Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 76


__ADS_3

" Ayo makan dulu !" ajak Aurora begitu mereka sudah kembali ke tenda. Ternyata acara di hentikan dan lanjutkan esok malam. Aurora sangat senang dia tidak jadi tampil malam ini.


Aurora mengeluarkan makanan yang tadi di kirim oleh Adrian. Milik Diandra sudah ia berikan.


" Wah .... sepertinya rasanya enak nih!" kata Bella begitu ikan bakar itu terhidang. Rasanya air liurnya serasa mau menetes begitu bau ikan bakar itu tercium.


" Sudah pasti dong... masakan Abang gitu loh. Masakan gua saja kalah , " ujar Aurora membenarkan. Dia sangat yakin ini hasil masakan Adrian. Sebab bukan pertama kali ini Adrian memasakkan ikan bakar . Saat masih di desa Adrian sering memasak resep seperti ini.


" Ya elah neng ... padahal belum di makan tapi sudah seyakin itu ," cibir Sintia yang merasa iri pada Aurora.


" Coba dong kalau gitu !"


Aurora mengambil makanan ke piring yang ia bawa. Selanjutnya satu persatu temannya mengikuti.


" Ehm ...enak banget loh !" kata Aurora begitu ia menyuapkan makanan ke mulutnya. Matanya memejamkan merasakan sensasi pedas dan gurih secara bersamaan.


" Gua setuju sama Lo Ra, masakan cowok Lo beneran enak banget 👍 lezat. ... Apalagi sambelnya bikin nagih banget." Rahma memberikan jempol.


" Gua masih belum percaya loh kali ini masakan tuan Adrian. Mungkin saja dia beli di restoran gitu !" kata Sintia yang masih belum percaya jika itu


" Terserah deh ... mau percaya kagak . Mana daging ikannya tebel banget lagi , gurih .... benar-benar Mak nyus !"


" He eh .... beruntung banget gua jadi Lo Ra. Udah dapet cowok cakep, tajir, dan sekarang pinter masak lagi. Awas gendut loh."


" Siapa yang bilang Abang cowok gua ?"


" Bukan ya ? Kalau gitu buat aja gimana?"


" Enak aja !"


" Lah tadi nggak ngaku kalau tuan Adrian cowok Lo !"


" La ... kan emang nggak pacaran!"


" Terus apaan dong ?"


" Calon suami masa depan !"

__ADS_1


" Cie cie... sweet sweet!"


" Udah ah .... cepat habisin. Udah Malem loh !"


" Siap kapten !"


Akhirnya makanan mereka habis. Mereka sangat puas dengan rasa ikan bakar itu. Setelah makan mereka pergi ke kamar mandi untuk bebersih.


" Kok jalannya gelap gini yah ... apa lampunya mati kali ?" tanya Dinda yang sudah memepet tubuh Rahma.


Aurora, Bella, Rahma dan Dinda sudah berada di lorong dekat toilet. Ternyata lampunya mati, jadi suasananya agak seram gimana gitu.


" Gelap sih gelap neng.... jangan gini juga lah. Gimana mau jalan coba," sindir Rahma yang merasa risih ditempeli Dinda.


" Takut gua ... tau gini tadi di tenda bareng Sintia aja ," gerutu Dinda dengan masih berpegangan pada Rahma.


" La ... yang nyuruh ikut sapa neng ?"


" Kan Gus pengen pipis ."


" Itu apaan ya ?" tunjuk Bella.


Mereka berempat mendekati dua sosok yang asyik dengan dunia mereka. Ternyata mereka sedang asyik bercumbu.


" Astaghfirullah... ngapain tuh orang. Nggak ada takut-takutnya deh !"


" Iya juga ya... apa nggak takut kepergok?"


" Ya mau gimana lagi udah keburu nafsu ."


Akhirnya Dinda yang tadinya takut langsung berubah jadi kesal.


" Woi ... kalau mau enak-enak jangan disini dong. Masak gak modal sih, kan masih banyak hotel ," teriak Dinda tanpa rasa takut.


Dua orang yang sedang asyik itu langsung kaget. Mereka melepaskan tautan di bibir dan merapikan pakaian yang dikenakannya.


" Iri bilang boss!" kata si pria dengan tidak tau malunya.

__ADS_1


" Dih... siapa juga yang iri . Bisa-bisa MBA !" jawab Dinda.


" Terus ngapain ganggu kita kalau nggak iri?"


" La situ mikir kagak... Emang kagak ada malunya kalian berdua. Ini jalan umum boss bukan hotel. Yang ada perbuatan kalian mengganggu pemandangan, tau kagak ?"


" Ada apa ini ? bukannya tidur malah keluyuran, " tegur pak satpam yang kebetulan sedang meronda.


" Kita berempat mau ke toilet pak . Tapi kita lihat sesuatu yang seharusnya tidak kami lihat pak," jawab Dinda.


" Apaan?"


" Tuh !" tunjuk Dinda pada dua orang yang masih berdiri di pojok .


" Kalian berdua ngapain disini ?"


" Ehm ... ka kami juga mau ke toilet pak ," jawab di cewek.


" Kok berduaan?"


" Dia takut pak , jadi saya antar!"


" Lah emang dia nggak punya teman cewek apa ?"


" Mereka bohong pak !"


" Sudah-sudah jangan ribut ini sudah malam tau !"


" Lah yang bilang ini siang siapa to pak ?" tanya Rahma dengan polos .


" Ya Alloh ya Robbi... kalian jadi ke kamar mandi tidak ?" tanya pak satpam pada Aurora and the genk.


" Ya jadi la pak.... nanti kalau kami ngompol gimana ?"


" Kalau begitu langsung saja sana dan kalian berdua ikut bapak!"


" Tapi pak _!"

__ADS_1


" No protes!"


__ADS_2