Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 73


__ADS_3

" Wah .... bagus banget suaranya. Bikin hatiku deg...deg ser deh ," goda ketua panitia pada Anin yang membuat pipi Anin menjadi merah. Apalagi yang memuji adalah cowok yang tampan.


" Cie cie blushing nih .... sweet sweet!" teriak yang lain, suasana langsung ramai.


" Terimakasih kak."


" Sama-sama cantik ... apa masih ada yang lain ?"


" ...."


" Loh kok diem aja nih ! Okelah kalau begitu. Sekarang saya tanya ...apa semua anggota kelompok sudah lengkap semua?'


" Sudah kak !"


" Karena semua sudah lengkap maka sekarang waktunya pendirian tenda. Tapi ingat bagi laki-laki dan perempuan dipisahkan. Silahkan mencari tempat sesuai dengan jurusannya."


" Siap laksanakan!"


Setelah mendapat perintah dari ketua panitia, mereka langsung berpencar untuk membuat tenda bersama .


" Lo nggak lupa bawa tenda kan ma ?" tanya Aurora.


" Beres... tenda yang ku punya besar kok. Jadi kita nggak akan sesak !"


" Alhamdulillah!"


" Good ! tapi aneh-aneh banget deh .... ngapain juga pakai tenda segala kayak piknik aja ," gerutu Sintia.


" Memangnya kenapa?" tanya Aurora.


" Gua tuh nggak suka tahu sama yang namanya kemah," jawab Sintia .


" Kenapa?"


" Ya ngga suka aja gitu. Banyak nyamuk lah, mesti tidur dibawah, _"


" Kalau mau protes ma tadi neng. Kenapa tadi nggak protes?" gerutu Dinda.


" Gimana mau protes... dianya aja maju kedepan udah gerogi," sindir Rahma.


" Itu tau!" kata Sintia tanpa debat.


" Sudahlah... lebih baik kita segera bangun tenda. Yang lain udah pada mulai tuh!"


" Ok bos!!!"


Dengan bekerja sama , akhirnya tenda mereka pun jadi. Wajah mereka tersenyum penuh kepuasan saat melihatnya.

__ADS_1



" Kalo gini ma nyaman!" kata Bella.


" Tul ... sekarang kita rapikan barang-barang kita di dalam," ajak Aurora.


" Capek gua. duduk dulu napa, yang lain juga belum selesai semua ," kata Rahma sambil duduk .


" Kok malah duduk? lebih baik kita rapikan dulu barang-barang kita, Kalau sudah rapi kan lebih nyaman . Baru deh kita istirahat!"


" Tuh denger yang dikatakan ketua... ayo , jangan malas."


" Aduh malangnya nasibku.... padahal kini ku tidak di Malang."


" Lebay !"


" Biarin ... emang gua pikirin!"


Dengan malas Rahma mengambil barang-barangnya mengikuti yang lain. Meskipun dengan cemberut 🤭🤭🤭.


" Sekarang sudah boleh duduk yang mulia!" kata Bella setelah semuanya tertata dengan rapi. Tidak perlu dikatakan dua kali , Rahma pun langsung duduk.


" Terimakasih dayang ... ambilkan kipas. Pasti lebih menyenangkan!" jawab Rahma.


" Ha ha ha ha ha kocak bener! kalian nggak salah jurusan kan ?"


" Sebenarnya sih .... salah, mau bagaimana lagi ," jawab Rahma.


" Hem ... gimana ya. Kalau di nilai sih 70 mungkin ya."


" Ya ... nggak jadi pindah jurusan dong !"


" Ehm... seru nih . Boleh gabung nggak ?"


" Boleh dong .... silahkan!"


" Terimakasih... dari tadi aku lihat di sini rame banget. Sayangnya teman-teman aku pada tepar!"


" Memangnya tenda Lo yang mana?"


" Tuh .... di ujung," tunjuk mahasiswi itu.


" Oh dari jurusan desain kan ?"


" Yup! kenalin gua Ariska biasa di panggil Riska."


" Kenalin gua Rahma si cantik jelita. Di samping gua ini Aurora di imut. Disamping kanan gua ini Bella si galak _"

__ADS_1


" Hei ... gua nggak galak loh!" protes Bella tidak terima dirinya dikatakan galak .


" Ok deh bukan galak ... tapi mulut tajem nggak ada protes. Sebelahnya lagi Dinda ketua kelompok kita dan yang terakhir Sintia !"


" Julukannya apa ?"


" Apa ya ?" Rahma berfikir sambil menaruh tangannya dibawah dagu.


" Tukang makan ! " kata Rahma, Bella,dan Dinda dengan kompak. Sintia langsung manyun .


" Bibirnya neng di kondisikan... ada Exel langsung di embat entar."


" Emang gua apaan," jawab Exel yang tiba-tiba datang .


" Ngapain Lo kesini ?" tanya Bella judes.


" Kelompok gua kan kalian. Masak gua di tenda sendirian... nggak lah !"


" Tenda Lo sudah jadi ?"


" Sudah dong... Exel gitu loh !"


" Bukan power point ?" tanya Riska yang membuat Exel kaget


" Waduh ini orang dari planet mana sih kok ikut ngumpul di sini ?"


" Dari planet bumi lah memangnya Lo dari mars."


" Kok tahu ? pasti ngintip nih."


" Kalian udah pada kenal ?"


" Nggak !"


" Ya !"


" Yang bener .. yang mana nih ?"


" Nggak!" jawab Exel ngeyel .


" Nggak salah maksudnya... kita ini masih saudara."


" What !!! beneran ... kok kita nggak tahu sih ?"


" La wong dia dari Jogja mana bisa kamu tahu neng."


" Tadi katanya nggak kenal ?"

__ADS_1


"...."


" Wuh!"


__ADS_2