
" Maaf kami telat ," kata Adrian sambil menggandeng tangan Rara . Mereka berdua berjalan menghampiri si tuan rumah .
" Apa yang kamu lakukan Rian . Kenapa kamu membawa gadis kecil ini kesini?" rutuk Oma Desi . Dia sangat kecewa, cucunya membawa gadis lain .
" Bagaimana kabarnya nek .... jangan suka marah-marah nanti cepat tua loh ," kata Adrian tanpa menghiraukan perkataan neneknya.
" ..."
Ingin rasanya memaki . Tetapi dia tidak enak dengan orang tua Mikha. Om Doni memandang tajam kearah Aurora. Aurora menyadari hal itu , tetapi tidak menghiraukannya.
" Maaf om jika saya hadir tidak tepat waktu ," kata Adrian kepada papa Mikha .
" Tidak masalah nak. Kalau boleh saya tahu siapa gadis cantik di samping mu ?"
" Perkenalkan Om... dia kekasihku Aurora."
" Ehm ... apa kamu yakin nak . Maaf jika perkataan om membuatmu sakit hati . Bukankah dia masih .... SMP ."
" Ternyata om ... terkecoh dengan wajah imut kekasih ku . Sebenarnya umur kekasihku tidak seimut wajahnya om ."
" Betulkah ? Kalau begitu apa pendidikannya?"
" Maaf om... apa kamu tidak di perkenankan duduk dulu ?"
" Oh , maaf silahkan!"
" Terimakasih."
Mikha yang sedari tadi hanya diam , langsung menghampiri pasangan tersebut. Dia mendekati Aurora dengan tersenyum lembut. Meskipun dalam hati sudah ingin menjambak dan mencakar wajah imut Aurora.
__ADS_1
" Halo!"
" Hai ," jawab Aurora santai.
" Sudah kelas berapa?" ternyata dia tidak bisa berlama-lama untuk basa basi.
" Kebetulan baru ospek sih ."
" Oh ...kirain masih SMA," cibir Mikha.
" Banyak yang bilang begitu sih. Malah lebih sering dibilang masih SMP." Aurora sih nyantai aja . Dia sangat menikmati kelebihan yang di anugerahkan kepadanya.
Mikha bingung mau bilang apa lagi jadi dia langsung kembali ke tempatnya. Tetapi sebelum itu dia menyapa Adrian dengan ramah . Meskipun ditanggapi seadanya.
Kemudian mereka diajak ke ruang makan . Ternyata sudah disiapkan berbagai macam makanan.
" Mari silahkan... tadi Mikha masak sendiri loh ," ucap mama Mikha .
" Tidak boleh begitu sayang ," ucap nyonya Dania tidak enak hati dengan ucapan sang putri.
" Maaf atas ucapan lancang Diandra," lanjut nyonya Dania.
" Tidak masalah, mari kita makan ," ajak papa Mikha .
Mereka makan dengan hening . Tidak ada pembicaraan, yang ada hanya suara piring dan sendok yang saling berdenting.
Setelah makan Adrian mengajak Aurora pulang terlebih dahulu . Meskipun harus ada drama dari Oma Desi .
" Sekarang mau kemana lagi bang ?" tanya Aurora begitu Adrian mengendarai mobilnya bukan ke arah pulang .
__ADS_1
" Abang masih lapar," jawab Adrian santai .
" Ha ?"
" Nggak usah terkejut gitu kali. Abang beneran lapar . Tadi disana Abang cuman makan sedikit."
" Sama kalau begitu.Terus.sekarang kita mau makan dimana?"
" Rahasia dong ," jawab Adrian dengan tersenyum misterius.
Adrian menghentikan mobilnya di restoran yang cukup bergengsi. Bahkan untuk masuk kesana harus pesan terlebih dahulu .
" Selamat datang ... atas nama siapa?"
" Adrian Hadi Kusuma."
" Mari saya antar !"
Adrian dan Aurora di bawah ke ruang privat. Ruangannya cukup mewah . Saat masuk Aurora disuguhi alunan musik yang cukup indah . Suasananya cukup romantis .
" Wah ..... indah banget !"
" Adek suka ?" tanya Adrian sambil menatap binar Aurora.
" Tentu !"
Adrian tiba-tiba berlutut dihadapan Aurora. Selain itu adrian juga membuka kotak kecil yang berisi cincin. Aurora tidak bisa tidak shock.
" Aurora Will you marry me?" sebenarnya banyak kata yang ingin ia ucapkan, tetapi hanya itu yang terucap Adrian .
__ADS_1
" Aku ........."