
" Wah .... bagus banget suaranya. Bikin hatiku deg...deg ser deh ," goda ketua panitia pada Anin yang membuat pipi Anin menjadi merah. Apalagi yang memuji adalah cowok yang tampan.
" Cie cie blushing nih .... sweet sweet!" teriak yang lain, suasana langsung ramai.
" Terimakasih kak."
" Sama-sama cantik ... apa masih ada yang lain ?"
" ...."
" Loh kok diem aja nih ! Okelah kalau begitu. Sekarang saya tanya ...apa semua anggota kelompok sudah lengkap semua?'
" Sudah kak !"
" Karena semua sudah lengkap maka sekarang waktunya pendirian tenda. Tapi ingat bagi laki-laki dan perempuan dipisahkan. Silahkan mencari tempat sesuai dengan jurusannya."
" Siap laksanakan!"
Setelah mendapat perintah dari ketua panitia, mereka langsung berpencar untuk membuat tenda bersama .
" Lo nggak lupa bawa tenda kan ma ?" tanya Aurora.
" Beres... tenda yang ku punya besar kok. Jadi kita nggak akan sesak !"
" Alhamdulillah!"
" Good ! tapi aneh-aneh banget deh .... ngapain juga pakai tenda segala kayak piknik aja ," gerutu Sintia.
" Memangnya kenapa?" tanya Aurora.
" Gua tuh nggak suka tahu sama yang namanya kemah," jawab Sintia .
" Kenapa?"
" Ya ngga suka aja gitu. Banyak nyamuk lah, mesti tidur dibawah, _"
" Kalau mau protes ma tadi neng. Kenapa tadi nggak protes?" gerutu Dinda.
" Gimana mau protes... dianya aja maju kedepan udah gerogi," sindir Rahma.
" Itu tau!" kata Sintia tanpa debat.
" Sudahlah... lebih baik kita segera bangun tenda. Yang lain udah pada mulai tuh!"
" Ok bos!!!"
Dengan bekerja sama , akhirnya tenda mereka pun jadi. Wajah mereka tersenyum penuh kepuasan saat melihatnya.
__ADS_1
" Kalo gini ma nyaman!" kata Bella.
" Tul ... sekarang kita rapikan barang-barang kita di dalam," ajak Aurora.
" Capek gua. duduk dulu napa, yang lain juga belum selesai semua ," kata Rahma sambil duduk .
" Kok malah duduk? lebih baik kita rapikan dulu barang-barang kita, Kalau sudah rapi kan lebih nyaman . Baru deh kita istirahat!"
" Tuh denger yang dikatakan ketua... ayo , jangan malas."
" Aduh malangnya nasibku.... padahal kini ku tidak di Malang."
" Lebay !"
" Biarin ... emang gua pikirin!"
Dengan malas Rahma mengambil barang-barangnya mengikuti yang lain. Meskipun dengan cemberut 🤭🤭🤭.
" Sekarang sudah boleh duduk yang mulia!" kata Bella setelah semuanya tertata dengan rapi. Tidak perlu dikatakan dua kali , Rahma pun langsung duduk.
" Terimakasih dayang ... ambilkan kipas. Pasti lebih menyenangkan!" jawab Rahma.
" Ha ha ha ha ha kocak bener! kalian nggak salah jurusan kan ?"
" Sebenarnya sih .... salah, mau bagaimana lagi ," jawab Rahma.
" Hem ... gimana ya. Kalau di nilai sih 70 mungkin ya."
" Ya ... nggak jadi pindah jurusan dong !"
" Ehm... seru nih . Boleh gabung nggak ?"
" Boleh dong .... silahkan!"
" Terimakasih... dari tadi aku lihat di sini rame banget. Sayangnya teman-teman aku pada tepar!"
" Memangnya tenda Lo yang mana?"
" Tuh .... di ujung," tunjuk mahasiswi itu.
" Oh dari jurusan desain kan ?"
" Yup! kenalin gua Ariska biasa di panggil Riska."
" Kenalin gua Rahma si cantik jelita. Di samping gua ini Aurora di imut. Disamping kanan gua ini Bella si galak _"
__ADS_1
" Hei ... gua nggak galak loh!" protes Bella tidak terima dirinya dikatakan galak .
" Ok deh bukan galak ... tapi mulut tajem nggak ada protes. Sebelahnya lagi Dinda ketua kelompok kita dan yang terakhir Sintia !"
" Julukannya apa ?"
" Apa ya ?" Rahma berfikir sambil menaruh tangannya dibawah dagu.
" Tukang makan ! " kata Rahma, Bella,dan Dinda dengan kompak. Sintia langsung manyun .
" Bibirnya neng di kondisikan... ada Exel langsung di embat entar."
" Emang gua apaan," jawab Exel yang tiba-tiba datang .
" Ngapain Lo kesini ?" tanya Bella judes.
" Kelompok gua kan kalian. Masak gua di tenda sendirian... nggak lah !"
" Tenda Lo sudah jadi ?"
" Sudah dong... Exel gitu loh !"
" Bukan power point ?" tanya Riska yang membuat Exel kaget
" Waduh ini orang dari planet mana sih kok ikut ngumpul di sini ?"
" Dari planet bumi lah memangnya Lo dari mars."
" Kok tahu ? pasti ngintip nih."
" Kalian udah pada kenal ?"
" Nggak !"
" Ya !"
" Yang bener .. yang mana nih ?"
" Nggak!" jawab Exel ngeyel .
" Nggak salah maksudnya... kita ini masih saudara."
" What !!! beneran ... kok kita nggak tahu sih ?"
" La wong dia dari Jogja mana bisa kamu tahu neng."
" Tadi katanya nggak kenal ?"
__ADS_1
"...."
" Wuh!"