Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 72


__ADS_3

" Apa semuanya sudah siap ?" tanya paman Raka saat mengantar kepergian Aurora dan juga Reyhan ke garasi. Beliau melihat Aurora dan Reyhan sibuk menata barang bawaan mereka kedalam bagasi dan kursi belakang.


" Semua sudah siap paman, " jawab Aurora yang merasa bahwa semua barang-barangnya telah ia masukkan kedalam mobil.


" Berapa hari kalian akan menginap ?"


" Katanya sih kegiatannya tiga hari dua malam."


" Baiklah... hati-hati disana. Kalau ada masalah kalian harus langsung hubungi paman."


" Siap !" jawab keduanya kompak.


" Berangkat lah ... agar tidak terlambat."


" Kami berangkat dulu... assalamualaikum!"


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


Aurora membuka pintu mobil bagian depan, begitupun dengan Reyhan. Mereka pun langsung berangkat.


" Apa kak Rara tahu dimana tendanya nanti di dirikan?"


" Mana saya tahu Rey. Kakak juga nggak tahu apa setiap fakultas sendiri-sendiri atau malah bercampur menjadi satu."


" Katanya sih semua jadi satu."


" Siapa yang bilang ?"


" Kakak senior lah kak. Siapa lagi coba ?"


" Oh ....kirain ."


" Memangnya kak Rara nggak diberitahu?"


" Sepertinya sih tidak. Atau mungkin saja sudah diberitahu tapi Kak Rara nggak begitu memperhatikan."


Sepanjang perjalanan tidak ada hentinya mereka berbicara. Tidak terasa mereka pun sampai di kampus. Mereka mengeluarkan semua barang-barangnya sebelum meletakkan mobil di tempat parkir.


" Kak Rara bisa sendiri kan ?"


" Aku akan bantu membawanya," kata seseorang yang tiba-tiba muncul di depan mereka.


" Loh .... kak Rian nggak kerja ? " tanya Reyhan yang kaget dengan kedatangan Adrian tiba-tiba.


" Kerja lah !"


" Kok ada di sini ?"


" Memangnya nggak boleh ?"


" Ya boleh lah.. siapa juga yang larang. Hanya kaget aja ngapain... kak Rian pagi-pagi sudah ada disini ?"


" Baru antar Diandra."


" Sekarang dimana tuh anak ?"


" Ada di lapangan. Semua berkumpul di sana ."


" Semua jurusan?"

__ADS_1


" Ya iya lah ... semua Maba setiap jurusan."


" Kalau begitu nunggu apa lagi. Let's go!"


Dengan dibantu Adrian, Aurora dan juga Reyhan berjalan ke lapangan. Sudah banyak mahasiswa yang berkumpul satu kelompok.


Aurora mencari kelompoknya. Saat melihat Bella yang melambai kearahnya, Aurora berpamitan pada Adrian .


" Adek kesana dulu ya bang !" kata Aurora sambil menunjuk kearah temannya.


" Biar Abang bantu bawa barangnya. "


" oke !"


Aurora tidak membantah. Dengan senang hati membiarkan Adrian membawakan barangnya.


" Terimakasih bang."


" Jangan lupa hubungi Abang saat ada kesempatan!"


" Iya ....kalau nggak lupa."


" Jangan sampai lupa dong. Kalau begitu Abang pergi dulu !"


" Oke !"


" Kok langsung pulang Ra. Itu Abang Lo kan ?"


" Bukan."


" Terus kok Lo panggil Abang ?"


" Mana saya tahu ?"


" Ya kagak atuh Nad ... kalau semua Abang bakso jadi Abang gua, berapa banyak mereka."


" Terus dia siapa dong ?"


" Calon suami gua dong ... kenapa?"


" Wah kalah start nih... tapi _"


" Bagai semua mahasiswa baru ... diharapkan untuk berkumpul !"


Suara panitia menghentikan ucapan Bella. Mereka langsung berkumpul di tempat yang sama .


" Baris sesuai kelompok masing-masing dan setiap jurusan !"


" Sudah siap ?"


" Siap !"


" Baik ... siap gerak !"


" Istirahat di tempat ... gerak!"


" Apa semua kelompok sudah lengkap, semua anggotanya?"


" Belum!"

__ADS_1


" Kalau begitu kita tunggu dulu sebentar. Agar suasana tidak sunyi.... bagi siapapun yang bisa menyanyikan lagu bisa maju kedepan. Ayo ... tidak perlu malu !"


" Saya kak !"


" Oke silahkan!"


" Baiklah... selamat pagi semuanya. Saya Anindya dari fakultas kesenian. Disini saya akan menyanyikan lagu aku memilih setia by Fatin . Semoga menikmati !"


Tlah banyak cara Tuhan menghadirkan cinta


Mungkin engkau adalah salah-satunya


Namun engkau datang di saat yang tidak tepat


Cintaku telah dimiliki


Inilah akhirnya harus kuakhiri


Sebelum cintamu semakin dalam


Maafkan diriku memilih setia


Walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya


Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu


Walau besar dan tulusnya rasa cintamu


Takkan mungkin untuk membagi cinta tulusmu


Dan aku memilih setia


Inilah akhirnya harus kuakhiri


Sebelum cintamu semakin dalam


Maafkan diriku memilih setia


Walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya


Seribu kali logika ku untuk menolak


Tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku


Bila saja diriku ini masih sendiri


Pasti ku memilih dan memilih mu


Inilah akhirnya harus kuakhiri


Sebelum cintamu semakin dalam


Maafkan diriku memilih setia


Walaupun ku tahu cintamu


Walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya


Sumber: LyricFind

__ADS_1


👏👏👏👏👏👏👏👏


__ADS_2