kok malah jadi kalian berdua yang debat sih. Kita pulang aja yuk!"
" Yuk !"
" Kak Rara kok sama Reno ?"
" Nggak deh kak. Malu !"
" Ngapain malu? biasanya kan juga malu-maluin."
" Enak aja!"
" Lebih baik Lo ikut aja . Lo belum kenal sama opa kan ?"
" Oke lah. "
Mereka bertiga berjalan ke arah parkiran dimana baik itu Reyhan maupun Reno memarkirkan mobil mereka. Tapi saat tiba disana mereka melihat Adrian yang sudah berdiri di depan mobilnya sambil mainkan ponsel.
" Ngapain tuh orang berdiri disitu ?"
" Ya terserah lah. Badan punya dia, mobil pun punya dia . Ngapain protes!"
" Nggak protes ... cuman tanya aja."
" Kalau tanya ma sama orangnya langsung ."
" Nggak la. Dia ma kalau marah galak. Nggak kayak awal kenal dulu. Sekarang ma dia dingin and galak."
__ADS_1
" Gitu-gitu Lo juga sering ikut dia."
" Doi ngajak ma. Kalau nggak ikut Jan sayang."
Mereka menggosipkan Adrian. Sedangkan Adrian yang sudah melihat kedatangan Aurora, langsung meletakkan ponselnya ke dalam saku. Dia menghampiri ketiga orang itu dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
" Abang kenapa senyam-senyum sendiri kayak orang yang kagak beres aja," sapa Aurora saat mereka sudah berhadapan. Adrian masih saja mengulas senyum .
" Lihat tampilan adek kayak gitu . lucu aja ," jawab Adrian santai. "
" Ish... kirain dah ..." Aurora membuat gerakan yang membuat Adrian melotot.
" Enak saja ngatain Abang gila. Tapi boleh juga tuh. Abang gila karena mu," goda Adrian yang membuat wajah Aurora merah merona.
" Sweet... sweet yang sudah jumpa kekasih, dunia jadi milik berdua. Yang lain ma ngontrak.'
" Enak aja gua ma tunai ," elak Reno.
" ya lah ... Saya nikahkan Reno ... bin .... dengan .... bin ... di bayar tunai . sah !'
" Nih anak dari tadi nggak gelut nih," gerutu Reno.
" Sudah jangan ribut. Abang kok ada disini ?" tanya Aurora .
" Mau traktir adek makan ."
" Ehm ... gimana ya ?" Aurora nampak berpikir keras membuat Adrian gugup. Dan itu terlihat sangat jelas.
" ????"
" Kak Rara mau makan di rumah opa bang," jawab Reno yang ikutan Rara memanggil Abang .
" Masak sih ?"
" Iya ... nggak percaya amat. "
" Tapi kan _"
" Kak Rian kok ada disini nyusul Andra ya?" tanya Diandra dengan gr. Dia sudah bergelanjut manja di lengan Aurora.
" PD!"
" Dasar nggak punya rasa peri ke adekan ."
" Mana ada yang kayak gitu dodol," seru Reyhan yang terkekeh dengan ucapan Diandra.
" Ya bisa jadi kan."
" Sudah deh nggak usah di lanjut. Abang jadi kan traktir kita ."
__ADS_1
" Ya jadi lah. Yuk!"
" Oke boss!"