
Tut ...Tut ... Tut ( bunyi interkom )
" Ada apa ?" tanya Adrian tanpa meninggalkan pekerjaannya.
" Maaf pak ... ada pak Dewa dan pak Angga yang ingin bertemu," jawab sang sekertaris dengan sopan.
" Ok ... langsung suruh masuk ke dalam aja mbak !"
Sekretaris itu bernama Rena. Sudah lama dia bekerja sebagai sekertaris Rian . Sejak awal berdirinya" food family" yang tak lain nama perusahaan Adrian. Usianya tujuh tahun lebih tua dari Adrian. Sudah menikah dan mempunyai dua orang anak.
" Baik pak !"
Ceklek
" Halo bro !" sapa Angga dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.
" Tumben kalian kesini ?" tanya Adrian tanpa menjawab sapaan Angga.
" Mau bagaimana lagi gua kan kangen sama Lo !" jawab Dewa.
" Ih najis !" kata Adrian dengan jijik .
" Kok gitu ... keterlaluan deh Lo !"
" Duduk dulu!"
" Thanks.... !"
Angga dan Dewa berjalan kearah sofa dan duduk disana. Adrian meninggalkan pekerjaannya dan berjalan kearah kulkas untuk mengambilkan mereka minum.
" Kapan pulang dari LA , ngga ?" tanya Adrian sambil meletakkan dua minuman kaleng di atas meja.
" Kemarin ...jadi sekarang gua cuti dulu ."
" Boss ma bebas... terus Lo Wa tumbenan cuti segala?"
" Di culik ni anak... mau bagaimana lagi. Rencananya Rio pun mau kita culik."
__ADS_1
" Mau kemana?"
" Mancing ."
" Wah mantab tuh. Tapi kerjaan gua masih banyak."
" Ya elah...cuti sehari nggak bakal bikin perusahaan Lo bangkrut bro!"
" Oke deh ... kalian tunggu sebentar."
Adrian akhirnya memberikan sedikit pekerjaan tambahan pada Rena . Setelah itu keluar bersama kedua temannya. Tujuannya kali ini ke showroom milik Rio. Setelah itu barulah pergi ke tempat tujuan mereka yang sebenarnya.
Setelah menempuh perjalanan selama dua jam akhirnya mereka tiba di pantai. Terlihat kapal yang cukup mewah yang sudah ada disana. Ternyata kapal itu milik Dewa, yang baru saja ia beli.
" Jadi ini kapal baru Lo ?" tanya Rio dengan penuh kekaguman.
" Yap ... gimana cakep kagak ?" jawab Dewa sambil menaik turunkan alisnya.
" Ya beli lah ... uang Lo juga banyak."
" Oga lah , gua ma mau nabung buat nikahan."
" Widih .... cewek mana bro ?" tanya Angga penasaran. Begitupun dengan Dewa dan Adrian. Sebab mereka belum mendengar jika Rio sudah memiliki kekasih.
" Rahasia dong."
" Pakai rahasia segala. Nggak seru loh !"
" Nanti juga kalian tahu. Lagi pula kalian juga yang akan gua ajak untuk melamarnya ."
" Oke lah !"
" Kapan kita berangkat nih ... masak cuman Mandang doang ?"
" Sabar lah gua masih belum puas mandangin !" jawab Rio santai. Di benaknya sudah ada beberapa rencana yang ia persiapkan. Semoga saja lancar.
__ADS_1
" Ya elah ni anak ... jangan bilang di otak Lo mau pinjam ni kapal buat honeymoon."
" Kenapa?"
" Masak mau honeymoon nggak modal."
" Itulah gunanya sahabat men !"
" Kok malah debat sih... Jadi sekarang kagak ?"
" Sekarang lah masak nunggu tahun depan ."
Empat pemuda itu naik ke kapal dengan antusias. Setelah mereka naik , nahkoda mulai menjalankan kapal itu .
" Lo udah bawa jala , kan ?" tanya Adrian pada Dewa.
" Beres ... gua ambilkan dulu. Memangnya mau mancing sekarang."
" Ya kagaklah. Persiapan dulu."
" Oh iya yan .. gimana kabar Rara ?" tanya Angga.
Angga, Rio, dan juga Dewa sudah mengetahui isi hati Adrian yang menaruh hati pada Aurora . Bahkan Rio dan juga dewa yang awalnya tertarik memilih mundur. Apalagi melihat at kedekatan Aurora dengan Adrian.
" Baik , udah mulai kuliah dianya."
" Lo nggak berencana ngelamar dia ?"
" Nunggu waktu yang tepat lah. "
" Awas loh .... keburu ada yang ambil. Nanti merana ," goda Rio.
" Betul kata Rio, siapa cepat dia dapat!"
" Tenang saja tak lama lagi kok. Kalian doakan saja semoga berhasil."
"👍👍👍👍"
__ADS_1