
" Abang !" teriak Aurora dari kamar mandi . Adrian yang masih bergumul dalam selimut langsung kaget . Dia beranjak dari ranjang menghampiri sang istri yang berada di dalam kamar mandi .
" Ada apa sayang?" tanya Adrian dengan panik .
" Lihat !" Aurora memperlihatkan benda kecil yang sedang ia pegang . Adrian menerima benda itu dengan tangan bergetar.
" Kamu ha mil sa yang ?" tanya Adrian dengan terbata . Bahkan air matanya mengalir tanpa ia sadari .
" Abang senang ?"
" Tentu saja ... akhirnya kerja keras kita setiap hari mendapatkan hasil . Sebentar lagi abang akan menjadi seorang ayah dari dua orang anak . Terimakasih sayang ," ujar Adrian dengan perasaan membuncah . Dia membawa Aurora kedalam pelukannya.
"Nanti kita periksa ke dokter ya sayang ?"
" Oke !"
" Pasti aurel seneng banget ... akhirnya keinginannya terpenuhi ."
" Betul juga ... sudah sejak kemarin dia bilang pengen Adik."
" Kalau begitu sekarang, ayo abang bantu mandi dulu."
" Enak saja ... itu ma maunya Abang ."
__ADS_1
" Kan _"
" No!"
" Belum juga ngomong dek ."
" Biarin ... sekarang Abang keluar dulu . Keburu waktu subuh habis !"
" Iya deh ."
Adrian keluar dari kamar mandi dan menuju ranjang yang masih acak-acakan. Dia merapikan ranjang itu kemudian mengambil baju ganti Dia akan mandi di ruang sebelah .
Tak lama kemudian Aurora keluar dari kamar mandi . Dia melihat sekeliling ternyata tidak ada Adrian . Kemudian dia pun keluar menuju kamar sang putri yang kini sudah berusia empat tahun.
Aurora melihat putrinya yang masih tidur nyenyak. Meskipun Aurel masih kecil , tetapi sudah diajari untuk bangun pagi dan menunaikan sholat subuh.
" Sayang .... bangun dong , udah pagi nih !"
Aurel sensitif dengan suara , jadi gampang banget bangunnya.
" Uda pagi ya ma ," ucap Aurel sambil mengusap matanya yang masih ngantuk.
" Iya sayang ... sekarang kita sholat subuh dulu ya ."
__ADS_1
" Iya !"
" Pintarnya anak mama ," puji Aurora pada sang putri .
Setelah Aurel siap , Aurora mengajaknya ke mushola . Aurora segera memakaikan Aurel mukenanya. Sambil menunggu kedatangan Adrian dia menunaikan sholat sunah sebelum subuh.
Tak lama kemudian Adrian datang lengkap dengan baju Koko dan sarung . Melihat sang putri yang sudah bangun dan mengikuti gerakan istrinya yang lagi sholat membuat hati Adrian hangat . Dia merasa bersyukur diberi istri dan juga putri yang Sholihah.
Aurora sudah mulai menutup aurat setelah kelahiran Aurel . Kini dia mulai berhijab .
Adrian menjadi iman untuk istri dan juga putrinya. Dia dengan khusu'membaca bacaan sholat . Aurel dengan tingkah lucunya menirukan gerakan orang tuanya .
Setelah sholat aurora pergi ke dapur . Dia ingin membuatkan sarapan untuk suami dan juga anaknya. Mereka saat ini ada di rumah yang ada hutan buatannya. Setiap pagi Tante Ratna akan datang untuk menjaga aurel saat Aurora pergi ke rumah sakit dan Adrian ke kantor .
Aurora akan berangkat bersama paman Raka . Jadi sekalian mengambil Aurora, paman Raka juga mengantar Tante Ratna. Sebenarnya Tante Ratna dan juga paman Raka diajak tinggal disini tetapi tidak mau . Mereka masih tinggal bersama rehan dan Reyna .
Reyhan sama seperti Aurora telah menyelesaikan kuliahnya. Sekarang dia bekerja di perusahaan milik Aurora. Sedangkan untuk Reyna sudah kuliah di semester satu .
Setelah menyelesaikan masakannya, Aurora menghampiri sang suami dan sang putri yang tadi kembali kekamar . Biasanya Adrian mengajak sang putri jalan-jalan pagi , tetapi tadi Adrian mengajak sang putri untuk kembali tidur .
Aurora melihat kedua orang kesayangannya tidur sambil berpelukan. Dia menghampiri mereka dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. Kemudian dengan perlahan mencium mereka bergantian .
Adrian sebenarnya terbangun saat pintu terbuka . Tetapi untuk mengerjai sang istri dia memejamkan matanya. Saat Aurora mencium nya dengan cepat membawa Aurora kedalam pelukannya.
__ADS_1
" Abang !!!"