Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 52


__ADS_3

Keesokan harinya Aurora, Reyhan dan juga Reyna berangkat sepulangnya dari sekolah. Aurora membawa mereka menggunakan helikopter bukan pesawat.


Helikopter itu berada di rumah kakeknya. Ada yang mengurusnya secara pribadi.Helipkoter ini di gunakan saat kondisi mendesak.


" Wah... keren nih . Baru pertamakali ini Reyhan naik helikopter," ucap Reyhan saat sudah duduk di dalamnya.


" Sama kak... Reyna senang banget!"


" Sudah siap kan?"


" Siap!"


" Baiklah.... sekarang kita berangkat. Pak!"


" Siap Non!"


Perlahan helikopter itu mulai terbang. Reyna heboh melihat pemandangan di bawahnya . Meskipun sudah sering naik pesawat tetapi baginya ini sangat menarik dan menyenangkan.


" Apa kak Rara selalu naik ini saat pergi ke sana ?" tanya Reyhan .


" Rahasia!"


'" Kakak ma main rahasia-rahasiaan sama kami."


" Tentu... pasti kamu juga punya rahasia yang tidak kakak ketahui. Benar tidak?"


" Kakak tahu saja," jawab Reyhan dengan malu.


" Tidak ada seorang yang tidak mempunyai rahasia meskipun itu hal yang sepele," kata Aurora lagi.


Setelah itu Aurora menutup matanya untuk istirahat sejenak. perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit.


Di tempat yang berbeda. Adrian kini bersama Salsa yang datang mengunjunginya. Dia sudah mengetahui jika Salsa merajut kasih dengan Romi setelah kepergiannya. Dia ingin mengetahui motif salsa sebenarnya. Apalagi hubungan mereka memang belum putus.


" Kamu memaafkan ku kan Rian?"


" Maaf untuk apa?"

__ADS_1


" Maaf ... sudah mengkhianati cinta kita. Tapi percayalah cintaku hanya untukmu. Sekarang aku sudah resmi putus dengan Romi."


" Apakah semuda itu?"


" Maksudnya?"


" Sudahlah !"


" Sayang_"


" Tolong tinggalkan aku sendiri," kata Adrian dengan tegas .


Jika sudah seperti ini , salsa tidak bisa berbuat banyak. Dia lebih memilih pulang dari pada menambah kemarahan Adrian.


Setelah salsa keluar dari kamarnya kamar menjadi sunyi. Adrian menatap langit-langit kamar dengan berbagai pikiran. Selintas bayangan Aurora muncul di hadapannya. Sudah tiga hari sejak pertemuan mereka terakhir.


" Kemana dia... apa tidak ingin melihat kondisiku?...his apa yang aku pikirkan. Ngapain memikirkan wanita yang tidak jelas itu. Mending aku tidur," gumam Adrian sambil perlahan memejamkan matanya.


Suasana rumah memang sepi. Semua mempunyai kesibukan masing-masing. Nyonya Dania yang biasanya selalu mendampingi Adrian kini sedang pergi karena punya urusan.


Tok tok tok tok


" Tuan!"


" Iya bi...!"


" Ada teman-teman tuan datang."


" Suruh saja mereka kesini Bi !"


" Baik tuan,"


Tak lama kemudian tiga orang memasuki kamarnya. Sepertinya mereka langsung kesini sepulangnya dari kantor.


" Halo brother... sepertinya pangeran satu ini sudah agak membaik nih," kata Angga begitu mendaratkan pantatnya di sofa yang ada di dalam kamar.


" Kalian baru pulang?"

__ADS_1


" Seperti yang Lo lihat . Kita bertiga langsung kesini sepulang dari kantor," jawab Angga santai


" Gimana keadaanmu sudah membaik belum ?"


" Menurut kalian?"


" Mana kami tahu kamu kan yang rasakan," ucap ketiganya kompak


" Ngapain juga kalian kesini?"


" Yang pasti kita mau lihat kondisi Lo sudah baik belum. Terus bagaimana ingatanmu ?"


" ..."


" Susah ngomong sama kulkas. Tau gini gua doain lo tetap amnesia . Meskipun dingin nggak terlalu ."


" Dia kan memang masih amnesia. Aurora saja ia lupain. Tidak tahu saja ... jika sikapnya kelewat posesif saat masih mengingatnya."


" Sejak kapan kapan kalian kenal sama gadis itu?" tanya Adrian penasaran.


Adrian kaget saat Rio bilang mengenal Aurora untuk pertama kali . Tapi dia memilih tidak menanyakannya.


" Rahasia... kita udah pernah cerita waktu itu. Jadi nunggu lo ingat saja sendiri,_" jawab Dewa sambil bermain dengan ponselnya.


" Terserah!"


" Lo tau nggak Wa ... semalam gua makan malam bareng Aurora."


" Kok nggak ngajak-ngajak?"


" Kita aja ketemu nggak sengaja."


" Ketemu dimana?"


" Di mall********"


" Terus ?"

__ADS_1


" Nggak terus juga lah. Kalau terus yang ada nabrak pohon ."


" Nggak kitu juga kali !"


__ADS_2