Kembalinya Ingatan Sang CEO

Kembalinya Ingatan Sang CEO
BAB 85


__ADS_3

" Maaf kami telat ," kata Adrian sambil menggandeng tangan Rara . Mereka berdua berjalan menghampiri si tuan rumah .


" Apa yang kamu lakukan Rian . Kenapa kamu membawa gadis kecil ini kesini?" rutuk Oma Desi . Dia sangat kecewa, cucunya membawa gadis lain .


" Bagaimana kabarnya nek .... jangan suka marah-marah nanti cepat tua loh ," kata Adrian tanpa menghiraukan perkataan neneknya.


" ..."


Ingin rasanya memaki . Tetapi dia tidak enak dengan orang tua Mikha. Om Doni memandang tajam kearah Aurora. Aurora menyadari hal itu , tetapi tidak menghiraukannya.


" Maaf om jika saya hadir tidak tepat waktu ," kata Adrian kepada papa Mikha .


" Tidak masalah nak. Kalau boleh saya tahu siapa gadis cantik di samping mu ?"


" Perkenalkan Om... dia kekasihku Aurora."


" Ehm ... apa kamu yakin nak . Maaf jika perkataan om membuatmu sakit hati . Bukankah dia masih .... SMP ."


" Ternyata om ... terkecoh dengan wajah imut kekasih ku . Sebenarnya umur kekasihku tidak seimut wajahnya om ."


" Betulkah ? Kalau begitu apa pendidikannya?"


" Maaf om... apa kamu tidak di perkenankan duduk dulu ?"


" Oh , maaf silahkan!"


" Terimakasih."


Mikha yang sedari tadi hanya diam , langsung menghampiri pasangan tersebut. Dia mendekati Aurora dengan tersenyum lembut. Meskipun dalam hati sudah ingin menjambak dan mencakar wajah imut Aurora.

__ADS_1


" Halo!"


" Hai ," jawab Aurora santai.


" Sudah kelas berapa?" ternyata dia tidak bisa berlama-lama untuk basa basi.


" Kebetulan baru ospek sih ."


" Oh ...kirain masih SMA," cibir Mikha.


" Banyak yang bilang begitu sih. Malah lebih sering dibilang masih SMP." Aurora sih nyantai aja . Dia sangat menikmati kelebihan yang di anugerahkan kepadanya.


Mikha bingung mau bilang apa lagi jadi dia langsung kembali ke tempatnya. Tetapi sebelum itu dia menyapa Adrian dengan ramah . Meskipun ditanggapi seadanya.


Kemudian mereka diajak ke ruang makan . Ternyata sudah disiapkan berbagai macam makanan.


" Mari silahkan... tadi Mikha masak sendiri loh ," ucap mama Mikha .


" Tidak boleh begitu sayang ," ucap nyonya Dania tidak enak hati dengan ucapan sang putri.


" Maaf atas ucapan lancang Diandra," lanjut nyonya Dania.


" Tidak masalah, mari kita makan ," ajak papa Mikha .


Mereka makan dengan hening . Tidak ada pembicaraan, yang ada hanya suara piring dan sendok yang saling berdenting.


Setelah makan Adrian mengajak Aurora pulang terlebih dahulu . Meskipun harus ada drama dari Oma Desi .


" Sekarang mau kemana lagi bang ?" tanya Aurora begitu Adrian mengendarai mobilnya bukan ke arah pulang .

__ADS_1


" Abang masih lapar," jawab Adrian santai .


" Ha ?"


" Nggak usah terkejut gitu kali. Abang beneran lapar . Tadi disana Abang cuman makan sedikit."


" Sama kalau begitu.Terus.sekarang kita mau makan dimana?"


" Rahasia dong ," jawab Adrian dengan tersenyum misterius.


Adrian menghentikan mobilnya di restoran yang cukup bergengsi. Bahkan untuk masuk kesana harus pesan terlebih dahulu .


" Selamat datang ... atas nama siapa?"


" Adrian Hadi Kusuma."


" Mari saya antar !"


Adrian dan Aurora di bawah ke ruang privat. Ruangannya cukup mewah . Saat masuk Aurora disuguhi alunan musik yang cukup indah . Suasananya cukup romantis .


" Wah ..... indah banget !"


" Adek suka ?" tanya Adrian sambil menatap binar Aurora.


" Tentu !"


Adrian tiba-tiba berlutut dihadapan Aurora. Selain itu adrian juga membuka kotak kecil yang berisi cincin. Aurora tidak bisa tidak shock.


" Aurora Will you marry me?" sebenarnya banyak kata yang ingin ia ucapkan, tetapi hanya itu yang terucap Adrian .

__ADS_1


" Aku ........."


__ADS_2