
Anak yatim piatu memang di undang untuk hadir di siang hari. Sebab mereka juga diberi santunan. Sekarang hanya ada saudara dan kenalan terdekat saja.
Keluarga dari tuan Arya tidak bisa hadir semuanya. Karena sebagian besar mereka tinggal di luar negeri. Mengingat jarak yang cukup jauh tidak bisa melakukan perjalanan mendadak.
" Mana gadis itu, kamu bilang dia akan hadir?" tanya Oma Desi.
Oma Desi adalah ibu dari Nyonya Dania. Dia hadir bersama putri bungsunya, yang tak lain adalah adik nyonya Dania. Selain itu ada seorang gadis yang ikut dengan mereka.
Mereka kini duduk di sebuah meja bundar . Selain mereka bertiga juga ada Diandra dan juga nyonya Dania.
" Mungkin sebentar lagi Ma ," jawab Nyonya Dania.
Mereka tidak tahu saja Aurora sudah ada di belakang mereka. Dia menunda untuk menghampiri mereka . Untung Nyonya Dania membelakangi mereka. Jadi tidak mengetahui kehadiran mereka.
Diandra sebenarnya tahu tapi diberi kode untuk tidak mengatakannya.
" Apa kamu yakin dia hanya berniat menolong, kok sampai lebih dari enam bulan Adrian baru kembali. Kasian sekali cucuku, kalian harus menyelidikinya dengan jelas, bisa saja dia termasuk orang yang sudah membuatnya kecelakaan ," kata Oma Desi.
deg
Hati Aurora merasa sakit saat niat baiknya dipertanyakan. Jika saja dia tidak punya hati , dia tidak akan menampung Adrian. Biar saja Adrian pergi mencari keluarganya sendiri.
Adrian yang berada di belakang Aurora pun ikut mendengar ucapan itu. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan geram. Dia tidak ingat apapun tentang wanita tua itu. Tapi dari kata-katanya dia yakin orang tua itu ibu dari mamanya.
" Mama bisa bertanya langsung padanya jika dia sudah hadir di sini "
" Selamat malam Tante!" sapa Aurora yang diapit oleh Reyhan dan Reyna.
" Malam sayang... kok baru datang?"
" Sudah dari tadi Tante. Saya lihat paman sama Tante masih sibuk, jadi saya keliling dulu ."
" Jadi kamu yang sudah nolong Adrian?" tanya Oma Desi.
" Benar," jawab Aurora.
" Berapa kami harus membayar mu?" tanya Oma Desi lagi.
Pertanyaan itu membuat Aurora menatap tajam wanita tua itu. Bahkan Reyhan dan juga Reyna ikut melotot. Tapi dia masih ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Aurora. Tidak baik jika memotong pembicaraan orang tua. Itulah ajaran orang tuanya.
" ..."
Tidak ada jawaban dari Aurora. Dia hanya diam menunggu apa saja yang ingin orang tua itu katakan .
" Katakan saja jangan sungkan. Tapi sebelumnya beri tahu kami kenapa kamu menahan Adrian sampai lama."
" Kalau masalah lamanya bang Adrian bersama kami.. Oma bisa tanya secara langsung kepada yang bersangkutan. Saya juga tidak pernah menghalanginya jika dia ingin pulang. Bang tolong katakan yang sebenarnya apa kami sudah menyekap mu?" tanya Aurora pada Adrian yang kebetulan ada di belakangnya.
" Siapa Anda? jangan mentang-mentang sudah tua, anda bisa berbicara seenaknya. Jika bukan karena Rara dan juga kakek yang Sudah merawat saya dengan baik, mungkin sampai saat ini saya belum sembuh," jawab Adrian menggebu sampai menarik perhatian tamu disebelah mereka.
__ADS_1
" Hei... kamu sudah berani berbicara kasar sama Oma. Siapa yang sudah mengajarimu?" tanya Oma Dania dengan keras.
" Maaf saya tidak akan berbicara kasar jikalau anda tidak memulainya," jawab Adrian dingin .
" Tolong jangan berbicara kasar dengan oma Anda. Beliau hanya ingin yang terbaik untuk anda."
" Siapa kamu?"
" Dia adalah calon istrimu."
" Calon istri? mama mau menjelaskannya?" tanya Adrian dengan menatap wajah mamanya .
Nyonya Dania serba salah. Dia belum menyetujui tentang perjodohan yang di inginkan oleh mamanya.
" Dania?"
" Maaf ma... Adrian mengalami amnesia. Dan untuk masalah perjodohan semua terserah Adrian yang menjalaninya."
" Justru karena dia amnesia. Kamu harus tahu Adrian. Mikha gadis yang cocok untukmu. Selain cantik dia juga baik. Dia juga seumuran dengan mu. Dan untukmu gadis cilik. Tidak usah berpura-pura. Kamu pasti sudah mengenal Adrian sebelumnya, sehingga _"
" Dia tidak mengenal Adrian sebab sudah dua belas tahun dia meninggalkan kota ini," Nyonya Dania memotong ucapan ibunya yang sudah ingin menyerang Aurora.
" Maksudmu?"
" Dia putri sahabat saya yang sudah meninggal Aisyah."
" Jadi dia_"
" Tapi nak... maafkan semua ucapan kasar Oma Desi. Beliau hanya terlalu sayang sama Adrian."
" Tenang saja Tante tidak masalah. Bang ... saya pulang duluan."
" Baiklah hati-hati dijalan!"
Tanpa banyak kata Aurora meninggalkan tempat itu diikuti Reyhan dan juga Reyna. Adrian hanya bisa diam dengan sikap Aurora Siapa pun akan tersinggung jika menjadi Aurora.
" Adrian... kenalkan ini _"
" Maaf saya lelah. Ma saya langsung keatas dulu."
" Tapi Nak?"
Adrian tidak menghiraukan ucapan ibunya. Dia langsung meninggalkan acara itu. Gadis yang ingin diperkenalkan oleh Oma Desi hanya bisa tersenyum kecut.
" Ada apa ini...kenapa Adrian meninggalkan acara ?" tanya tuan Arya yang tiba-tiba datang.
" Katanya dia sudah lelah," jawab Nyonya Dania.
" Terus dimanakah Aurora?"
__ADS_1
" ... "
" Selamat malam paman!" sapa Mikha mencoba mengalihkan perhatian tuan Arya.
" Malam," jawab tuan Arya singkat.
" Bagaimana kabar paman?"
" Baik... siapa kamu?"
" Dia cucu tuan Reno sahabat ayahmu. Dia mewakili kakeknya hadir disini."
" Apakah kamu mengundang tuan Reno, sayang?" tanya tuan Arya yang membuat Diandra menahan tawa.
" ... "
" Maaf paman... gadis yang anda tanyakan tidak menghormati nenek Desi sama sekali. Dia langsung pergi begitu saja."
" Maksudmu?"
" Em _"
" Mama ingin menjodohkan Adrian dengannya," kata Nyonya Dania to the poin.
" Mikha gadis yang baik. Dia juga lulusan terbaik di jurusannya . Sangat jauh dibandingkan dengan model ataupun gadis kecil tadi ," kata Oma Desi menambahkan ucapan putrinya.
" Aku sih terserah Adrian. Dia dapat kembali saja sudah bersyukur. Tidak ingin menjodohkannya dengan siapapun," jawab tuan Arya.
" Dan kamu... jika suka sama Adrian bilang saja. Tapi kami tidak ingin ikut campur apapun ! "
Setelah mengucapkan hal tersebut tuan Arya langsung meninggalkan mereka . Muka Oma Desi sudah merah menahan amarahnya.
Kini hanya tinggal lima orang di kursi itu. Nyonya Dania menyadari jika suaminya marah. Dia juga tidak membenarkan sikap mamanya. Apalagi ucapannya cukup menyakitkan untuk di dengar.
" Kamu lihat suami mu?"
" ... "
" Kenapa kamu hanya diam?apa kamu lebih rela Adrian bersama dengan gadis kecil tadi?"
" Ada yang salah Oma. Kak Rara bukan gadis kecil. Umurnya sudah dua puluh empat tahun. Jika memang cantik dan imut itu bukan salahnya."
" Jadi kamu lebih mendukung gadis tadi?"
" Kenapa tidak?"
" Bukankah kamu dan Mikha sudah akrab?"
" Saya memang sudah akrab dengan kak Mikha, tetapi bukan berarti saya menyetujuinya menjadi kakak ipar. Maaf ya Oma!"
__ADS_1
Diandra pun ikut meninggalkan tempat itu. Dia sungguh sangat kecewa dengan Omanya. Dia baru tahu sifat Omanya yang seperti itu. Karena memang Omanya tinggal jauh darinya.
Jangan lupa like, vote, favorit dan komentarnya 🙏😘😘