
Aurora tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan kejutan seperti ini . Dia masih memandang Adrian yang masih bersimpuh didepannya dengan pandangan penuh cinta.
Tidak terasa setahun lebih kebersamaan mereka . Sejak pertama menemukan Adrian dikala terluka , dia sudah merasa hatinya selalu berdebar saat dekat dengannya. Dia sampai berfikir jika dia mengalami serangan jantung . Akhirnya ia ditertawakan oleh kakeknya. Itulah alasan kakek marshel menyembunyikan identitas Adrian. Dia ingin Adrian dekat dengan Aurora dan membalas perasaannya. Tidak ada yang mengetahui alasan itu hingga ajal menjemputnya.
Aurora kala itu masih buta akan perasaannya. Dia memang tidak pernah berhubungan dengan lawan jenis dalam artian berpacaran . Tapi makin lama dia mengerti akan arti sebaran itu .
Sekarang dia merasakan kebahagiaan yang tak terhingga saat mengetahui perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan. Jadi tidak mungkin dia melewatkan kesempatan yang ada.
" Aku ....... tidak mungkin menolak Abang . Aku mau menikah dengan Abang ," jawab Aulia tanpa ragu.
Adrian langsung memasang cincin yang telah ia persiapkan bergantian dengan Aurora. Kemudian Adrian memeluk Aurora dengan erat.
" I love you....Dewi Aurora," ucap Adrian dengan penuh ketulusan.
" I love you more," balas Aurora dengan senyuman yang tulus.
👏👏👏👏👏👏👏👏🥳🥳🥳🥳🥳
__ADS_1
Ternyata tidak hanya mereka berdua di tempat itu, ada keluarga dan juga para sahabat yang menyaksikan momen bahagia tersebut.
" Selamat ya sayang .... terimakasih sudah menerima anak nakal ini ," ucap Nyonya Dania pada Aurora. Dia yang pertama kali menghampiri mereka dan memberi selamat pada mereka berdua.
" Terimakasih Tante ... tetapi bukankah tadi Tante masih ada di rumah Mikha ," tanya Aurora heran . Dia bahkan memandang Adrian dan Nyonya Dania secara bergantian.
Adrian tersenyum melihat kebingungan Aurora. Dia memang telah merancangnya kemarin . Meskipun terkesan mendadak tetapi ternyata hasilnya memuaskan. Dia sangat berterima kasih atas kerjasama keluarga dan sahabatnya.
" Tidak usah bingung begitu sayang , nanti Abang ceritakan," ucap Adrian dengan lembut.
" Cie cie cie cie.... sweet sweet ," goda Reyna yang sudah tidak sabar menunggu giliran . Dia mendekati kakak angkatnya dan memberikan pelukan hangat.
Satu persatu memberikan selamat untuk Adrian dan Aurora. Tuan Arya, Faisal, Saskia, Diandra, Dewa, Rio, Angga, Reyhan, Oma Ratna , opa Doni , Reno , paman Raka dan juga Tante Ratna. Aurora juga baru sadar jika meja yang dipesan oleh Adrian cukup besar dengan banyak kursi yang mengelilinginya.
" Ayo sekarang kita duduk , Oma sudah capek berdiri terus," ajak Oma Ratna.
" Let's go," pekik Reyna dengan semangat.
__ADS_1
Mereka duduk di kursi yang sudah tersedia. Ternyata jumlahnya masih berlebih . Adrian duduk di samping Aurora. Bahkan tangannya masih memegang tangan Aurora dengan erat.
Tuan Arya kemudian melamar dengan resmi Aurora dihadapan Oma Ratna dan juga opa Doni .
" Tuan Doni ... saya sebagai ayah dari adrian secara langsung ingin melamar Aurora untuk menjadi pendamping Adrian. Apakah Oma dan opa menerimanya?"
" Terimakasih atas niat tulus dari tuan Arya sekeluarga. Saya sebagai kakek menerima apapun keputusan yang dipilih oleh Aurora. Jika Aurora sudah setuju bagaimana saya bisa menolak. Saya hanya minta nak Adrian bisa memberikan kasih sayang yang tulus untuknya. Berikanlah kebahagiaan yang belum pernah kami berikan kepadanya. Apa nak Adrian sanggup?"
" Saya tidak bisa berjanji opa , tetapi saya akan berusaha untuk menunaikannya," jawab Adrian tegas tanpa ragu .
" Alhamdulillah... kalau begitu lamarannya resmi diterima."
👏👏👏👏👏👏👏👏👏
" Selamat buat kalian berdua," ucap Tante Ratna dengan penuh haru .
" Terimakasih Tante ," jawab Adrian dan Aurora dengan kompak.
__ADS_1
Kemudian pelayan datang membawa makanan yang telah dipesan . Berbagai macam hidangan tersaji di meja yang besar itu. Mulai dari menu utama utama dan hidangan penutup.
Aurora mengambil ayam bakar dan cap cai tidak lupa dengan sambalnya . Mereka makan dengan santai sambil berbincang . Sesekali Adrian menambahkan lauk di piring Aurora. Setelah itu dia menyantap pusing strawberry yang menjadi favoritnya.