Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 83


__ADS_3

" Apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Reyhan yang sudah tidak bisa membendung rasa penasarannya.


Meskipun takut , Reyhan memberanikan diri mendekati Aurora dan juga Adrian. Dibelakangnya Reyna ikut membututi sang kakak. Aurora dan Adrian yang mengetahui kehadiran mereka langsung menoleh.


" Kemari lah .... mereka tidak akan membahayakan kalian . Lagian ada aku disini ," ajak Aurora.


" Kok kak Rian bisa dekat dengan mereka?"


" Karena mereka juga turut andil dalam penyelamatan nyawa Abang," jawab Aurora santai .


" Jadi begitu ... pantas saja ."


" Maaf nona , di depan ada orang yang ingin bertemu dengan nona ," kata salah satu bodyguard yang berjaga .


" Siapa?" tanya Aurora sambil mengernyitkan dahinya.


" Katanya bernama Dewa. Beliau juga bersama dengan dua orang teman ," jawab bodyguard itu dengan sopan .


" Suruh saja mereka masuk !" pinta Aurora dengan sopan .


" Baik nona ."


" Memangnya adek sudah tahu jika mereka ingin kemari ?" tanya Adrian sambil mengusap bulu white.


" Ya enggak lah ... mungkin saja mereka penasaran."


" Kirain sudah janjian."


" Ada yang panas nih ," sindir Reyhan.


" Memangnya kak Rey panas ?"


" Biasa aja ."


" Kok tadi bilang panas ?"

__ADS_1


" Anak kecil nggak usah banyak tanya. Pamali !"


" Kak Rey ma , nggak asyik."


" Biarin Wek !"


" Ih .... Kak Rara!"


" Apaan?"


" Kak Rey tuh ... rese !"


" Biarin aja , seng waras ngalah!"


" Kok gitu sih !"


" Assalamualaikum..."


" Wa alaikum salam warahmatulloh... ada apa nih tumben rame-rame!"


" Sorry hp gua mati . Lihat !"


" Nggak papa deh . Yang penting kita udah kumpul disini. Kayaknya mereka lebih senang disini," tunjuk Rio pada ketiga hewan yang sedang bermanja-manja.


" Ya iya lah ... induknya disini.'


" Gua bukan induk loh !"


" Apaan dong ?"


" Kita ma BESTie !"


" Iya deh ... nih kita bawa sedikit makanan buat cemilan, " kata Angga sambil mengulurkannya pada Reyna .


" Alhamdulillah... yang namanya rejeki memang tidak kemana. Terimakasih ya kak ," kata Reyna menerima bingkisan itu .

__ADS_1


" Apaan Reyna ?"


" Pizza , kacang rebus sama jagung rebus kak ."


" Kalau begitu kamu ambil wadah di dalam sekalian di taru di ruang tamu . Tolong dong Rey adiknya dibantu !"


" Siap laksanakan!"


Reyna dan juga Reyna pergi kedalam rumah . Sedangkan Aurora menyuruh ketiga hewan itu kembali .


" Kalian istirahat dulu ya . Besok kita main lagi ," kata Aurora pada hewan-hewan itu.


" A u u u u u u u !"


" Aku janji besok main lagi," bujuk Aurora saat ketiganya seolah enggan meninggalkan Aurora.


Ketiga hewan itu akhirnya kembali kedalam hutan. Setelah memastikan ketiganya tidak terlihat Aurora menyuruh tamunya masuk kedalam. Lagian sudah hampir Maghrib. Tidak baik jika berada di luar rumah .


" Kedalam yuk ... udah mau Maghrib nih."


" Kita tidak ganggu kan ?"


" Nggak kok... ayo masuk !"


Aurora masuk terlebih dahulu di ikuti ke empat pemuda di belakangnya.


" Kak Rara sudah seperti punya empat pengawal," kata Reyna begitu mereka sampai di dalam. Reyna sedang menaruh makanan yang di bawa Rio ke dalam piring dan juga mangkok.


" Pengawal kakak ma malah lebih dari empat orang ," jawab Aurora santai .


" Betul juga kok gua bisa Lola sih ."


" Silahkan duduk semuanya. Maaf jika tempatnya masih berantakan."


" Rapi gini berantakan."

__ADS_1


" Kan cuman basa badi doang !"


__ADS_2