
Adrian hanya setengah hari berada di kantor. Selama itu dia memeriksa berkas yang ada di atas mejanya. Bukan berkas penting sebenarnya, tetapi bagi Adrian itu sangat penting.
Adrian mendapat telepon dari supirnya. Ternyata sang supir sudah menunggu di depan. Perlahan dia melangkahkan kaki keluar dari kantornya. Dia berjalan secara perlahan, berharap mengingat sesuatu. Saat sedang asyik melamun ada suara yang memanggilnya.
" Adrian!"
" ... ,"
Adrian menoleh ke sumber suara ternyata Salsa lah yang memanggilnya. Dengan tersenyum salsa menghampiri Adrian. Adrian hanya mengerutkan keningnya.
Adrian tidak berharap bertemu Salsa untuk sekarang ini. Sebab dia tidak ingat sikap apa yang ditujukan biasanya.
" Bagaimana kabarmu?" tanya Salsa saat sudah ada di depan Adrian.
Salsa nampak cantik Dengan gaun selutut yang ia pakai. Sepertinya Salsa baru selesai pemotretan .
" Baik. Apa yang sedang kau lakukan disini?"
" Ehm.... Aku baru bertemu dengan Romi. Aku ingin mengajaknya makan siang Ternyata dia sudah keluar. "
" Oh"
" Mau makan siang bersama?"
Adrian ingin sekali menolak tetapi dia masih membutuhkan informasi tentang masa lalunya. Jadi dia tersenyum tipis dan menerima ajakan dari Salsa. Sebenarnya dia tidak percaya jika Romi keluar.
" Ok"
Salsa dan juga Adrian berjalan beriringan. Mereka menuju kafe yang ada diseberang jalan. Sebelum menyeberang Adrian memberitahu supirnya untuk menunggu.
Adrian sebenarnya bingung harus bersikap seperti apa.
Romi melihat kedua orang itu dari ruang kerjanya. Jendelanya memang mengarah ke depan. Meskipun tidak terlihat begitu jelas sih. Dia sudah memperhatikan sejak salsa keluar dari ruangannya.
Sebenarnya Salsa memang menemui Romi dan berniat mengajaknya makan siang. Tapi begitu Romi memberitahu jika Adrian ada di perusahaan membuat Salsa membatalkannya. Romi sangat geram, tetapi tidak bisa berkutik di hadapan Salsa.
" Selamat datang !" sapa pelayan begitu mereka memasuki kafe itu.
Keduanya hanya tersenyum mengangguk. Kemudian berjalan mencari tempat yang kosong. Setiap makan siang kafe ini selalu rame. Sebab banyak pekerja yang makan siang di kafe ini. Selain tempatnya yang nyaman harganya pun cukup terjangkau bagi para pekerja.
" Sudah lama kita tidak makan disini. Semoga rasa makanannya masih seperti dulu," kata salsa.
" Mau pesan apa nona tuan ... nona?" tanya pelayan menginterupsi pembicaraan mereka.
" Chicken krispi nya dua dan oranye jus dua," jawab Salsa tanpa menanyakan keinginan Adrian.
__ADS_1
Dari sini dapat terlihat jelas kalau wanita di depannya suka mendominasi. Adrian membiarkan saja apa yang dilakukan oleh Salsa. Asal tidak bersikap di luar batas.
Salsa sangat senang dengan sikap Adrian yang agak hangat menurutnya. Biasanya jika memesan tanpa menanyakan dulu pasti Adrian akan marah. Tapi sekarang respon nya biasa saja.
" Tolong tunggu sebentar."
Akhirnya pelayan itu meninggalkan mereka berdua untuk mengambil pesanan. Suasana menjadi hening .
" Maaf ."
" ... "
Adrian hanya diam mendengar kata maaf dari Salsa.
" Sebenarnya tidak ada maksud berpaling darimu meskipun kau tiada. Tapi_"
" Tidak perlu dijelaskan aku mengerti."
Salsa masih mengatakan sesuatu, tetapi pelayan datang membawa pesanan mereka.
" Silahkan dinikmati!"
Tanpa sungkan Adrian memakan makanan yang sudah tersaji di mejanya. Sedangkan Salsa menatap Adrian tanpa kedip. Tidak ada yang berubah meskipun tujuh bulan tidak bertemu, batin Salsa.
" Makanlah... tidak akan dengan menatap wajahku."
" ... "
Adrian tidak menggubris wanita di depannya. Dia hanya ingin menyelesaikan makannya dan pergi dari hadapan wanita itu
" Aku harus pergi. Masih banyak yang harus akui urus," kata Adrian begitu makanannya sudah habis tak tersisa.
" Apakah tidak ada yang tersisa?"
" Maaf ," jawab Adrian sebelum pergi dari tempat itu.
Salsa memandang sosok Adrian yang makin lama makin jauh dari pandangannya. Matanya tajam dan kedua tangannya mengepal erat.
" Awas saja.... akan aku pastikan kau kembali bertekuk dihadapan ku kembali!"geram salsa sebelum mengikuti langkah Adrian yang keluar dari kafe itu.
Adrian sudah berada di depan sang supir yang sedari tadi menunggu dengan merokok. Dia sampai kaget begitu menyadari bahwa Adrian sudah ada didepannya.
" Sudah selesai tuan ?" tanya sang supir panik .
" Santai saja pak, habiskan dulu rokok Anda!"
__ADS_1
" Terimakasih tuan .... apakah anda akan langsung pulang?"
" Antar saya ke masjid terdekat, Bapak tahu kan?"
" Tentu tuan kebetulan saya juga belum sholat dhuhur. Mari kita berangkat, tuan?"
" Ayo!"
Adrian membuka pintu depan. Dia akan duduk di samping sopir . Tidak nyaman rasanya kalau duduk di belakang. Sangat bertolak belakang dengan sifat asli Adrian.
" Bapak sudah lama bekerja menjadi supir?"
" Belum lama sih ... baru sekitar tiga bulan. Sopir yang lama sudah pensiun sedangkan sopir pribadi milik anda_"
" Saya mengerti. Sebelumnya bapak bekerja sebagai apa?"
" Biasanya saya membantu istri saya berjualan nasi pecel di pinggir jalan."
" Sekarang istri bapak berjualan sendiri?"
" Sejak saya bekerja dengan tuan Arya, istri bapak sudah tidak lagi berjalan di pinggir jalan. Sekarang kami membuka warung kecil-kecilan dibantu anak sulung."
" Anak sulung bapak masih sekolah atau sudah bekerja?"
" Masih kuliah semester awal. Dia tahun ini dia berhenti belajar karena kekurangan biaya. Tapi Alhamdulillah... sekarang dia bisa melanjutkan kuliahnya."
" Saya turut senang mendengarnya."
" Terimakasih tuan. Kita sudah sampai di depan masjid."
" Kalau begitu saya kesana dulu pak."
" Silahkan tuan. Say juga akan masuk setelah memarkirkan mobil ini."
Adrian langsung melangkah mendekat ke arah masjid. Dia langsung menuju tempat untuk wudhu sebelum masuk kedalam masjid.
Dengan tenang Adrian melakukan niat dan membasuh seluruh anggota wudhu. Setelah selesai dia memasuki ruangan untuk menjalankan ibadah sholat dhuhur. Begitupun dengan sang sopir.
Setelah sholat Adrian kembali memasuki mobil agar cepat kembali ke kediamannya.
" Maaf lama tuan?"
" Tidak masalah... santai aja kali pak."
Mereka berdua meninggalkan pelataran masjid untuk sampai kerumah. Tidak butuh waktu lama , hanya sekitar tiga puluh menit mereka pun tiba."
__ADS_1
" Terimakasih pak," ucap Adrian begitu sampai dirumahnya.
" Sama-sama tuan."