
Aurora yang hampir memejamkan mata, harus rela bangun demi ponsel yang sedari tadi tidak henti berdering. Setibanya di rumah dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dia melupakan janjinya untuk menelpon Adrian begitu sampai di rumah.
" Assalamualaikum..." sapa Aurora dengan suaranya yang serak.
" Wa alaikum salam.... lagi ngapain dek . Kok suaranya serak begitu. Sudah sampai rumah belom ? kok dari tadi nggak nelpon-nelpon ? "
tanya Adrian dengan beruntun.
Adrian sudah sampai dirumahnya sedari tadi . Berharap mendapatkan telpon dari Aurora tetapi nyatanya nggak ada telpon sama sekali.
" Abang tanya ?" masih dengan memejamkan matanya Adrian menjawab Adrian .
" Ya iya lah .... memangnya Abang ngapain, kumur-kumur?"
" Ya a a a a....kali aja. Kalau tanya ma satu-satu bang. Biar jawabnya juga nggak bingung."
" Adek sudah sampai rumah ?"
" Sudah dari tadi ."
" Kok nggak nelpon Abang?"
" Sampai rumah langsung rebahan bang, lupa deh kalo mau nelpon Abang. Abang lagi apa ?"
" Baru selesai sholat ashar. Adek sudah sholat belum ? "
" Astaghfirullah.... adek belum sholat bang !"
" Kalau gitu sholat dulu gih, keburu Maghrib."
" Oke boss!!!! thank.... assalamualaikum."
" Wa alaikum salam warahmatulloh."
Adrian geleng-geleng kepala setelah sambungan telpon itu terputus. Dia meletakkan ponselnya diatas meja . Lalu keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga. Ada papanya yang sedang membaca koran, sedangkan Faisal memainkan ponsel mereka.
" Papa pulang dari tadi ?" tanya Adrian setelah mendudukkan dirinya di sofa seberang papanya .
" Papa tadi cuma setengah hari kerja. Setelah itu papa langsung pulang."
" Mama kemana pa ?"
__ADS_1
" Tadi sih katanya mau buat cemilan. Memangnya ada apa ?"
" Nggak ada apa-apa sih. "
" Oh ya Iz ... jangan lupa besok ada pertemuan penting dengan CV Tri Maya . Papa tidak bisa hadir sebab sudah ada janji dengan teman-teman papa. Besok nggak ada kelas kan ?" Tuan Arya tiba-tiba ingat dengan janjinya. Lalu menyuruh Faizal menggantikan tugasnya.
" Memangnya pertemuan itu membahas tentang apa sih pa ?"
" Masalah produk.... semua laporan ada di meja papa. Besok sebelum berangkat bisa kamu periksa terlebih dulu!"
" Nih cobain cemilan mama!"
Mama Dania datang saat Faizal ingin menjawab . Beliau membawa sepiring cemilan.
" Pisang goreng?" tanya Adrian begitu melihat sepiring pisang goreng yang tadi dibawah mamanya.
" Iya ... tadi papa pulang-pulang bawa pisang . Katanya pengen pisang goreng."
" Tumben pa ?"
Adrian mengambil satu buah pisang yang masih panas dan memakannya.
" Tadi waktu papa di jalan lihat orang makan pisang goreng kayak nikmat banget gitu. Mau minta sungkan , mau beli males jadi lebih baik beli pisang nya . Kan papa lebih suka pisang goreng buatan mamamu," jawab tuan Arya sambil mengedipkan satu matanya ke arah sang istri.
" Biarin ... sama istri ma sah-sah aja. Iri bilang boss! makanya cari istri sana biar ada yang di genitin ...," sindir tuan Arya sambil mencomot satu buah lagi pisang goreng.
" Ini lagi usaha ... semoga saja diterima."
" Waduh .... sudah ada calon nih, siapa?" tanya Nyonya Dania penasaran.
" Bukankah mama dan papa udah tahu ya !"
" Jadi beneran kamu mau lamar Aurora?" tanya Nyonya Dania meminta kepastian.
'" Ya bener dong ma , hanya saja Rian masih nunggu waktu yang tepat. Mama tahu sendiri kan Rara baru aja masuk kuliah."
" Mama nggak sabar nih ... semoga aja kamu nggak ditolak!"
" Kok mama ngomongnya gitu sih," protes Adrian.
" Loh ... memangnya omongan mama salah ?"
__ADS_1
" Mama seperti nggak yakin kalau Rian bakalan diterima."
" Lah ... kok! Mama kan bilang semoga aja kamu nggak ditolak, memangnya ada yang salah?" tanya Nyonya Dania bingung 😕.
" Ya nggak salah sih ... tapi seharusnya tuh bilang, semoga kamu diterima sayang . Gitu!"
" Kan sama aja ."
" Beda dong !"
" Sama!"
" Beda!"
" Mama sama kak Rian ngapain sih, Kok bertengkar?" tanya Diandra dengan muka bantalnya. Sepertinya nih anak baru aja bangun.
" Siapa yang bertengkar?" tanya Adrian dan Nyonya Dania berbarengan.
" Lah tadi ngapain ?"
" Debat !"
" Papa sama bang Faiz kok diam aja ?"
" Lah seru loh .... kapan lagi lihat kak Rian debat sama mama," jawab Faizal dengan mulut mengunyah pisang goreng.
" Andai ada pop corn... waduh !" lanjut Faizal lagi .
" Kok tinggal piringnya doang sih, Andra kan juga pengen pisang goreng.'
" Ambil di dapur sana, mama tadi goreng agak banyak !"
Nyonya Dania menyuruh putri bungsunya itu untuk mengambil sisa pisang yang masih ada di dapur. Tanpa di suruh dua kali Diandra langsung menuju dapur.
" Suruh bibi bawain minumannya!" teriak Nyonya Dania saat Diandra suda jauh dari mereka.
" Oke !"
" Pisang gorengnya mana bi ?" tanya Diandra pada pembantu.
" Itu Non, maaf bibi masih. buat minum."
__ADS_1
" Kalau sudah selesai langsung bawa ke depan ya bi ," titah Diandra sebelum membawa pisang goreng yang ada di talam ke ruang keluarga.
" Baik non!"