
Rumah Aurora sudah di hias sedemikian rupa . Semua keluarga besarnya pun berkumpul disini . Hari ini Aurora dan Adrian akan melaksanakan ijab qobul. Acara itu diadakan di rumah Aurora.
Sejak pagi MUA yang dipanggil oleh Tante Ratna sudah datang untuk merias wajahnya.
Kini Aura melihat wajahnya yang sudah dihias secara sempurna.
" Nona benar-benar cantik . Padahal kami hanya memberi sedikit polesan ," ujar wanita yang merias wajah Aurora. Dia sangat takjub dengan kecantikan wajah gadis yang ia rias . Padahal tadi Aurora masih nampak seperti gadis cilik . Tetapi sekarang auranya sungguh berbeda.
" Berarti mbak memang pandai merias," puji Aurora dengan tulus .
Tok tok tok
Kedua orang itu melihat ke arah pintu yang diketuk . Tak lama kemudian Tante Ratna muncul . Matanya nampak sembab , tetapi tidak menghilangkan jejak kebahagiaan dari wajahnya.
" Boleh tinggalkan kami berdua," pinta Tante Ratna pada perias .
" Tentu .... saya tinggal dulu ya mbak ."
" Silahkan."
Setelah perias itu keluar, Tante Ratna mendekati Aurora. Dia menatap gadis yang sudah dua belas tahun hidup bersamanya, meskipun tidak satu rumah . Tapi Tante Ratna melihat secara langsung tumbuh kembang gadis itu selama dua belas tahun ini.
" Bagaimana perasaannya sayang ," tanya Tante Ratna dengan lembut .
__ADS_1
" Deg degan Tante ," jawab Aurora dengan jujur .
" Itu sudah lumrah sayang . Dulu bahkan tante harus bolak-balik ke kamar mandi ," ujar Tante Ratna.
" Benarkah?"
" Tante tidak bohong . Tidak sedikit wanita yang gugup menjelang pernikahannya," lanjut Tante Ratna memberikan penjelasan.
Jika Aurora berbincang dengan Tante Ratna di dalam kamar . Adrian dan keluarga sudah sampai di kediaman Aurora. Mereka tinggal menunggu kedatangan penghulu untuk melakukan ijab qobul.
Wajah Adrian nampak bersinar . Rona wajahnya nampak jelas jika dirinya sedang berbahagia meskipun ada sedikit gugup menjelang proses ijab qobul.
Penghulu akhirnya tiba . Beliau di langsung dibawah ke tempat Adrian yang menunggu kedatangannya.
" Bagaimana... apa calon suami sudah siap ?" tanya penghulu sambil bercanda .
" Alhamdulillah... siapa yang akan menjadi wali di pengantin perempuan?"
" Pamannya pak ," jawab opa .
" Baiklah.... kalau begitu mari kita mulai sekarang. Sudah siap nak adrian?"
" Siap !"
__ADS_1
" Bagaimana dengan walinya ?"
" Siap pak ," jawab om Abraham , karena beliau lah yang mewakili ayah Aurora.
" Wahai Adrian ... saya nikahkan dan kawinkan keponakan saya yang bernama Dewi Aurora binti Adam dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar dua ratus dua puluh dua juta dua ratus dua puluh dua ribu dua ratus rupiah dibayar tunai !"
" Saya terima nikah dan kawinnya Dewi Aurora binti Adam dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar dua ratus dua puluh dua juta dua ratus dua puluh dua ribu dua ratus dua rupiah di bayar tunai !"
" Bagaimana para saksi ?"
" Sah !"
" Alhamdulillah..... Sekarang dimohon pengantin wanita duduk di samping pengantin pria ," ucap penghulu .
Dengan diapit oleh Tante Ratna dan Tante Azizah, Aurora melangkah kesamping Adrian . Adrian terpesona dengan penampilan Aurora, membuatnya tidak berkedip.
" Kedip Napa bro !!! nggak bakalan ilang kok Aurora," goda dewa yang berada di belakang Adrian . Dia duduk bersama Rio dan Angga .
" Dia pasti bakalan bucin akut nantinya."
" Percaya gua ."
Adrian tidak menghiraukan sahabat yang sibuk menggodanya. Pandangannya tak lepas dari Aurora yang berjalan semakin dekat dengannya.
__ADS_1
Aurora duduk disamping adrian . Kemudian di bantu oleh penghulu mereka melanjutkan semua proses . Mulai dari aurora yang mencium tangan Adrian sampai proses penandatanganan buku nikah .
Adrian tidak berhenti tersenyum membuat para sahabatnya tidak berhenti menggodanya. Resepsi pernikahan akan diadakan di hotel mulai dari sore sampai malam hari .