
Sepulangnya Aurora dari kantor polisi , dia pergi ke rumah Dewa untuk menenangkan diri . Bukan untuk bertemu dengan Dewa tetapi ketiga hewan kesayangannya. Lagipula Dewa juga masih ada di kantor.
Aurora mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Lalu lintas yang tidak terlalu padat memuluskan perjalanannya. Hanya dalam waktu lima belas menit dia telah sampai.
Satpam yang menjaga rumah Dewa sudah mengenal Aurora dengan baik. Begitu melihatnya dia langsung membukakan gerbang. Tentu saja Aurora berterimakasih padanya.
" Terimakasih Pak," kata Marsha dari atas motornya.
" Sama-sama Non."
" Boleh langsung masuk ke taman kan , pak ?"
Aurora meminta persetujuan satpam. Meskipun dia sudah di ijinkan kesana kapan pun ia mau oleh Dewa.
" Silahkan Non... tapi maaf den Dewa masih belum pulang."
" Tidak masalah pak , saya hanya ingin bertemu dengan ketiga hewan kesayangan saya ."
" Baik Non silahkan!"
" Terimakasih pak.... permisi!"
Aurora langsung membawa motornya ke dalam garasi. Setelah itu dia langsung ke taman yang tak lain adalah hutan buatan. Seseorang yang menjaga tempat itu langsung membuka pintu taman begitu Aurora datang.
__ADS_1
" Silahkan... Nona."
" Terimakasih 🙏🙏"
Aurora masuk dan melangkah ketempat white, wolf dan wolfy berada. Kunci kandang berada di atas pintu , jadi Aurora langsung bisa mengambilnya. Begitu masuk Aurora langsung bersiul. Lalu duduk dengan begitu saja di atas tanah.
Aurora sangat senang berada di sini. Serasa berada di hutan asli. Perlu di ketahui di setiap kandang ada sungai buatan juga. Di dalamnya ada berbagai jenis ikan. Sungai itu juga berisi batu kali. Sehingga terlihat seperti sungai asli.
Aurora berbaring begitu saja begitu merasa ngantuk. Tas yang tadi ia bawa digunakan sebagai banyak. Perlahan ia memejamkan matanya.
White tiba terlebih dahulu. Dia langsung mendekat ke arah Aurora dan ikut berbaring disampingnya. Begitupun dengan wolf dan juga wolfy .
Dewa yang mendapatkan kabar dari anak buahnya jika Aurora kerumahnya langsung pulang saat makan siang.
" Beliau masih berada di dalam taman tuan muda "
" Papa sama mama bagaimana?"
" Nyonya Rindu baru pulang sedangkan nona Dewi masih belum."
" Baiklah kalau begitu . .. tolong sampaikan kepada mama jika ada Aurora ada di sini. Nanti saya akan membawanya masuk ke dalam."
" Baik tuan muda."
__ADS_1
Setelah itu Dewa melangkah ketaman. Dia berfikir semoga mamanya menyiapkan beberapa makanan enak agar aurora senang.
Begitu sampai di depan pintu kandang yang berisi ketiga hewan kesayangan Aurora, Dewa menarik nafas panjang. Dia merasa agak merinding. Bagaimana pun ketiga hewan yang dimiliki oleh Aurora adalah hewan buas.
Dewa membuka pintu dan masuk kedalam. Setelah itu dia menutup kembali pintu itu, dan perlahan masuk kedalam. Suasana begitu sunyi, Dewa berpikir mungkin saja hewan-hewan disini takut, sehingga tidak membuka suara. Ternyata bukan hanya manusia yang memiliki rasa takut, hewan pun sama.
Dewa terus melangkahkan kakinya hingga ke dalam. Kemudian perlahan pandangannya terpaku pada sosok gadis yang tertidur dengan dikelilingi tiga binatang buas di sampingnya. Pemandangan seperti ini seperti pertama kali dia bertemu dengan Aurora.
Dewa ikut duduk di lantai. Dia tidak melepas pandangannya dari wajah cantik Aurora. Nampak cantik dan juga imut. Tak terasa Dewa pun ikut tertidur. Bahkan Dewa melupakan apa yang sudah ia sampaikan kepada satpam .
Nyonya Rindu sangat senang dengan informasi yang diberikan oleh satpam rumahnya. Beliau langsung menyiapkan beberapa makanan di bantu pelayannya.
Beliau memasak berbagai hidangan. Ada Ayam lada hitam, Udang asam manis. Ayam goreng madu dan juga Sop ayam..
Setan masak dia menunggu putra dan juga tamunya di ruang makan. Lama menunggu tapi tidak datang juga. Jadi dia menyusul mereka ke taman..
" Apakah Dewa dan juga Aurora masih di dalam kandang ?"
" Betul Nyonya."
" Sampaikan pada Dewa jika Mamanya memanggil."
" Baiklah yang Nyonya."
__ADS_1
Rindu tidak ingin masuk kedalam. Beliau hanya menunggu di luar. Sebab dia masih merasa takut dengan binatang buas milik Aurora.