Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 26


__ADS_3

" Adrian!"


Salsa menghampiri Adrian dengan ditemani oleh Romi. Meskipun tidak suka , Romi berusaha untuk menutupinya.


Adrian tahu jika Salsa kekasihnya. Tidak ada reaksi apapun terhadapnya, karena memang dia tidak mengingat apapun.


Salsa yang melihat Adrian hanya diam , langsung memeluknya tanpa rasa malu. Meskipun dihadapan Romi yang notabenenya sebagai kekasih Salsa saat ini.


Adrian berusaha melepaskan tetapi pelukan salsa terlalu erat . Romi mengepalkan kedua tangannya dengan geram . Dia merasa harga dirinya diinjak-injak oleh Salsa. Tapi rasa cintanya lebih besar dari semua itu.


" Kemana saja selama ini kamu sayang?" tanya Salsa dengan lembut.


Salsa menyandarkan kepalanya pada dada bidang Adrian. Adrian sangat risih. Dia menatap Aurora dengan muka memohon.


" Kamu tahu ... aku tidak bisa hidup tanpamu," kata salsa tanpa peduli orang-orang disekitarnya.


Padahal Salsa sudah tahu Adrian tidak hanya sendiri. Tapi dia seolah-olah ingin memberi tahu bahwa dia adalah kekasih satu-satunya Adrian. Tanpa ingat akan statusnya saat ini.


Aurora menahan tawanya mendengar ucapan Salsa. Dia yang memang sudah jail sejak lahir tidak bisa tinggal diam. Apalagi sudah ada kode dari Adrian yang ingin lepas dari pelukan Salsa.


" Ya elah Mbak, bukanya mbaknya baik-baik saja ya. Biasanya ni yah...kalau kita tidak bisa hidup karena kehilangan orang yang dicintai itu minimal sudah ada di rumah sakit. Karena makan saja susah."


" Uhuk uhuk uhuk uhuk."


Reyhan sampai tersedak desert yang ia makan , mendengar ucapan nyleneh kakak angkatnya ini .


Sedangkan yang lain hanya menahan tawa. Tapi benar juga omongan Aurora. Katanya tidak bisa hidup saat ditinggal Adrian , tetapi kayaknya karirnya makin menanjak saja. Lihat saja wajahnya tidak ada seperti muka orang yang lagi depresi.


" Kalau makan itu baca bismillah napa dek .... jangan buru-buru. Lagian nggak ada yang mau ngambil kok," kata Aurora dengan menepuk punggung Reyhan.


" Kakak kalau ngomong nggak bisa di rem sih!"


" Mana bisa kakak ngerem omongan. Kan nggak ada rem nya."


" Maksudnya tuh dijaga atuh kak!"


" Apanya yang dijaga?"


" O_"


" Kamu sebenarnya siapa sih?" tanya Salsa dengan jengkel. Dia melepaskan pelukannya.


Salsa menatap Aurora dengan tajam. dia memang tidak menyukai kehadiran Aurora. Baginya Aurora merusak momen romantis yang ingin ia buat . Padahal tadi dia sudah menyuruh Romi untuk tidak berulah kok ada saja halangan.

__ADS_1


" Kenalkan mbak ... nama saya Dewi Aurora. Biasa dipanggil Rara," kata Rara sambil mengulurkan tangannya.


Salsa hanya menatap tangan Rara tanpa ada keinginan untuk menyambut tangan itu. Adrian yang melihatnya langsung mengulurkan tangannya. Dan membawa Aurora disampingnya.


" Jangan suka salam-salaman sama orang yang nggak dikenal, bahaya tahu!" kata Adrian dengan senyum lembut.


Salsa yang melihat perlakuan Adrian terhadap Marsha langsung melotot tak percaya. Siapa sebenarnya gadis itu? Selama dia menjadi kekasih Adrian, belum pernah dia diperlakukan seperti itu.


" Ya nggak masalah dong bang... Mbak salsa ini kan model terkenal yang sedang naik daun. Sungguh kebahagiaan tersendiri bisa bersalaman dengannya. Betul tidak Rey?"


" Rey nya ada dua kak. Reyhan apa Reyna?" tanya Reyna.


" Dua-duanya juga boleh ."


" Kalau aku sih nggak tahu ya mbak, nggak begitu suka model sih. mungkin kalau kak Reyhan _"


" Apa?!.... aku tuh nggak suka model ya . Jadi mau ada sepuluh model pun tak ada efeknya buatku."


" Rugi loh Rey... jarang-jarang atuh kamu ketemu sama model."


Saskia sudah tidak kuat untuk tidak tertawa. Dia sangat senang melihat ekspresi Salsa yang seperti itu. Dia sudah mengetahui jika Salsa dan juga Romi mempunyai hubungan. Jadi dia berharap Adrian tidak lagi jatuh kedalam pelukan Salsa.


" Ha ha ha ha."


" Kak Kia ngapain tertawa ngakak seperti itu?" tanya Aurora pura-pura tidak tahu .


" Ehm ... nggak sih , tapi sudah lama sekali kakak nggak tertawa lagi," jawab Saskia sambil berusaha meredam tawanya.


" Tertawa sih boleh kak, tapi_"


" Tapi apa?"


" Ya ada waktunya... kita lagi serius, kakak malah tertawa ngakak. Itu namanya nggak etis."


" Nggak masalah dek... yang penting hati kakak happy."


" Oke lah... yang penting happy. Oh ya, Rara mau ketemu sama om dan Tante dulu yah?"


" Ngapain?"


" Absen dong... nanti kirain anak cantik ini tidak hadir. Bisa dihukum nanti."


" Reyna jangan ditinggal kak !"

__ADS_1


" Reyhan juga!"


" Siapa juga yang mau ninggalin kalian. Bisa-bisa kakak di hukum om Ardan."


Salsa sudah jengah dengan ucapan unfaedah Aurora. Apalagi Adrian lebih nyaman di samping gadis itu.


" Jika kamu mau pergi... pergi saja. Lagian nggak ada yang peduli kok," kata Salsa.


" Siapa bilang?" tanya Reyhan dan juga Reyna dengan kompak.


" Seharusnya yang pergi itu Tante. Kami dari tadi sudah ada disini dengan tenang sampai Tante dan om ini merusak pemandangan," kata Reyna.


" Apa katamu... Tante?"


" Ya iya lah ... masa ya iya dong. Dang Ding dong !"


" Sayang... biasakan kita berbicara tanpa adanya orang-orang tak waras ini?" kata Salsa sambil menarik tangan Adrian.


" Siapa yang bilang kami tak waras? Tante tidak punya kaca? kalau nggak punya nanti saya pinjamkan sama kak Saskia. "


" Apa maksudmu? jangan lancang kamu ya?"


" Rom... lebih baik bawa kekasih mu pergi !


dan bilang sama dia... jangan kira kami tidak pernah tahu hubungan yang kalian jalani selama ini. Kami maklumi karena waktu itu Adrian memang tidak ada. jadi sekarang tolong jangan berbuat ulah," kata Saskia kepada Romi yang sedari tadi hanya diam.


" Sayang... ayo kita pergi. Malu banyak tamu, jangan buat namamu hancur."


" Tidak... kita berpacaran karena kupikir Adrian sudah meninggal. Tetapi kenyataannya lain. aku ingin putus sekarang juga," kata Salsa.


Mungkin urat malunya sudah putus kali ya? Dia masih kekeh bersama Adrian yang sedari tadi tidak menanggapinya. Adrian sedari tadi hanya diam di samping Aurora. Dia sangat suka melihat Aurora yang seperti itu.


" Aduh ... kalau mau bertengkar nanti dulu ya mbak. Kita pergi dulu!" kata Aurora sambil menarik Reyhan dan juga Reyna.


Saskia mengikuti langkah mereka. Adrian juga ingin mengikuti langkah mereka, tapi keburu di hentikan oleh Romi.


" Maaf tuan... bukan salah Salsa hingga dia menjadi kekasih saya. Waktu itu Salsa lagi terpuruk jadi saya berusaha untuk selalu ada di sampingnya," kata Romi.


" Tidak perlu minta maaf. Saya malah senang kalian bisa hidup dengan baik. Jangan sampai bertengkar hanya karena kehadiran saya . oke!"


" Tapi tuan_"


" Lain kali kita bicarakan lagi. Sekarang Tolong nikmati pestanya!" kata Adrian sebelum pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Salsa maupun Romi hanya mampu melihat Adrian yang semakin jauh meninggalkan mereka. Tidak ada percakapan apapun diantara mereka. Mereka sama-sama larut dalam pikirannya.


__ADS_2