
" Aku ingin putus!"
" Apa katamu?"
" Apa kamu tidak mendengar ucapan ku ?"
" Apa ini karena Adrian?"
" .... "
" Katakan Sa ... apa hubungan kita memang tidak ada artinya. Aku mencintaimu sedari dulu. Bahkan hubungan kita sudah lama sebelum kau mengenal Adrian. Apa aku memang tidak pernah ada di hatimu?"
" Kamu sudah tahu jawabannya Rom... aku memang mencintai mu. Tapi _"
" Adrian lebih segalanya dariku begitu? apakah semua pengorbanan ku selama ini tidak ada artinya?"
" Sudahlah Rom... aku tidak ingin mendengar ceramah. Hubungan Kuta sudah putus jadi jangan merusak rencana ku untuk kembali kepada Adrian. Sekarang aku harus pergi. Terimakasih sudah menemani ku makan."
Salsa langsung pergi begitu saja setelah mengatakan semua itu. Meninggalkan Romi yang kini sedang menahan diri agar tidak mengeluarkan emosinya di depan umum. Matanya memerah, rahangnya mengeras dengan kedua tangan terkepal.
Sekali lagi salsa menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang pria. Romi berdiri dan menuju kasir untuk membayar semua makanan yang telah ia pesan. Setelah itu dia keluar dari restoran dan melangkah kearah mobilnya yang sedang terparkir.
" Setelah memasuki mobil , pria itu tidak langsung menjalankan mobilnya melainkan mengambil ponsel yang ada di saku nya . Dia menekan sebuah nomer dengan serius.
Tut..... Tut.....Tut
Lama menunggu akhirnya telponnya diangkat. Tanpa basa-basi dia langsung mengatakan tujuannya.
" Aku ingin Adrian segera dilenyapkan!"
" .... "
" Aku akan membayar berapa pun yang Han kamu butuhkan asal Adrian tewas."
" ..."
" Aku tunggu hasilkan... aku harap kali kamu tidak mengecewakan."
" ..."
Setelah itu Romi mematikan ponselnya dan menyalakan mobilnya.
Adrian tidak tahu jika nyawanya lagi-lagi menjadi incaran. Kini dia sedang berdua dengan Aurora di dalam mobil. Mereka baru pulang dari rumah Dewa. Adrian ikut bersama Aurora karena mobilnya berada di rumah wanita itu.
Selama perjalan Aurora tertidur jadi suasana mobil sunyi senyap. Adrian menyetir dengan sesekali melirik wanita yang tertidur di sampingnya.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah Aurora. Pak selamet langsung membuka gerbang begitu melihat mobil Aurora tiba. Adrian langsung menggendong Aurora masuk kedalam rumah.
Pak Slamet yang melihat Adrian menggendong Aurora berinisiatif membukakan pintu untuk mereka.
__ADS_1
" Terimakasih pak."
" Sama-sama tuan. Kalau begitu saya langsung kembali ke pos."
" Silahkan pak."
Satpam itu berjalan menuju tempat ia kerja. Sedangkan Adrian melangkah masuk. Ada Tante Ratna dan jika paman Raka yang sedang berkumpul dengan Reyhan dan juga Reyna. Kedatangan Adrian yang menggendong Aurora mengalihkan perhatian mereka.'
" Rara kenapa yan ?"
" Tertidur paman... bolehkah saya membawanya ke kamar?"
" Tentu .... silahkan!"
" Terimakasih Tante."
Adrian pun langsung pergi ke lantai dua tempat dimana Aurora tidur. Setelah menidurkan Aurora, Adrian menghampiri orang- orang yang berkumpul diruang tamu.
" Apakah Rian mengganggu?"
" Tentu saj tidak duduklah!"
" Terimakasih."
" Bagaimana perjalanan kalian... apakah menyenangkan?"
" Cukup seru paman."
" Ternyata insting Aurora sangat tajam. Jika kita terlambat sedikit saja, dipastikan kami tidak akan pernah melihat ketiga binatang itu lagi."
" Apa maksudmu?"
" Apakah paman dan Tante tahu... white dan juga wolf sudah berada di mobil milik para pemburu ."
" Terus..."
" Tentu saja Rara langsung bertindak."
" Untung lah kalau begitu... sekarang mereka ditempatkan di mana?"
" Di tempat Dewa , kebetulan kandang rusa sedang kosong . Tempatnya juga cukup luas untuk tempat tinggal mereka bertiga.""
" Syukurlah kalau begitu. Apakah kalian sudah makan malam ?"
" Sudah Tante... tadi Tante rindu menyuruh kami makan malam dahulu sebelum pulang."
" Kok Reyhan nggak diajak sih bang... kan Reyhan juga pengen liburan."
" Lah kamusnya nggak ada. Gimana mau ngajak ."
__ADS_1
" Setidaknya telpon gitu , jadi aku bisa langsung pulang."
" Memangnya waktu kami berangkat itu kamu lagi dimana?"
" Nongkrong sih sama temen-temen."
" Ya sudah kalau gitu. Adrian pulang dulu ya sudah cukup malam nih."
" Nggak tidur disini saja?"
" Nggak Tan .... besok Rian mesti pergi ke kantor."
" Baiklah Tante tidak memaksa, hati-hati di jalan."
" Terimakasih... assalamualaikum."
" Wa alaikum salam warahmatulloh."
Keesokan harinya Adrian pergi ke kantor seperti biasanya. Begitu tiba dia langsung pergi keruangan . Selama perjalan tak sedikit orang yang menyapanya. Tapi dia hanya menjawab seperlunya.
Adrian hari ini pergi langsung ke pabrik. Dia ingin mengetahui secara langsung proses produksi.
Perjalanan dari kantor pusat ke tempat produksi tidak terlalu jauh . Hanya dengan berjalan kaki tempat itu bisa langsung sampai.
Adrian melihat proses pembuatan mie mulai dari bahan sampai ketahap pembungkusan. Bukan hanya olahan mie, Adrian juga melihat produksi Snack .Adrian cukup puas dengan kinerja para karyawannya.
Begitu menyelesaikan kerjaannya, Adrian langsung pulang . Tubuhnya begitu lelah. Dia berharap segera sampai di rumah sehingga bisa mengistirahatkan tubuhnya.
Tapi ternyata harapannya tidak terwujud. Mobil yang ia kendarai di hadang oleh beberapa orang saat berada di tempat sepi. Dia memang sengaja melewati jalan pintas untuk menghindari kemacetan lalu lintas. Sekarang dia hanya bisa berdecak pelan.
Adrian keluar dari mobil saat orang-orang yang menghadangnya itu tidak berniat untuk menyingkir.
" Kenapa kalian menghadang ku?"
" Jangan terlalu percaya diri tuan... siapa juga yang ingin menghadang mu?"
" Kalau kalian tidak berniat menghadang, kenapa kalian tidak segera menyingkir. Aku tidak mengenal kalian."
" Tapi kami mengenalmu tuan Adrian. Saya pikir kamu langsung mampus saat kecelakaan itu. Ternyata nyawamu banyak juga."
" Sudahlah jangan banyak bacot. Apa yang sebenarnya kalian inginkan dariku?'
" Slow bro... nggak usah ngegas bisa kan ?"
" ... "
" Baiklah... jika kamu ingin tahu apa yang sedang terjadi , maka kami tidak ingin berbasa-basi lagi. Kami diperintahkan oleh tuan kami untuk membunuhmu."
Sedangkan itu mereka langsung menyerang Adrian dengan membabi buta. Pengeroyokan pun tidak dapat dihindarkan Meskipun Adrian sudah berlatih bela diri tapi jika dikeroyok seperti ini dia pun kelelahan.
__ADS_1
Saat lengah tiba-tiba dari arah belakang ada yang menumpuk Adrian . Adrian pun jatuh tersungkur. Saat penjahat itu ingin memukulnya kembali, ada sepasang tangan mungil yang langsung memblokir serangan itu.
Aurora langsung mengambil alih Adrian untuk mengalahkan para penjahat.Tidak butuh waktu lama semuanya tersungkur.