Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 69


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah opa dan oma nya , Aurora dan juga Reyhan mampir di sebuah mall yang mereka lewati. Banyak barang yang ingin ia beli . Begitupun dengan Reyhan .


" Kakak mau beli apa ?" tanya Reyhan yang masih mengikuti Aurora. Mereka memasuki butik yang cukup mewah .


" Mau beli pakaian lah ... masak mau beli pizza. Aneh-aneh aja pertanyaan mu." Aurora mencari pakaian yang sekiranya cocok untuknya.


" Nggak gitu juga kali kak. Maksud Rey tuh ... kakak mau beli kemeja, gaun apa gamis gitu loh ."


" Oh .... bilang dong dari tadi. Kakak pengen pilih celana sama kemeja buat besok. Agar terlihat sopan dan santai dalam satu waktu."


" Ok !"


" Menurut mu ini gimana, Rey ?" tanya Aurora menunjukkan kemeja dan celana yang ia pilih. Dia ingin meminta pendapat dari Reyhan.


" Bagus kak ... cocok 👍, " kata Reyhan dengan memberikan jempolnya.


" Kalau gitu gua pilih ini. Lo nggak pilih sesuatu gitu ? "


" Nggak deh , Rey ma masih banyak stok."


" Ok deh kalau gitu. Lo tunggu aja di depan. Gua bayar dulu di kasir." Aurora pun berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Sedangkan Reyhan langsung keluar dari butik itu.


dret ....dret


" Halo assalamualaikum...."


" ....."


" Kakak sama kak Rara ada di mall , Kenapa?"


" ...."


" Ya sorry dek."


" .... "


" Mau pesen apa ?"


" ...."


" Nggak ada yang lain apa ?"


" ...."

__ADS_1


" Oke !"


" .... "


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


" Siapa Rey?" entah dari kapan Aurora sudah ada di sampingnya. Membuat Reyhan langsung kaget.


" Astaghfirullah... ngagetin aja sih kak!"


" Gitu aja kaget. Emang siapa yang telpon ?"


" Reyna.... Dia tanya kenapa kita belum pulang juga."


" Terus ?"


" Ya aku bilang lah lagi jalan ke mall . Eh ... dianya marah ."


" Terus !"


" Dia pesen nasi goreng so tempat biasanya."


" Nggak ada yang lain ?" mendengar itu Reyhan nampak berpikir sejenak dan menjawabnya.


" Kayaknya nggak deh."


" Nggak gitu doang."


" Terus Lo ada yang mau di beli kagak ?"


" Mau beli tenda and the genk."


" Apaan tuh?"


" Tanya ama orang yang jual. gua aja nggak tau namanya. Kak Rara nggak beli tenda juga ?"


" Udah ada yang bawa."


" Terus kita kemana dong?"


" Ke tempat yang Lo cari lah."


" Okelah!"

__ADS_1


Aurora dan Reyhan berkeliling hingga menjelang malam. Mereka sholat di masjid yang ada di dekat mall . Setelah mencari nasi goreng yang tadi menjadi pesanan Reyna. Baru setelah itu mereka berdua pulang.


" Assalamualaikum... !" ucap Adrian begitu memasuki rumahnya. Tubuhnya sangat lelah setelah melihat langsung proses produksi yang ada di pabrik.


" Wa alaikum salam warahmatulloh.... " jawab orang-orang yang ada di dalam. Ternyata sekarang sedang ada tamu yang sedang berkunjung.


" Baru pulang nak Adrian?"


" Beginilah om. Om sudah lama ?"


" Sudah dari tadi sih. Om kesini bareng Tante sama Dara. Katanya sih kangen sama nak Adrian," goda tamu itu sambil melirik sang putri , membuat gadis yang ada disampingnya merona.


" Halo kak !" sapa dara dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.


" Hai... maaf ya Adrian ke dalam dulu. Udah lengket banget nih," kata Adrian berbasa-basi.


" Jangan lupa om tunggu di sini," kata orang itu dengan tersenyum.


Adrian tidak menggubris omongannya. Dengan cepat dia melangkah ke kamarnya.


" Kayaknya dia tidak sabar untuk membersihkan diri . Pasti dia ingin kelihatan lebih segar . Umur Rian udah cukup kan buat nikah ?"


" Kenapa?"


" Bisa dong kita jadi besan ." Orang itu mengutarakan tujuan kedatangannya.


" Kalau itu ma tergantung Rian . Aku sebagai orang tua ngikut aja apa kata mereka. Yang penting mereka senang."


" Ya siap-siap aja. Kamu lihat kan tadi ... Rian pasti nggak akan nolak saat di jodohkan dengan dara. Apalagi mereka pasangan yang cocok ."


" Ah ... papa, dara kan malu !"


" Tenang sayang , se_"


" Alloh hu Akbar.... Alloh....hu Akbar."


" Maaf ya udah Maghrib. Apa kalian mau sekalian sholat Maghrib dahulu ?"


" Kalian saja... kami tunggu disini saja."


" Oh ... nak dara ?"


" Maaf Tante , nanti makeup dara luntur."

__ADS_1


" Baiklah... Kami sholat magrib dahulu."


" Silahkan!"


__ADS_2