
" Alhamdulillah... terimakasih Tante. Masakan Tante sungguh luar biasa . Membuat perut kenyang banget," kata Aurora sambil mengelus perutnya yang sudah kenyang.
" Betul kak, perut Reyna juga udah nggak muat. Jangan marah ya Tante... makan kami terlampau banyak. Masakan Tante benar-benar buat orang nggak bisa berhenti makan," kata Reyna menimpali ucapan Aurora.
" Itu ma ....kamu yang rakus. Kakak saja makan secukupnya sudah kenyang. Kamu malah hampir habis tiga piring," cibir Reyhan.
" Kak Reyhan ma... fitnah, Reyna kan hanya habis dua piring bukannya tiga piring," protes Reyna.
" Betul kan?... tadi kakak bilang kan hampir tiga piring apa bedanya sama dua piring?"
" Ya beda lah !"
" Sama!"
" Beda!"
" Sama!"
" Be_"
" Ha ha ha ha ha ha "
Semua yang ada di ruang makan tak bisa menyembunyikan tawa mereka melihat perdebatan dua adik kakak itu. Tidak ada kecanggungan sekali meskipun ini pertama kalinya mereka berjumpa. Itulah tidak peduli itu saudara ataupun orang lain jika kita bisa menghormati, bersikap ramah dan tidak sombong kepada siapapun maka hubungan persaudaraan akan terjalin erat .
" Terimakasih sudah memuji hasil makanan Tante. Tante senang sekali . Lain kali kalian harus kesini lagi ."
" Tentu Tante , asal jangan kapok saja. Saya suka makan loh Tante," canda Aurora.
" Tidak masalah Tante malah senang ada yang mau makan hasil masakan Tante. Suami dan anak-anak Tante jarang makan di rumah.Jadi ... Tante akan sangat senang sekali jika kalian main disini."
" Insyaalloh!"
Suasana diruang makan nampak ceria. Mama Dewa sangat senang sekali dengan kedatangan mereka. Sebelum pulang Aurora menyempatkan waktu untuk sholat dhuhur mengingat waktu yang tinggal sedikit.
" Terimakasih Tante... kami pamit dahulu," kata Aurora sambil menyalami tangan mama Dewa.
" Hati-hati dijalan!"
" Insyaalloh... Dewa , Rio terimakasih sudah mengijinkan kami mengunjungi hutan buatan kalian, " pamit Aurora kepada kedua temannya.
" Oke... jangan lupa hubungi aku jika ada yang ingin ditanyakan," pesan Dewa.
__ADS_1
" Oh tentu dong. Assalamualaikum."
" Wa alaikum salam warahmatulloh."
Aurora, Reyhan dan juga Reyna pulang dengan hati senang perut kenyang. Reyhan sebagai supir duduk bersama Reyna karena Aurora pengen tiduran.
" Masakan Tante tadi sumpah enak banget loh!" ucap Reyna memecah keheningan.
" Kamu belum saja makan hasil masakan bang adrian."
" Memangnya kak Rian bisa masak?"
" Kalau kamu sudah merasakannya uh.... kak Rara yakin kamu akan ketagihan."
" Segitu enaknya ? " 🤔🤔🤔
" Enak banget loh dek!"
" Reyhan juga pandai masak loh kak."
" masak apa?... kak Rey saja nggak pernah masuk dapur."
" Ya masak lah, masak mau mandi."
" Emang ada yah... masak mau mandi. Emang bisa dimakan?"
" Kak Reyhan!"
" Iya Reyna."
" Kak Rey kok nyebelin banget sih!"
" Kamu terlalu lambat dek. Kan sejak kecil sudah bareng sama Reyhan kok baru tahu Reyhan nyebelin. Kak rara yang baru kenal saja sudah tahu kalau Reyhan nyebelin."
" Tapi tampan , kan?"
" Tampan lah kalau di lihat dari lubang sedotan."
" Jangan ngeledek dek... gini-gini yang antre banyak loh!"
" Emang antri apaan?"
__ADS_1
" Antri beli pulsa dong kan kakak jualan pulsa."
" Kirain antri buat jadi pacar."
" Nggak boleh pacaran dek... kalau nikah sekalian nggak masalah."
" Kata siapa nggak boleh pacaran, kayaknya mama sama papa nggak masalah deh ."
" Tadi yang bilang siapa sih?"
" Ya kak Reyhan lah."
" Sudah tahu masih nanya!"
" Kak Rara!"
" .... "
" ... ?"
Karena nggak ada jawaban dari Aurora keduanya sontak menoleh ke bangku belakang tempat Aurora a duduk. Ternyata sudah asyik dalam mimpi.
" Pantes nggak ada jawaban , sudah tidur dengan nyenyak ternyata."
" Kamu bahagia dek?"
" Bahagia dong kak...emang kenapa kak Rey nanya gitu?"
" Kita kan tinggal jauh dari papa dan mama. Terus tinggal sama kak Rara yang bahkan belum pernah kita kenal sebelumnya."
" Alhamdulillah banget kak Reyna bisa tinggal sama kak Rara. Meskipun cantik , kaya dan kita belum pernah kenal sebelumnya tapi perhatian kak Rara sudah seperti kakak Reyna kandung "
" Bagus kalau kamu berpikir seperti itu."
" Kalau kakak sendiri?"
" Tentu saja senang."
Reyhan dan Reyna terus bercakap-cakap sampai di depan rumah.
" Bangun kak... sudah sampai !"
__ADS_1