Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 43


__ADS_3

Hari ini menjadi hari yang melelahkan bagi Aurora. Saat ini dia mendapatkan kabar dari paman Raka bahwa ada pasien yang kritis. Para Dokter sudah angkat tangan semua. Paman Raka yang sudah mengetahui potensi Aurora pun langsung menghubunginya.


" Apa kamu sibuk sayang?" tanya paman Raka dari seberang.


" Tidak sih ... hanya sedang mencoba membuat obat. Ada yang bisa saya bantu paman ?"


" Kamu to the poin sekali, seharusnya kamu bisa basa-basi dahulu gitu. "


" Mana bisa... pasti sekarang paman lagi kebingungan kan? Hari ini masih belum terlalu siang. Biasanya paman masih sibuk dengan para pasien. Tidak mungkin kan paman hanya sekedar say hello saja."


" Paman butuh bantuan mu sayang. Ada seorang pasien yang telah tertabrak. Kondisinya sangat memprihatinkan. Setelah kami periksa, kami tidak bisa tidak untuk menyerah. Tapi kami tidak bisa hanya diam menunggunya mati. Untuk itulah paman mohon , kamu mau membantu kami."


" Kemampuan ku belum ada apa-apanya dibanding dengan paman. Kenapa paman malah minta tolong kepadaku?"


" Karena paman yakin dengan kemampuan mu. Please!!"


" Oke.... tapi aku harus mandi dulu. Paman persiapkan saja apa yang dibutuhkan. Sebentar lagi aku akan menyusul ke sana."


" Terimakasih.... paman tunggu. Jangan lama-lama ya?"


" Tentu!'


Dengan bergegas Aurora pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Dia mandi dengan cepat dan memakai baju yang menurutnya simple dan nyaman.


" Bu ... Rara pergi dulu. Nanti kalau Reyhan dan Reyna mencari bilang saja jika saya pergi kerumah sakit. Saya ada perlu dengan paman Raka."


" Apa tidak sebaiknya makan siang dulu neng?"


" Masih kenyang atuh Bu... masih jam sepuluh lagi."


" Ya nggak papa neng, biar nanti nggak lapar."


" Nggak deh... Rara berangkat sekarang ya, takutnya paman Raka nunggunya lama."


" Baik neng, hati-hati dijalan."


" Terimakasih Bu... assalamualaikum."


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


Setelah itu Aurora langsung pergi. Dia menggunakan motor maticnya. Tidak membutuhkan waktu lama dia pun sampai di rumah sakit milik almarhum kakeknya.


Setelah memarkirkan motornya dia segera memasuki rumah sakit tersebut. Karena dia belum pernah masuk kesana sejak kembali ke kota dia menemui resepsionis.


" Assalamualaikum _"

__ADS_1


" Wa alaikum salam warahmatulloh... ada yang bisa bantu dek?" tanya salah satu resepsionis dengan ramah .


" Bolehkah saya tahu dimana ruangan dokter Raka?"


" Ruangan dokter Raka ada di lantai tiga. Adik bisa langsung kesana. "


" Terimakasih kak."


" Sama-sama."


Begitu selesai Aurora langsung melangkahkan kakinya menuju tempat yang sudah diberitahu oleh resepsionis. Tapi belum juga naik lift, ternyata dokter Raka sudah keluar dari lift tersebut.


" Alhamdulillah... akhirnya kamu datang juga. Ayo sekarang langsung ikut paman !"


Tanpa membantah Aurora menaiki lift mengikuti dokter Raka. Didalam lift bukan hanya ada mereka berdua. Ada keluarga pasien dan juga pekerja yang ada di sana. Para karyawan menduga jika Aurora adalah putri Dokter Raka.


" Putrinya ya dok... kelas berapa sekarang?" tanya salah satu karyawan.


Dokter Raka dan juga sampai kaget mendengarnya. Dokter Raka dan Aurora saling pandang sebelum menjawabnya.


" Iya ... sebentar lagi dia akan mulai kuliah."


" Umurnya berapa Dok... kok sepertinya masih seperti anak SMP kok sudah mau kuliah?"


" Oh... pantesan."


Ting ( lift pun sampai di lantai tiga)


Dokter Raka langsung keluar diikuti oleh Aurora. Mereka berdua menuju ruangan dokter Raka."


Ceklek


" Masuklah!"


Aurora mengikuti dokter Raka masuk. Dokter Raka langsung mengambil sebuah jas putih yang memang sudah dipersiapkan sejak dulu oleh paman Raka. Dia sudah mengantisipasi sebelumnya. Selain jas dia juga mengambil masker dan juga kaca mata.


" Kamu bisa memakai ini semua, kan ?"


" Tentu saja."


Aurora memakai semua yang sudah dipersiapkan oleh dokter Raka. Setelah itu keduanya memasuki ruang ICU. Aurora melotot melihat pemandangan dihadapannya. Dia lalu menoleh kearah dokter Raka seolah meminta penjelasan.


" Dia mengalami kecelakaan parah. Kamu bisa lihat sendiri kan. Kami sudah berusaha untuk menanganinya tetapi kami gagal. Sekarang kami berharap kamu bisa membantu kami."


" Memangnya kapan beliau kecelakaan?"

__ADS_1


" Kemarin pagi dan kami mengoperasi nya kemari sore. Saya kira operasinya berhasil ternyata _"


" Ya Alloh paman.... Seharusnya paman langsung memberitahukan sejak kemarin."


" Apakah memang sudah tidak harapan ?"


"' Ada sih meskipun persentase kesembuhannya hanya lima puluh persen."


" Itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Terus kapan kita akan _"


" Hari ini... saat ini juga."


" Apanya?"


" Mengobatinya lah mau apa lagi coba. Apakah ada ruang operasi yang kosong?"


" Ada."


" Kalau begitu tunggu apalagi. Kita bawa pasien ini ke ruang operasi. Waktu kita tidak banyak jika melihat dari kondisinya. Apakah ada walinya?"


" Tentu saja."


" Kalau begitu lebih muda."


Mereka membawa pasien itu ke ruang operasi di bantu oleh para perawat. Aurora mengoperasi hingga empat jam. Dan operasinya berhasil. Semua dokter sangat luas dengan hasilnya.


Aurora langsung pulang begitu selesai . Dia menggunakan motornya dengan santai. Dia berkeliling untuk cuci mata. Sampai di sebuah tempat sepi dia melihat pemandangan yang mencengangkan. Bagai satu orang di keroyok oleh beberapa orang?


Aurora melihat dengan jelas siapa korban pengeroyokan itu. Matanya melebar begitu mengetahui siapa sosok tersebut. Apalagi saat kepalnya di pukul hingga berdarah. Dia tidak bisa berdiam diri terus sambil menonton saat kondisi Adrian makin melema. Dan penjahat itu ingin membunuh Adrian.


Aurora menahan pukulan yang akan diarahkan kepada Adrian. Dan membalas semua serangan. Tidak membutuhkan waktu lama para penjahat itu dilumpuhkan. Dia segera menelpon nomor polisi dan segera membawa Adrian kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dia meninggalkan motornya begitu saja dan membawa mobil yang dikendarai oleh Adrian.


Aurora membawa Adrian kerumah sakit kakeknya. Ditengah perjalanan dia menelpon keluarga Adrian.


" Assalamualaikum... ada apa sayang ?"


" Maaf Tante ini Aurora. Sekarang Abang ada di rumah sakit. "


" Apa yang terjadi?"


" Saya akan menjelaskannya setelah anda tiba di rumah sakit."


" Baiklah kalau begitulah."


Aurora langsung membawa Adrian Ke ruang ICU . Banyak darah yang mengalir dari kepala Adrian.Semoga saja keadaannya baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2