Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 63


__ADS_3

Adrian menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran. Aurora langsung berbinar melihat nama restoran itu.


" Sudah lama loh bang aku pengen makan di restoran ini , tapi belum kesampaian," kata Aurora sambil melepas sabuk pengaman .


Adrian tersenyum mendengar ucapan Aurora. Dia sudah hafal dengan makanan favorit Aurora. Asal ada sambal pasti gadis itu suka.


" Kalau begitu ayo kita turun !"


Adrian turun terlebih dahulu diikuti oleh Aurora. Dia tidak menunggu Adrian untuk membukakan pintu . Keduanya langsung berjalan masuk ke dalam restoran.


Cukup ramai, itu yang ia rasakan saat sudah masuk kedalam. Mereka mencari kursi yang sekiranya masih kosong. Ternyata masih ada. Mereka pun berjalan ke arah kursi yang masih kosong itu.


" Ramai banget ya bang."


" Hem....sangat . semoga rasanya tidak mengecewakan."


" Amin!"


" Selamat datang kakak. Silakan... mau pesan apa?" sapa gadis cantik yang tiba-tiba menghampiri mereka. Gadis itu juga memberikan buku menu agar Adrian dan juga Aurora memilih menu yang akan mereka pilih.


" Aku pengen sambal iga bakar dan juga cumi goreng pedas," kata Aurora setelah melihat menu yang ada di daftar.


" Aku juga sama . "


Adrian memesan menu yang sama dengan Aurora.Pelayan itu menulis pesanan Adrian dan Aurora.


" Minumannya kak!"


" jus alpukat 2," jawab Adrian sambil memandang wajah Aurora yang langsung memberikan jempol .


" Baik dua sambal iga bakar, dua cumi goreng pedas dan dia jus alpukat. Apakah saya benar?"


" Benar nona."


" Oke... kalau begitu tolong tunggu sebentar."

__ADS_1


Pelayan itu beranjak meninggalkan meja Adrian dan juga Aurora menuju dapur.


" Apakah Abang pernah makan disini?"


" Belum pernah sih. ini baru pertama kali," jawab Adrian jujur.


" Oh... kirain sudah sering kesini. Terus Abang tau dari mana restoran ini ?"


" Dari google."


" What!" pekik Aurora. Dia tak menyangka jika Adrian mencarinya dari google.


" Kenapa?" Adrian heran dengan respon Aurora.


" Kirain Abang atau dari mana , ternyata dari google. Memangnya Abang nggak takut rasanya mengecewakan?"


" Semoga saja rasanya enak. Kita itu harus berfikir positif _"


" Silahkan makanannya kak!"


" Terimakasih ."


Aurora menatap makan yang terhidang di meja dengan mata berbinar. Adrian terkekeh geli melihatnya. Dia sangat suka dengan ekspresi yang ditujukan oleh Aurora.


" Selamat makan ... bismillahirrahmanirrahim," ucap Aurora sebelum memasukkan makanan kedalam mulutnya.


Setelah makanan itu ia kunyah Aurora langsung memberikan jempol pada Adrian. Seolah mengatakan bahwa makanan yang ia makan cukup enak. Adrian mengangguk setelah memakannya. Tidak ada percakapan selama mereka makan. Mereka berdua sangat menikmati hidangan yang mereka pesan.


" Alhamdulillah... kenyang," kata Aurora setelah makanannya habis .


" Gimana rasanya?"


" Delicious... hem yummy!"


" Good."

__ADS_1


" Lain kali makan disini lagi bang," ajak Aurora.


" Tentu... Habis ini kita kemana?"


" Sebenarnya mau lihat hutan buatan ku. Sudah lama juga aku nggak melihat pembangunannya."


" Sip lah . yuk!"


Keduanya langsung ke meja kasir untuk membayar. Setelah itu keduanya keluar dan menuju mobil Adrian yang terparkir.


Adrian melajukan mobilnya ke tempat yang Aurora inginkan tadi. Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai .


Saat Aurora turun dia terkejut dengan hasil pembangunannya. Terlihat pagar yang pertama kali dibuat sudah hampir selesai. Kemudian dia masuk ke dalam dan memeriksanya.


Dia sangat puas dengan hasilnya. Meskipun belum sepenuhnya selesai bahkan mungkin masih separuh dari design yang ia berikan, tetapi dia sangat puas dengan hasil kerja orang-orang tersebut. Mereka bekerja sesuai design yang ia buat.


Hutan buatan itu tidak terlalu besar dibanding milik Dewa. Sebab dia hanya ingin membuat tempat tinggal buat ketiga sahabatnya. Di tengah hutan ada rumah yang di design dengan cukup unik. Selain itu ada pula sungai buatan yang diambil dari sumber mata air yang di bor.


" Bagaimana nona ?" tanya salah satu orang yang bertugas sebagai kepala tukang .


" Bagus pak .... saya puas dengan hasil kerja bapak dan teman-teman. Kira-kira berapa lama semuanya selesai pak?"


" Kalau semua seperti yang nona buat mungkin sekitar tiga bulan nona."


" Lama juga ya ... kalau pagar ?"


" Mungkin seminggu nona."


" Kalau untuk rumahnya?"


" Tenang saja nona kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya."


" Sekali lagi terimakasih pak."


" Sama-sama Nona.'

__ADS_1


__ADS_2