
" Jadi kamu sudah mengingat semuanya?" tanya Angga pada Adrian yang masih bersama white.
Kini mereka duduk bersama dibawah pohon yang cukup rindang. Adrian bersama dengan white. Sedangkan Wolf dan juga wolfy masih asyik dengan kegiatannya. Begitupun dengan Dewa dan Rio. Sedangkan Diandra masih diam terpaku di tempatnya.
Diandra sangat kaget saat white menerjang ke arah Adrian. Hanya saja dia hanya bisa terpaku di tempat. Ingin rasanya berteriak tetapi suaranya tidak mau keluar. Tetapi dia lebih terkejut lagi dengan respon sang kakak yang jauh dari ekspektasinya.
Diandra mendekati Adrian yang masih dalam kungkungan White. Dia juga mendengar perkataan Angga tentang apakah Adrian mengingat semuanya. Tetapi apa hubungannya dengan harimau putih itu?
Meskipun takut tapi Adrian tetap mendekat ke arah Adrian. Melihat bagaimana sang harimau yang bukanya menyerang sang kakak tetapi malah terlihat kedekatannya membuat Diandra merasa yakin jika dia tidak akan apa-apa.
" Apakah kak Rian kenal sama harimau putih ini?" tanya Diandra begitu sudah dekat dengan Adrian.
Angga dan juga Diandra menunggu jawaban dari Adrian. Tetapi Adrian masih asyik dengan white tanpa ada niatan untuk menjawabnya.
" Lebih baik duduk disini saja dek. Kayaknya Adrian masih ingin bernostalgia bersama white," kata Rio menyuruh Diandra duduk di sampingnya.
Diandra pun menurut. Tetapi saat akan melangkah, dua ekor serigala abu-abu yang cukup besar mendekatinya. Bukan ketempat nya sih sebenernya. Mereka juga ingin menyapa Adrian yang merupakan sahabat manusia kedua mereka setelah Aurora.
Diandra pun kaget. Tubuhnya gemetar. Dia pun memejamkan matanya. Tapi dia tunggu-tunggu tidak ada yang menyerangnya.
__ADS_1
Diandra perlahan membuka matanya. Ternyata kedua serigala itu sudah tidak ada di depan mereka. Kemudian Diandra membalikkan badannya ke tempat Adrian, terlihat kedua serigala itu duduk mengerumuni Adrian.
" What!" teriak Diandra.
" Berisik dek!"
" Kenapa hewan-hewan itu sepertinya kenal sama kak Rian?" tanya Diandra dari tempatnya berdiri.
" Ya iya lah . Mereka kan sahabat-sahabat kakak ," jawab Adrian santai.
Adrian sudah mengingat semuanya. Dia sangat bahagia sekaligus merasa bersalah. Sikapnya terhadap Aurora menurutnya sangat keterlaluan. Dia berharap Aurora tidak akan membencinya.
" Jadi ketiga binatang ini punya kak Rian?"
" Tunggu... Apakah ketiga hewan ini yang dimaksud kak Rara waktu itu ?" tanya Diandra yang mengingat Kata-kata Aurora saat pertama kali bertemu
" Hem."
" Kulkas mode on!" cibir Diandra sambil mendudukkan dirinya di jarak yang cukup aman di dekat Adrian.
__ADS_1
" Tumben ikut kesini an ?" tanya Dewa yang memang tidak pernah membawa Diandra kerumahnya kecuali ada undangan dari keluarganya.
" Belajar jadi bodyguard ."
" Bodyguard siapa?
" Tuh." Diandra menunjuk Adrian.
" Sebagai bodyguard Adrian , seharusnya kamu melindunginya dari serangan mereka dong," goda Rio .
" Amit amit jabang bayi. Kalau harus ngelawan binatang ma Diandra milih mundur. Lebih baik cari aman saja," jawab Diandra tanpa melihat lawan bicaranya.
" Ha ha ha ha " tawa mereka pecah .
" Nyebelin deh," gerutu Diandra dengan cemberut.
" Lagian kenapa juga jadi satpamnya Adrian . Adrian kan bukanya anak kecil yang harus diawasi terus," ucap Angga.
" Ya takut saja Kak Rian kepleset terus amnesia lagi. Kan bisa berabe."
__ADS_1
" Kamu ada - ada aja dek !'
" Sedia payung sebelum hujan."