
Penjaga yang disuruh oleh Rindu langsung memasuki kandang yang dihuni oleh white, wolf dan wolfy. Dia berjalan ke dalam menelusuri hutan itu. Kemudian dia melihat Dewa yang tertidur sambil duduk. Di pun menghampirinya. Dengan perlahan penjaga itu memanggil Dewa.
" Bos!"
Belum ada sahutan dari Dewa. Penjaga itu memanggil lagi dengan suara agak sedikit keras. Usahanya membuahkan hasil. Tak lama kemudian Dewa perlahan membuka matanya.
Ternyata suara penjaga itu tidak hanya membangunkan dewa tetapi juga Aurora dan juga ketiga hewan kesayangannya. Meskipun tidur mereka agak jauh dari tempat yang kini dewa duduki. Bahkan penjaga itu tidak melihat Aurora karena fokus dengan tugasnya yang disuruh untuk membangunkan Dewa .
" Ada apa ?" tanya Dewa dengan suara serak.
" Nyonya Rindu ada di depan tuan. Beliau menyuruh tuan dan nona Aurora untuk segera masuk buat makan siang bersama."
" Oh... betul juga. Kok jadi lupa gini. Sebentar aku samperin Aurora dahulu."
" Baik tuan."
Dewa kemudian bangkit dan menghampiri Aurora yang merenggangkan tubuhnya. Aurora melihat Dewa menghampirinya. Kemudian Aurora menghentikan aktifitasnya.
" Ternyata kamu sudah bangun . Mama mengajak kita makan siang."
" Kok kamu bisa ada di rumah ?" tanya Aurora dengan penasaran.
" Itu ma nggak penting. Yang penting kita harus segera menghampiri mama sebelum beliau ke sini sendiri."
" Waduh ... kok malah jadi ngerepotin Tante Rindu sih," ucap Aurora tak enak hati.
" Tenang saja mama nggak merasa direpotkan kok . Beliau malah senang ada teman buat makan siang," kata Dewa.
" Ya udah kalau begitu. Teman-teman aku makan dulu ya... nanti setelah sholat dhuhur aku kesini lagi , oke!" Aurora berkata sambil mengelus bulu mereka.
Kemudian Aurora dan juga Dewa melangkah keluar dari kandang. Mereka berjalan beriringan. Bila dilihat mereka seperti adik kakak😂😂😂.
" Kok tumben kesini?"
__ADS_1
" Jangan kaget bila sewaktu-waktu gua kesini. Kan temen gua ada di sini. Gua mau lihat kondisi mereka sekaligus, melihat apa mereka bisa beradaptasi dengan baik tidak."
" Hampir lupa aku."
" Terus kamu nggak ada kerjaan apa ... kok jam segini sudah ada di rumah?"
" Tadi anak buah Gus nelpon Lo ada disini, gua kira ada perlu gitu. Jadi ya... pulang deh."
" Sorry banget loh "
" Its oke ... Ndak masalah."
Aurora dan juga Dewa terus berbincang hingga sampai di ruang makan. Di sana sudah ada Rindu yang duduk dengan muka ditekuk.
" Mama Kenapa?"
" Assalamualaikum..."
Dewa dan juga Aurora menyapa dengan kata yang berbeda.
" Mama capek tahu," rajuk Rindu dengan tetap cemberut.
" Maaf tante_"
" Bukan salahmu sayang .. ini gara-gara anak curut ."
" Kalau Dewa anak curut, mama curut nya dong," jawab Dewa sambil menarik turunkan alisnya menggoda Rindu.
" Siapa yang bilang mama curut?" tanya seseorang yang baru masuk .
" Kok tumben papa sudah pulang?" tanya Rindu sambil berdiri menghampiri suaminya.
" Kangen sayang ... hatiku sakit bila jauh darimu," goda Tito dengan senyum nakal.
__ADS_1
" Pret....!" kata Dewa menyindir papanya.
" Sirik tanda tak mampu !" Tito pun menjawab sindiran putranya.
" Siapa yang sirik?"
" Entahlah mungkin anak curut," jawab Tito santai.
Aurora tersenyum melihat tingkah mereka.
" Jangan kaget Ra .... mungkin papa tadi kes_"
" Selamat datang anak cantik. Jika anak curut ini menggangu bilang sama paman . oke!"
" Ish ... mana ada curut. Tampan gini dibilang curut."
" Oh ya wa ... apa kamu sudah dengar kalau Adrian mengalami kecelakaan?"
" What!?? kapan ? bagaimana bisa?" tanya Dewa kaget. Bukan hanya Dewa tetapi orang tuanya pun ikut menatap Aurora penasaran.
" Kemarin ada orang yang berniat membunuhnya. Untung gua datang tepat waktu. Kalau tidak entahlah apa yang akan terjadi padanya."
" Terus sekarang dia ada dimana?"
" Di rumah sakit******* ."
" Terimakasih infonya."
" sama-sama."
" Lebih baik sekarang kita makan. Ayo sayang cicipi masakan Tante!"
" Terimakasih Tante."
__ADS_1
Setelah makan Aurora sholat di kamar Dewi. Sedangkan Tito dan juga Dewa kembali ke perusahaan masing-masing .