Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 6


__ADS_3

Hari ini untuk pertama kalinya Adrian akan mengikuti Aurora kedalam hutan . Dia berkali-kali melihat kearah cermin. Untuk memastikan bahwa penampilannya sudah bagus. Padahal hanya akan pergi ke hutan, tapi hebohnya minta ampun .


Dia keluar dari kamar dan menghampiri Aurora yang sedari tadi menunggunya. Bukannya terpesona dengan penampilan Adrian, Aurora malah mengomentari penampilannya.


" Aduh bang mau pergi ke hutan apa mau kondangan?" tanya Aurora.


" Cakep nggak dek?"tanpa menjawab pertanyaan Aurora, malah balik tanya.


" Cakep sih cakep. Emangnya Abang mau ngedate sama siapa? Bukankah tadi mau ikut adek cari obat-obatan di hutan kok malah mau ngedate?" tanya Aurora sambil geleng-geleng kepala.


" Memangnya tampilan Abang tidak cocok ya, dek?" tanya Adrian dengan sendu. Dia sudah berusaha untuk tampil maksimal.


" Bukannya Abang tidak cocok . Hanya saja Abang terlalu ganteng," kata Aurora asal.


Melihat wajah sendu Adrian membuatnya tidak tega untuk memprotes . Lihat saja di dipuji dikit saja senyumnya sudah mereka saja.


" Sekarang adek mau tanya. Abang jadi ikut tidak?"


" ya... ikut lah."


" Kalau gitu sekarang kita berangkat . Abang bawa ransel ini dan juga sabit." Aurora memberikan tas ransel juga sabit kepada Adrian.


Mereka berjalan kearah hutan. Penampilan mereka sangat kontras. Tapi tidak mengurangi pesona mereka.


Saat sudah memasuki hutan Aurora memanggil binatang kesayangannya. Dengan tiga kali siulan , tiga ekor binatang buas itu menghampiri Aurora dan juga Adrian .


Adrian Langsung berdiri di belakang Aurora, begitu ketiga binatang buas itu mendekat. Lain dengan Aurora yang langsung mendekat kearah binatang itu. Adrian shock begitu hewan itu menjilati wajah cantik Aurora.


" Kenalin temen-temenku bang," kata Aurora sambil tersenyum.


" Temen?" tanya Adrian dengan terkejut.


" Iya bang . Harimau ini white, serigala jantan wolf dan serigala betina wolfy." Aurora menjelaskan nama-nama binatang itu


" Mereka berbahaya loh dek," seru Adrian .


" Mereka baik loh bang. Apalagi harimau ini. Dia yang gendong Abang mulai dari dalam hutan sampai ke rumah. Kalau tidak ada mereka bagaimana adek bisa bawah Abang ke rumah."


" Jadi Abang di gendong sama harimau ini?" tanya Adrian dengan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" yes!"


" Kamu beneran kan,dek?"


" Ya Alloh bang... buat apa adek bohongi Abang, nambah dosa iya."


Adrian yang mengetahui bahwa harimau inilah yang menolongnya, memberanikan diri untuk mengelus bulunya . White memejamkan matanya menikmati elusan tangan Adrian.


" Lihatlah... bagaimana white menerima elusan tangan Abang."


" Bulunya halus dek."


" Kalau kasar ma Landak bang."


" Sekarang kita lanjut jalan apa disini doang?" tanya Adrian yang merasa berdiri terlalu lama.


" Yah jalan atuh bang, disini ma ngapain?"


" Mungkin aja adek cuman mau ngenalin abang ama mereka."


" Kita jalan terus bang, kali aja nanti ada cewek cantik yang mau sama abang."


" Kalau dedemitnya suka sama Abang, terima aja kali bang . Adek ma ikhlas."


Begitulah mereka berdua . Selama perjalanan tak henti-hentinya berceloteh . Untung saja mereka tidak melupakan tujuan utamanya pergi ke hutan . Mereka menemukan berbagai tumbuhan untuk membuat obat.


" Sudah berapa lama adek bisa membedakan jenis tanaman obat?"


" Sudah lama sih bang. Pertama kalinya adek adek ke hutan ditemani sama kakek. Beliau menunjukkan bermacam-macam tanaman beserta manfaatnya."


" Kalau ketiga binatang itu?"


" Harimau itu di beri oleh tetua desa saat adek sama kakek baru pertama kali tiba di sini. Waktu itu bentuknya masih kecil sekarang sudah besar aja."


" Kalau tetap kecil malah kasian dek."


" Memangnya kalau kecil kenapa?"


" Dikiranya nanti kucing . Bagaimana dengan dua serigala ini?"

__ADS_1


" Mereka ma nemu di hutan . orang tuanya mati ditembak pemburu."


" Kasian."


" Abang mau jalan-jalan ke kota kagak?"


" Mau ngapain coba?"


" Aduh ...bang, kasian aku lihat Abang."


" Kasian kenapa?"


" Cakep-cakep ngedate sama harimau ha ha ha."


" sak kerso dek dek ... yang penting hati senang."


kresek ... kresek.... kresek


Suara berisik menghentikan obrolan unfaedah mereka . Mereka berdua bersembunyi kebelakang semak-semak diikuti ketiga binatang buas mereka.


Ada beberapa orang yang membawa gergaji mesin. Sepertinya mereka ingin menebang pohon di hutan ini.


" Memangnya tidak masalah jika kita motong kayu disini!'


" Siapa yang melarang, petugas pun tidak ada. Hutan ini tidak ada yang menjaga. Jadi kita bisa leluasa untuk mengambil kayunya."


Obrolan mereka terdengar oleh Adrian beserta Aurora. Sudah jelas tujuan mereka untuk penerbangan liar.


Aurora memberi kode buat ketiga hewan kesayangannya untuk menggoda orang-orang itu. Dengan perlahan hewan-hewan itu mendekati mereka.


" A u u u u u u u u u u"


" A u u u u u u u u u u "


Mendengar suara Auman serigala, membuat mereka merinding. Apalagi saat hewan buas itu terlihat oleh mereka . Tanpa pikir panjang mereka...


" Lari i i i i i i i i i i i i i"


Jangan lupa like, vote, favorit dan komentarnya. Terimakasih 🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2