
Sepulangnya dari rumah opa dan oma nya , Aurora dan juga Reyhan mampir di sebuah mall yang mereka lewati. Banyak barang yang ingin ia beli . Begitupun dengan Reyhan .
" Kakak mau beli apa ?" tanya Reyhan yang masih mengikuti Aurora. Mereka memasuki butik yang cukup mewah .
" Mau beli pakaian lah ... masak mau beli pizza. Aneh-aneh aja pertanyaan mu." Aurora mencari pakaian yang sekiranya cocok untuknya.
" Nggak gitu juga kali kak. Maksud Rey tuh ... kakak mau beli kemeja, gaun apa gamis gitu loh ."
" Oh .... bilang dong dari tadi. Kakak pengen pilih celana sama kemeja buat besok. Agar terlihat sopan dan santai dalam satu waktu."
" Ok !"
" Menurut mu ini gimana, Rey ?" tanya Aurora menunjukkan kemeja dan celana yang ia pilih. Dia ingin meminta pendapat dari Reyhan.
" Bagus kak ... cocok 👍, " kata Reyhan dengan memberikan jempolnya.
" Kalau gitu gua pilih ini. Lo nggak pilih sesuatu gitu ? "
" Nggak deh , Rey ma masih banyak stok."
" Ok deh kalau gitu. Lo tunggu aja di depan. Gua bayar dulu di kasir." Aurora pun berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Sedangkan Reyhan langsung keluar dari butik itu.
dret ....dret
" Halo assalamualaikum...."
" ....."
" Kakak sama kak Rara ada di mall , Kenapa?"
" ...."
" Ya sorry dek."
" .... "
" Mau pesen apa ?"
" ...."
" Nggak ada yang lain apa ?"
" ...."
__ADS_1
" Oke !"
" .... "
" Wa alaikum salam warahmatulloh."
" Siapa Rey?" entah dari kapan Aurora sudah ada di sampingnya. Membuat Reyhan langsung kaget.
" Astaghfirullah... ngagetin aja sih kak!"
" Gitu aja kaget. Emang siapa yang telpon ?"
" Reyna.... Dia tanya kenapa kita belum pulang juga."
" Terus ?"
" Ya aku bilang lah lagi jalan ke mall . Eh ... dianya marah ."
" Terus !"
" Dia pesen nasi goreng so tempat biasanya."
" Nggak ada yang lain ?" mendengar itu Reyhan nampak berpikir sejenak dan menjawabnya.
" Kayaknya nggak deh."
" Nggak gitu doang."
" Terus Lo ada yang mau di beli kagak ?"
" Mau beli tenda and the genk."
" Apaan tuh?"
" Tanya ama orang yang jual. gua aja nggak tau namanya. Kak Rara nggak beli tenda juga ?"
" Udah ada yang bawa."
" Terus kita kemana dong?"
" Ke tempat yang Lo cari lah."
" Okelah!"
__ADS_1
Aurora dan Reyhan berkeliling hingga menjelang malam. Mereka sholat di masjid yang ada di dekat mall . Setelah mencari nasi goreng yang tadi menjadi pesanan Reyna. Baru setelah itu mereka berdua pulang.
" Assalamualaikum... !" ucap Adrian begitu memasuki rumahnya. Tubuhnya sangat lelah setelah melihat langsung proses produksi yang ada di pabrik.
" Wa alaikum salam warahmatulloh.... " jawab orang-orang yang ada di dalam. Ternyata sekarang sedang ada tamu yang sedang berkunjung.
" Baru pulang nak Adrian?"
" Beginilah om. Om sudah lama ?"
" Sudah dari tadi sih. Om kesini bareng Tante sama Dara. Katanya sih kangen sama nak Adrian," goda tamu itu sambil melirik sang putri , membuat gadis yang ada disampingnya merona.
" Halo kak !" sapa dara dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
" Hai... maaf ya Adrian ke dalam dulu. Udah lengket banget nih," kata Adrian berbasa-basi.
" Jangan lupa om tunggu di sini," kata orang itu dengan tersenyum.
Adrian tidak menggubris omongannya. Dengan cepat dia melangkah ke kamarnya.
" Kayaknya dia tidak sabar untuk membersihkan diri . Pasti dia ingin kelihatan lebih segar . Umur Rian udah cukup kan buat nikah ?"
" Kenapa?"
" Bisa dong kita jadi besan ." Orang itu mengutarakan tujuan kedatangannya.
" Kalau itu ma tergantung Rian . Aku sebagai orang tua ngikut aja apa kata mereka. Yang penting mereka senang."
" Ya siap-siap aja. Kamu lihat kan tadi ... Rian pasti nggak akan nolak saat di jodohkan dengan dara. Apalagi mereka pasangan yang cocok ."
" Ah ... papa, dara kan malu !"
" Tenang sayang , se_"
" Alloh hu Akbar.... Alloh....hu Akbar."
" Maaf ya udah Maghrib. Apa kalian mau sekalian sholat Maghrib dahulu ?"
" Kalian saja... kami tunggu disini saja."
" Oh ... nak dara ?"
" Maaf Tante , nanti makeup dara luntur."
__ADS_1
" Baiklah... Kami sholat magrib dahulu."
" Silahkan!"