
Aurora kembali dari joging hampir jam tujuh pagi. Dia tadi asyik berbincang dengan Rio sampai tidak mengingat waktu .
" Darimana saja kamu sayang , kok baru pulang. Tadi Oma diberi tahu kalau kamu sedang joging."
" Iya Oma... cuman muter daerah sini saja. Kemudian ketemu sama kenalan . Jadi deh keasyikan ngobrol hingga lupa waktu."
" Kenalan.... siapa?"
" Namanya Rio, katanya rumahnya di depan."
" Oh nak Rio.... rumahnya di depan sih. Memangnya kalian kenalan dimana?"
" Dulu ketemu di hutan saat Rio lagi berburu sama kedua temannya."
" Pasti Dewa sama Angga. Mereka bertiga memang suka sekali berburu."
" Jadi Oma kenal sama mereka bertiga juga."
" Sebenarnya bukan bertiga tapi berlima. Tapi yang dua tidak hobi berburu. Sayang yang satu sudah meninggal."
" Oh gitu... Opa kemana, kok rumah kayaknya sepi banget?"
" Ada di belakang . Biasa ngurusin burungnya. Tadi adik angkat mu Reyhan juga bersamanya."
" Tante Azizah sama om Ilham kemana?"
" Biasa ...kemarin sehabis kerja langsung mengunjungi orang tua paman Ilham . "
" Memang ada apa dengan orang tua paman Ilham?"
" Mereka memang sudah biasa pergi ke sana setiap Minggu sekali. Kecuali jika pamanmu ada kepentingan mendesak."
" Jadi nana ikut dong?"
" Ya iya lah... masa mau ditinggal. Apalagi seminggu sekali mereka ke sana. Sekarang lebih baik kamu mandi dulu lalu sarapan!"
" Oke Oma cantik," kata Aurora sambil mencium pipi sang Oma."
Aurora langsung menuju kamarnya. Ternyata Reyna sedang memainkan hp nya. Begitu mendengar suara pintu terbuka Reyna mengalihkan pandangannya.
" Akhirnya kak Rara datang juga. Padahal Reyna sudah nunggu dari tadi loh."
" Siapa yang suruh nggak mau ikut."
" Lagian masih gelap dan dingin kak Rara seneng banget joging."
" Biar sehat lah dek. Lagian nggak baik juga tidur pagi-pagi, nanti rizkinya di patuk ayam ."
" Mana bisa kak?"
" Ya mana saya tahu dek. Sudah mandi belum?"
" Lihat dong....udah cantik dan wangi gini masak belum mandi."
" Good!"
Aurora segera mengambil baju ganti dan membawanya ke kamar mandi. Tak membutuhkan waktu lama karena dia memang orang cuek dengan penampilan. Untung cantik ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤.
" Kok cepat amat kak , mandi apa mandi?"
" Biasa la dek... yang penting bersih. Tetap cantik kan, lagian kalau mandi lama-lama nanti cantiknya malah luntur loh!"
" Dapat teori mana seperti itu?"
" Teori ala-ala."
Reyna hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia memperhatikan Aurora yang sibuk menyisir rambutnya. Dapat ia lihat Aurora menguncir rambutnya ekor kuda .
" Kita mau kemana lagi habis ini kak?"
" Kita nunggu temen kakak dulu. Nanti kita akan main ke tempat yang seru."
" Beneran?"
" Lihat saja nanti. Yuk kita sarapan dulu."
" Kirain kak Rara udah sarapan dulu."
" Kakak kan joging mau sarapan dimana coba?"
" Kan ada tukang bubur sama nasi pecel yang mangkal."
__ADS_1
" Kalau yang jualan ma banyak... masalahnya kakak tuh nggak bawa uang. Masak cantik-cantik ngutang!"
" Ngutang ma nggak masalah asal nggak nyuri kak."
" Pinter juga kamu."
" Yah... biar ada gunanya papa sama Mama menyekolahkan Reyna."
" Alhamdulillah... yuk sarapan!"
" Yuk!"
Mereka berdua meninggalkan kamar dengan beriringan. Mereka langsung menuju ruang makan. Ternyata Oma Ratna sudah ada di sana.
" Akhirnya kalian turun juga. Siapa namamu gadis cantik?"
" Reyna Oma Ratih."
" Oma Ratih?" tanya Oma Ratna dengan heran.
Aurora terkekeh geli. Dia merasa heran ternyata adik angkatnya ini sangat tajam ingatannya. Oma Ratna pun menatapnya.
" Maaf Oma... ini salah Rara. Nama istri paman Raka kan Tante Ratna jadi ... kemarin saya bilang nama Oma itu Oma Ratih."
" Jadi kak Rara bohongin Reyna ya?"
" Nggak bohong la sayang ... cuma ya gitu deh."
" Maklumi saja sifat kakakmu itu , emang agak jail."
" Betul itu Oma, Kak Rara jail banget loh."
" Sorry say... jangan marah atuh. Lebih makan dulu buat tambah energi."
" Iya nih ... ayo dimakan!"
" Opa sama Reyhan bagaimana?"
" Kami tadi sudah makan.. Tinggal kalian berdua yang belum."
" Oh ... gitu. Ayo dek kita makan, kayaknya enak nih. Apalagi perut kakak sudah demo dari tadi," kelakar Aurora yang membuat tiga orang itu tertawa.
Setelah menikmati sarapannya, Aurora menghampiri kakeknya yang masih bermain dengan burungnya.
" Jadi pengen dimandiin opa nih?"
" Ya bukan gitu juga kali kek!"
" Tadi bilangnya apa .... ayo?"
" Maksud Rara tuh...."
" Apa ....ayo?"
" Gimana kalau mandi sama Reyhan saja kak. Ikhlas lahir batin loh!😘😘😘!"
" Reyhan mesuuuum !"
" Ha ha ha ha "
" Sudah...sudah...tadi kamu kemana saja. Pembantu bilang kamu sudah bangun dari pagi tapi keluar untuk joging. Tapi kok siang banget. Memangnya kesasar?"
" Tadi Rara ketemu cowok opa."
" Ganteng nggak... ganteng mana sama opa?"
" Menurut opa , cowok depan rumah opa itu ganteng kagak?"
" Rio apa Ridho ?"
" Ridho siapa?"
" Kan kamu bilang tadi cowok depan rumah kakek. Ada dua anak yang masih singel. Rio sama Ridho. Rio dua puluh tujuh tahun. Kalau Ridho sepuluh tahun."
" Tadi Rara bertemu sama Rio, jadi ngobrol deh sampai siang."
" Itu _"
" Kakek Doni... i am coming!" teriak seseorang.
" Pajang umur tuh anak. Baru juga diomongin sudah nongol."
__ADS_1
" Siapa opa ?"
" Lihat sendiri saja, tuh!" kata opa domi sambil menunjuk Rio yang sudah berdiri di tengah pintu sambil cengengesan.
" Lagi ngumpul nih. Boleh gabung kan kek?"
" Masuk saja, nggak ada yang ngelarang juga."
" Kenalkan dong... aku Rio," sapa Rio sambil mengulurkan tangannya kearah Reyhan.
" Reyhan."
" Yang cantik ini siapa?"
" Reyna."
" Wish... Reyhan, Rara terus Reyna. Satu keluarga kan?"
" Siapa bilang... Aku itu tunangan kan Rara."
" Kalau bohong ya jangan sampai ketahuan."
" Siapa yang bohong."
" Emang ada ya tunangan cowok panggil kakak?"
" Itu ma _"
" Kok jadi debat sih... masih pagi loh."
" Maaf kek!"
" Maaf opa!"
" Lagian pagi-pagi gini ngapain kesini . Biasanya juga kagak pernah."
" Mau ngajakin Rara jalan kek. Tadi udah janjian."
" Beneran Ra?"
" Iya _"
" Jadi Reyna sama kak Reyhan ditinggalkan, gitu?"
" Belum juga kak Rara selesai ngomong sudah dipotong."
" Jadi gimana?"
" Opa ingat kan tentang ucapan Rara waktu pertama kesini?"
" Tentang apa?"
" Mau ijin memelihara hewan buas."
" Apa?!" teriak Reyhan dan juga Reyna.
Tidak dua orang yang lain. Mereka santai saja mendengar ucapan Aurora.
" Kata Rio sahabatnya ada yang sudah memelihara. Jadi saya berencana ke sana. Untuk kalian berdua mau ikut apa tidak?"
" Ya ikut lah!"
" Ikut dong kak."
" Jadi Rara mau pamit sama opa dan Oma ."
" Baru juga diam disini sebentar, sudah mau pulang."
" Lain kali Rara kesini lagi."
" Baiklah... hati-hati!"
" Sip opa!"
Rara segera bersiap-siap bersama Reyhan dan juga Reyna. Sedangkan Rio menunggu bersama opa Doni. Mereka memang sudah akrab sejak dulu.
Setelah selesai semuanya mereka pun berpamitan kepada opa Doni dan Oma Ratna.
" Kami pamit dulu ya Oma... sehat selalu. Lain kali Rara kesini lagi."
" Hati-hati dijalan!"
__ADS_1
" Terimakasih... assalamualaikum!"
" Wa alaikum salam warahmatulloh."